Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

01 Februari 2013

Penerimaan Mahasiswa Baru STTN-BATAN Yogyakarta 2013 (Program Unggulan Sekolah)

19 komentar
Penerimaan Mahasiswa Baru STTN-BATAN Yogyakarta 2013 (Program Unggulan Sekolah)

P E N G U M U M A N

Nomor : 292/DL 02/I/2013


Diumumkan kepada siswa kelas 3 SMA/SMK/MAN tahun ajaran 2012/2013, program IPA, SMK jurusan jurusan Kimia, SMTI, SMK Analis, SMK Elektronika Instrumentasi, Teknik Informatika, Mesin, Listrik atau otomotif bahwa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta menerima pendaftaran Mahasiswa Baru non ikatan dinas Program Unggulan Sekolah dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Memiliki prestasi akademik, dengan nilai rata-rata minimal 7,25 (tujuh koma dua lima) untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris, atau masuk 10 (sepuluh) besar di kelasnya yang dinyatakan dengan surat rekomendasi dari Kepala Sekolah (blanko terlampir) .


2. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)langsung ke STTN atau transfer ke Bank BRI KCP Seturan Plaza nomor rekening: 1111.01.000010.30-4 a.n Bendahara Penerima STTN-BATAN.

3. Mengisi formulir pendaftaran calon mahasiswa STTN (blanko terlampir), dilampiri fotokopi raport semeseter 1 s/d semseter 5 dan pas foto terbaru hitam-putih atau bewarna, ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar.

4. Membuat tulisan yang berisi motivasi kuliah di STTN-BATAN dengan tulisan tangan minimal satu halaman folio beraris.

5. Berkas pendaftaran diterima panitia mulai tanggal 30 Januari 2013 dan selambat-lambatnya tanggal 20 Maret 2013, dapat diantar langsung atau dikirim melalui Pos.

6. Seleksi penerimaan program ini didasarkan pada pertimbangan peringkat nilai rata-rata raport, prestasi ekstrakulikuler/non akademik dan keterwakilan dari suatu daerah.

7. Hasil seleksi akan diumumkan melalui website http://sttn-batan.ac.id pada tanggal 1 April 2013.

8. Keterangan lebih lanjut hubungi Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta, Telp (0274) 484085, setiap hari kerja Senin s/d Jum'at pukul 07.30-16.00 wib atau melalui website http://sttn-batan.ac.id

Yogyakarta, 28 Januari 2013
Ketua
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir,



Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng
NIP 19600422 198301 1 001


Download pengumuman, blanko surat rekomendasi dan formulir pendaftaran disini atau disini

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

07 Januari 2012

Sepiring Makanan + Segelas Teh = 0

11 komentar

Warning : Tulisan ini di buat bukan untuk menyinggung jargon salah satu produk lokal minuman teh dalam kemasan yang sudah familiar di telinga anda. Namun hanya sedikit memberi gambaran tentang dampak dari minum teh setelah makan. Soal tindak lanjutnya, semua kembali kepada anda. Comments and critics are welcomed ^.^


Siapa yang gak mengenal teh ? Hampir semua orang yang saya temui pernah bahkan gemar minum segelas teh setiap pagi dan atau di sore hari. Saat ini, minum teh memang sudah berkembang menjadi tradisi dan gaya hidup. Di Negara Jepang saja, untuk minum teh bersama kerabat atau tamu terhormat kita harus melakukan sederet prosesi yang kompleks. Semua itu sudah menjadi tradisi sejak dahulu dan sampai saat ini masih ada beberapa keluarga yang menerapkannya. Kalo di Indonesia (berdasar pengalaman pribadi sih), saat bertamu ke rumah orang biasanya juga disuguhin dengan teh sebagai teman ngobrol bersama empunya rumah.


Jaga kesehatanmu dengan minum teh !

Meminum segelas teh, memang banyak manfaatnya. Teh dapat digunakan sebagai antioxidant yang berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan berdasar info yang saya dapat, banyak lansia di Jepang mengkonsumsi teh hijau 2 gelas per hari untuk mengurangi resiko kerusakan otak. Begitu banyak manafaat dari teh, karena kandungan dari teh itu sendiri yang terdiri atas :

1. Flouride
2. Asam amino L-theanine (memperkuat imune tubuh)
3. Antik oksidan (Polifenol – 10 kali lipat dibanding sayuran, flavonoid)
4. Quercetin, kaempfrol, dan myricetin (mencegah pengapuran pembuluh darah)
5. Cafein 40 mg percangkir

Namun tahukah anda ? Mengkonsumsinya di waktu yang tidak tepat, dapat mengurangi manfaat dari teh itu sendiri, bahkan berdampak buruk bagi kesehatan. Woow ! Ya info ini sebenarnya sudah booming di dunia maya beberapa tahun lalu. Namun saya baru mengetahuinya akhir-akhir ini. Setelah nanya si mbah google + diskusi dengan beberapa teman facebook, akhirnya saya mencoba share info ini kepada anda.

Beberapa waktu lalu, Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang melakukan riset dan memperoleh hasil bahwa minum teh setelah makan terbukti bisa mengakibatkan anemia. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi anda yang suka meminum segelas es teh atau teh hangat untuk menutup makan siang atau malam anda. Saya bersama keluarga, rekan, kerabat, teman sampai seorang yang spesial sebelumnya juga sering melakukan hal yang sama saat makan bereng. Namun semenjak mengetahuinya, saya coba merubah kebiasaan itu.

Zat tannin vs Zat besi


Ilustrasi gambar oleh http://games.theoffside.com

Bagai air dan minyak, zat tanin tidak dapat disatukan dengan zat besi. Lalu, siapakah zat tanin dan zat besi itu ? Apa hubungannya dengan kesehatan kita? Zat tanin adalah salah satu zat yang terkandung dalam teh. Saat anda menyeduh segelas teh dan meminumnya, otomatis zat tanin juga akan masuk ke dalam tubuh anda. Sedangkan, zat besi adalah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Secara alamiah zat besi diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari-hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.

Nah berdasarkan hasil riset dari dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang, jika anda minum teh sejam setelah atau bahkan sebelum makan, maka tubuh anda akan mengalami penurunan daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Dengan kata lain, hanya 36 % zat besi dari makanan yang kita konsumsi di serap tubuh. Selebihnya mungkin saja dikeluarkan bersama (maaf) feses dan urine. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh minum segelas kopi setelah makan loh. Kalo kita minum kopi, maka hanya mengurangi daya serap sebesar 39 %.

Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan.

Anekdot

Setalah membaca info ini, aku langsung teringat. Beberapa bulan lalu, di sela-sela waktu kuliah saya sempat mengikuti kegiatan donor darah yang diadakan PMI dan organisasi intern di kampusku. Setelah disedot darahnya sekantong, tubuhku langsung lemes. Mungkin karena baru pertama kali ya? Sebelum kembali kuliah, aku di suruh duduk sebentar sambil di suguhin snack ringan + segelas teh. Tanpa pikir panjang, aku langsung habisin aja (lagi doyan apa laper nih ? hihihi). Padahal kalo dipikir-pikir minum teh setelah makan malah bisa menimbulkan anemia ya? Apalagi darahku baru aja di sedot sekantong. Untung aja aku gak langsung tepar di tempat saat itu (ahahaha).

Tips & Trik !

Pada dasarnya, banyak manfaat yang bisa di ambil saat kita minum segelas teh. Namun untuk menghindari dampak buruk yang dapat ditimbulkan, kita dituntut lebih bijak untuk mengkonsumsinya. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan :

1. Setelah makan siang atau malam hindari mengkonsumsi es teh atau teh hangat. Namun tutuplah dengan jeruk hangat atau jus jeruk. Karena air jeruk banyak mengandung vitamin C yang memperbesar daya serap zat besi oleh tubuh. Atau mungkin lebih baik lagi dengan segelas air putih hangat !

2. Pilihlah waktu yang tepat untuk minum teh, seperti pagi dan sore hari.

3. Jika anda benar-benar ingin minum teh, aturlah jeda selama 2 jam sebelum atau sesudah makan.

4. Jangan terlalu lama menyeduh teh (max 5 menit), karena zat tanin di dalam daun teh akan lebih banyak yang keluar. Sebagai tandanya, saat zat tanin yang larut dalam air berlebih, maka air teh akan terasa lebih pahit.

5. Ampas teh harus dikeluarkan dari tempat penyeduhan dan hasil seduhannya dituang ke dalam sangkir – cangkir atau gelasnya. (Alasannya sama dengan poin no.4)


Sekian info kali ini, semoga bermanfaat ! :) :) :)


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

07 Juni 2010

Lotek, Murah dan Kaya Gizi

1 komentar

Sudah pernah ke Jogja? Jangan bilang sudah bila lidah anda belum pernah merasakan lezatnya masakan yang satu ini. Selain terkenal dengan sebutan “Kota Pelajar”, kota jogja memang terkenal dengan wisata kulinernya yang merakyat. Tidak heran jogja juga terkenal dengan sebutan kota angkringan, kota gudeg, dan lain sebagainya. Tetapi, tahukah anda selain gudeg dan nasi kucing, jogja masih punya makanan yang khas lainnya,yaitu “lotek”.


Kalo menurut aku sih, lotek semacam nasi pecel/ketoprak ala joga gitu. Tidak berbeda jauh dengan nasi pecel lainnya di daerah lain, lotek terdiri atas sayuran segar yang disiram dengan bumbu kacang. Bagi anda yang seorang vegetarian, lotek adalah makanan yang cocok untuk dicoba. Jangan khawatir dengan masalah kandungan gizinya. Sayuran dan bumbu kacangnya dibuat saat mau di konsumsi. Jadi jangan heran jika anda memesan 1 buah porsi lotek saja, harus menunggu waktu yang cukup lama. Dampak positifya? Lotek disajikan dalam keadaan yang benar-benar segar(fresh).

Bagi anda mahasiswa, saya sarankan untuk mencoba makanan ini. Selain kaya gizi, untuk dapat menikmati sepiring lotek anda tidak usah merogoh kocek yang cukup dalam. Cukup dengan harga Rp.3500-Rp5000 anda sudah dapat menikmati kelezatannya. Sekedar intermezzo, suatu hari saya sedang berbincang tentang lotek dengan seorang mahasiswa . Setelah berbincang dengannya, saya akahirnya tahu bahwa lotek itu kependekan dari Low Technology yang disingkat menjadi lotek. Entah benar atau sala, Usut punya usut ternyata memang lotek dibuat menggunakan peralatan yang sangat sedehana yaitu menggunakan alat penumbuk bumbu dari batu yang dalam bahasa jawanya disebut "cobek". Tapi jangan kira, walau dibuat dengan teknologi sederhana soal kebersihan dan kandungan gizinya bisa bersaing dengan makanan yang tersaji di restaurant mahal. Dan yang paling penting lotek sangat cocok dengan dompet mahasiswa.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....