Tampilkan postingan dengan label laporan praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan praktikum. Tampilkan semua postingan

01 Februari 2013

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. PABRIK TUBAN

13 komentar
LAPORAN KERJA PRAKTEK
DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk. PABRIK TUBAN
(SEKSI PEMELIHARAAN SISTEM KONTROL)
PERIODE 1 AGUSTUS-31 AGUSTUS 2012


INTISARI

PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. sebagai salah satu BUMN yang bergerak dibidang pembuatan semen merupakan salah satu perusahaan yang dalam aktifitas produksinya sudah menerapkan kecanggihan dari teknologi sistem kontrol dan informasi yang berbasis komputer. Sehingga kuantitas produksi dapat meningkat dan melahirkan produk-produk semen dengan kualitas yang terkomputerisasi. Namun dalam penggunaanya, pemeliharaan sistem kontrol harus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan untuk menjamin kelancaran proses produksi.

Tujuan dari analisis sistem kontrol dalam proses produksi semen adalah untuk mengetahui sistem kontrol yang sedang berjalan secara detil dan terperinci di PT. Semen Gresik (Persero) pabrik tuban dan untuk memberikan kemudahan
dalam melakukan proses pemeliharaan sistem kontrol.



Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis meliputi studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan meliputi wawancara dan pengamatan. Studi pustaka dilakukan dengan penelitian kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dihadapi penulis.

Berdasarkan hasil analisis terhadap sistem kontrol yang telah berjalan di PT. Semen Gresik (Persero) pabrik tuban, semua perhitungan mengenai kontrol di plant dilakukan oleh kontroler. Sebagai otak pengaturan dari Distributed Control System (DCS), kontroler berfungsi melakukan pengontrolan regulatory,sequence, atau batch. Konfigurasi Distributed Control System (DCS) terdiri dari tiga bagian, yaitu Field Instrument, Controller, dan Human Machine Interface (HMI). Komunikasi antara kontroler dan instrumen dihubungkan melalui kabel biasa pada modul I/O pada Programmable Logic Controller (PLC) sesuai pengalamatan masing-masing komponen instrument tersebut dengan program yang dibuat.


Kata Kunci : sistem kontrol, pemeliharaan, DCS, PLC

Bagi anda yang ingin mendownload laporan kerja praktek ini secara lengkap, silahkan klik disini.






Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

19 Desember 2009

Laporan Penelitian Biologi Pengaruh Jenis Nutrient Terhadap Kecepatan Tumbuh pada Tanaman Kacang Hijau

2 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 .Latar belakang

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel; dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal. Pertama, pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titik tumbuh) di titik tumbuh primer dan sekunder. Kedua, pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel. Misalnya penyerapan air ke dalam vakuola yang menyebabkan sel membesar serta terbentuknya jaringan, organ, dan individu melalui proses diferensiasi sel dan atau / spesialisasi.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan perkecambahan biji. Kemudian kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna, yang kemudian tumbuh membesar.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan atas faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan adalah gen dan hormon. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan adalah air, suhu, kelembapan, oksigen cahaya dan makanan.

Makanan atau nutrient adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Nutrient yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya karbondioksida dan air tetapi juga unsur mineral baik makro maupun mikro elemen. Ada 9 makroelemen atau bahan organik yaitu karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalsium, kalium, dan magnesium. Sedangkan mikroelemen terdiri atas zat besi (Fe), klorin, tembaga, magnesium, seng, molibdenum, boron dan nikel. Mikroelemen berfungsi sebagai kofaktor reaksi enzimatik dalam tumbuhan.

Pada umumnya tumbuhan mendapatkan mineral tersebut dari dalam tanah. Namun tidak semua tanah mengandung unsur mineral yang cukup untuk tumbuhan tersebut. Padahal tumbuhan sangat memerlukan mineral-mineral tersebut untuk menunjang pertumbuhannya. Jika hal ini terjadi, tumbuhan akan mengalami defisiensi yang mengakibatkan pertumbuhan terganggu dan jika berkelanjutan akan menyebabkan kematian. Untuk itu, agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik diperlukan adanya tambahan nutrient yang sesuai.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas terdapat masalah yang hendak di cari jawabannya :
1. Apakah terdapat perbedaan kecepatan tumbuh antara tumbuhan kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak ?
2. Apakah jenis nutrient mempengaruhi kecepatan tumbuh pada kacang hijau ?
3. Jenis nutrient manakah yang membuat kecepatan tumbuh kacang hijau lebih baik dan cepat ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perbedaan kecepatan tumbuh antara tumbuhan kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak.
2. Untuk mengetahui perbandingan kecepatan tumbuh kacang hijau antara jenis nutrient yang satu dengan yang lain.
3. Untuk mengetahui jenis nutrient yang tepat agar kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik.

1,4 Hipotesis
1. Terdapat perbedaan kecepatan tumbuh kacang hijau antara kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak. Dimana kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat bila di beri tambahan nutrient berupa pupuk.
2. Jenis nutrient mempengaruhi kecepatan tumbuh kacang hijau. Masing-masing nutrient memberikan hasil yang berbeda.
3. Jenis nutrient yang tepat agar kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik adalah pupuk bokashi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kacang Hijau
2.1.1.Klasifikasi Kacang hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (±60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram, atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut ini.
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Fabales

Famili: Fabaceae

Genus: Vigna

Spesies: V. radiate
2.1.2 Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya, cabangnya menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Polong kacang hijau berbentuk silendris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam. Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.
2.1.3 Syarat Tumbuh
Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi
2.2 Tanah
Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
Secara umum, tanah dapat dinyatakan sebagai tempat di permukaan bumi, tempat tanaman bisa tumbuh dan berkembang biak. Untuk usaha pertanian tanah harus terdiri atas :
• Sisa-sisa tanaman yang mengalami pelapukan.
• Mikroflora / fauna dan serangga yang masih hidup maupun yang sudah mati dan meninggalkan sisa-sisa tubuhnya.
• Atmosfer tanah, yang terdiri dari zat lemas (nitrogen) dan zat asam arang (karbon doksida)
• Air yang bebas maupun yang terikat pada bagian-bagian tanah.
• Zat-zat hara dalam bentuk anorganis dan organis.
2.3. Pupuk sebagai nutrisi pertumbuhan
Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah akibat adanya pengurangan persediaan zat mineral dari dalam tanah tersebut. Pemupukan tidak dapat langsung diberikan tanpa adanya penelitian terlebih dahulu. Banyak factor yang mempengaruhi untuk menentukan banyaknya pupuk diperlukan. Faktor-faktor itu antara lain :
o Kesuburan tanah itu sendiri
o Keasaman tanah
o Kelembapan tanah
o Tinggi rendahnya bahan organis dalam tanah
2.3.1 Jenis-jenis pupuk
Pupuk dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Pupuk anorganik / buatan
2. Pupuk organic / alami
 Pupuk anorganik dibedakan dalam 2 kelompok yaitu :
• Pupuk tunggal, pupuk yang hanya mengandung satu jenis zat hara.
• Pupuk majemuk, pupuk yang mengandung lebih dari satu zat hara.
 Pupuk organis berfungsi untuk mengemburkan tanah, meningkatkan populasi jasadrenik, daya serap dan daya simpan air. Adapun beberapa contoh pupuk organis yaitu :
• Pupuk kandang
• Pupuk hijau
• Humus
• Kompos
• Bokashi
2.3.2 Pupuk urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.
Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintes.
2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
3. Menambah kandungan protein tanaman
4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan
Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen
1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan
2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas
4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya
2.3.2 Pupuk Kandang
Pupuk kandang merupakan sumber unsur hara bagi tanaman yang murah dan mudah diperoleh. Macam-macam pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Selain mengandung unsur hara, pupuk kandang juga membantu dalam penyimpanan air, terutama pada saat musim kemarau.

Pupuk kandang dibagi menjadi dua macam: a) pupuk padat dan b) pupuk cair. Susunan hara pupuk kandang sangat bervariasi tergantung macamnya dan jenis hewan ternaknya. Nilai pupuk kandang dipengaruhi oleh: 1) makanan hewan yang bersangkutan, 2) fungsi hewan tersebut sebagai pembantu pekerjaan atau dibutuhkan da¬gingnya saja, 3) jenis atau macam hewan, dan 4) jumlah dan jenis bahan yang digunakan sebagai alas kandang.

2.3.2 Pupuk Bokashi

Bahan bokashi sangat banyak terdapat di sekitar lahan pertanian, seperti misalnya jerami, pupuk kandang, rumput, pupuk hijau, sekam padi, sebuk gergaji, dan lain-lain. Semua bahan organik yang akan difermentasi oleh mikroorganisme fermentasi dalam kondisi semi anaerobik pada suhu 40-500 C. Hasil fermentasi bahan organik berupa senyawa organik mudah diserap oleh perakaran tanaman.

Manfaat Bokashi
Untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murah dan mudah bagi petani. Tehnologi tersebut dituntut ramah lingkungan dan dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada dilingkungan pertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian.

Penggunaan pupuk bokashi merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada pertanian saat ini. Pupuk bokashi adalah pupuk organik (dari bahan jerami, pupuk kandang, samapah organik, dll) hasil fermentasi dengan yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, sehingga efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Bagi petani yang menuntut pemakaian pupuk yang praktis, bokashi merupakan pupuk organik yang dapat dibuat dalam beberapa hari dan siap dipakai dalam waktu singkat. Selain itu pembuatan pupuk bokashi biaya murah, sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani padi, palawija, sayuran, bunga dan buah dalam peningkatan produksi tanaman.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan waktu penelitian
• Tempat penelitian : Rumah penulis
• Waktu penelitian : 18 - 25 November 2008

3.2. Populasi dan sampel penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman palawija.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kacang hijau.

3.3. Variable penelitian
1. Variabel bebas : Tanah dengan tambahan nutrient berupa
Pupuk bokashi, pupuk kandang dan
pupuk kimia (urea).
2. variabel terikat : Kecepatan tumbuh kacang hijau
3. Variabel kontrol : Tanah tanpa pemberian nutrient (pupuk) /
tanah normal

3.4 Alat dan bahan penelitian
Alat :
1. 4 buah polybag
2. kertas label
3. Penggaris

Bahan :
1. Tanah
2. 16 butir kacang hijau
3. pupuk kimia (urea)
4. pupuk kandang (kambing)
5. pupuk Bokashi
6. air

3.5. Cara kerja
Cara kerja penelitian :
1. Menyediakan masing-masing 4 buah polybag yang diberi label A, B, C dan D. Dimana polybag A akan berisi tanah, polybag B akan berisi tanah dan pupuk kandang, polybag C berisi tanah dan pupuk urea dan polybag D berisi tanah dan pupuk Bokashi.
2. mengambil 4 bagian tanah untuk dimasukkan ke masing-masing polybag tersebut, sebanyak @ 750 gram.
3. Memasukkan 1 bagian tanah ke polybag A.
4. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk kandang sebanyak ¼ bagian (187,5 gram) dan memasukkannya pada polybag B.
5. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk urea sebanyak ½ sendok teh dan memasukkannya pada polybag C.
6. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk Bokashi sebanyak ¼ bagian (187,5 gram) dan memasukkannya pada polybag D.
7. menabur benih / biji kacang hijau kepada masing-masing pot 4 biji, pada kedalaman 2,5 cm.
8. memberikan air pada masing – masing pot, 2 X sehari air secukupnya.
9. mengamati dan mengukur pertumbuhan kacang hijau tiap harinya selama 7 hari.

3.6. Rancangan tabulasi data penelitian
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
Rata-rata



BAB IV
DATA dan PEMBAHASAN

4.1. Data
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah Normal

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,7 0,9 0,0 1,0 0,65
3 Jum'at, 21 November 2008 7,0 7,4 6,3 8,0 7,18
4 Sabtu, 22 November 2008 9,9 10,0 9,6 10,3 9,95
5 Minggu, 23 November 2008 11,7 11,5 11,0 12,0 11,55
6 Senin, 24 November 2008 12,7 12,8 12,5 14,0 13,00
7 Selasa, 25 November 2008 13,5 14,4 13,8 14,5 14,05
Rata-rata 7,93 8,14 7,60 8,54

Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan
pupuk kandang

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,0 1,6 1,2 0,6 0,85
3 Jum'at, 21 November 2008 6,3 7,9 7,4 6,5 7,03
4 Sabtu, 22 November 2008 10,3 10,7 10,6 10,5 10,53
5 Minggu, 23 November 2008 11,8 14,5 14,0 13,4 13,43
6 Senin, 24 November 2008 13,3 15,5 15,0 14,8 14,65
7 Selasa, 25 November 2008 13,0 16,0 15,5 15,3 14,95
Rata-rata 7,81 9,46 9,10 8,73

Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan
Pupuk Urea

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 1,2 1,2 0,8 1,4 1,15
3 Jum'at, 21 November 2008 7,0 7,2 4,3 7,8 6,58
4 Sabtu, 22 November 2008 10,0 11,5 7,5 11,8 10,20
5 Minggu, 23 November 2008 12,5 14,6 9,0 14,6 12,68
6 Senin, 24 November 2008 13,0 15,6 11,9 15,8 14,08
7 Selasa, 25 November 2008 13,4 15,8 12,3 16,0 14,38
Rata-rata 8,16 9,41 6,54 9,63



Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan bokasi

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,0 0,7 0,5 1,3 0,63
3 Jum'at, 21 November 2008 4,3 6,0 5,8 7,5 5,90
4 Sabtu, 22 November 2008 10,0 10,5 10,3 12,2 10,75
5 Minggu, 23 November 2008 13,0 14,6 13,0 14,8 13,85
6 Senin, 24 November 2008 14,2 15,0 14,0 16,0 14,80
7 Selasa, 25 November 2008 13,8 17,0 15,0 17,5 15,83
Rata-rata 7,90 9,11 8,37 9,90

Perbandingan rata-rata tinggi kacang hijau dalam Cm
No. Hari penanaman normal kandang urea bokasi

1 1 0,00 0,00 0,00 0,00
2 2 0,65 0,85 1,15 0,63
3 3 7,18 7,03 6,58 5,90
4 4 9,95 10,53 10,20 10,75
5 5 11,55 13,43 12,68 13,85
6 6 13,00 14,65 14,08 14,80
7 7 14,05 14,95 14,38 15,83


4.2 Pembahasan
Pada hari ke-1 semua tanaman kacang hijau belum terlihat tumbuh di atas permukaan tanah. Semua tanaman kacang hijau yang tumbuh baik di polybag A, polybag B, maupun Polybag C dan D sama-sama mulai tumbuh dan muncul di permukaan tanah pada hari ke-2. Akan tetapi, tanaman kacang hijau yang diberi pupuk baik pupuk urea maupun pupuk kandang kecuali pupuk bokashi, tinggi rata-rata kacang hijau sedikit lebih tinggi daripada tinggi rata-rata kacang hijau yang tidak di beri pupuk (tanah normal). Walaupun, perbedaan tingginya tidak terlihat jelas.
Pada hari ke-3 belum juga terlihat jelas perbedaan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau. Tanaman kacang hijau yang diberi tambahan nutrient berupa pupuk urea tumbuh lebih cepat, terlihat dari tingginya yang lebih tinggi dari pada tanaman kacang hijau lainnya. Selain itu, tidak seperti hari sebelumnya, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal lebih tinggi dari pada tanaman kacang hijau yang di beri pupuk kandang maupun pupuk bokashi.
Pada hari ke-4 terjadi perubahan, dimana tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi terukur paling tinggi diantara lainnya. Namun, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk urea maupun pupuk kandang, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal.
Pada hari ke-5 tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi kembali terukur lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau lainnya baik itu tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang, urea maupun pada tanah normal.
Seperti pada hari sebelumnya, pada hari ke-6 dan ke-7 tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi terukur paling tinggi diantara lainnya. Selain itu, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal dan pupuk urea. Tidak hanya itu, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk urea, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal.
Selama tujuh hari waktu pengukuran tanaman kacang hijau, tanaman kacang hijau yang diberi tambahan nutrient baik pupuk bokashi, urea maupun pupuk kandang kecepatan tumbuhnya diatas kecepatan tumbuh tanah normal (tanah tanpa pupuk). Hal ini ditandai dengan tinggi rata-ratanya yang lebih tinggi dibanding tinggi rata-rata tanah normal.
Perbedaan tinggi kacang hijau pada masing-masing polybag mulai terlihat jelas pada hari ke emapat. Dimana tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi memiliki tinggi rata-rata 10,75 Cm, di susul pupuk kandang dengan tinggi 10,53 Cm, dan pupuk urea dengan tinggi rata-rata 9,95 Cm. Urutan tinggi rata-rata ini tidak berubah samapia pada hari akhir pengamatan (hari 7).
Dari tabel dan digram di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan kacang hijau yang baik adalah kacang hijau yang di berikan tambahan nutrisi pertumbuhan berupa pupukbokashi. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan kacang hijau pada hari ke 4, 5, 6 dan 7 yang diberi pupukbokashi lebih tinggi dibanding pertumbuhan kacang hijau yang hanya di beri air maupun pupuk urea dan kandang. Hal ini membuktikan pemberian nutrient yang benar dan jenis nutrient dapat berpengaruh pada pertumbuhan kacang hijau.

BAB V
KESIMPULAN dan SARAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
 Kecepatan tumbuh kacang hijau mempunyai perbedaan antara kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak. Dimana kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat bila di beri tambahan nutrient berupa pupuk.
 Perbedaan jenis nutrient terbukti dapat mempengaruhi kecepatan tumbuh tanaman kacang hijau. Dimana masing-masing nutrient memberikan hasil yang tidak sama atau berbeda.
 Jenis nutrient yang cocok untuk kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik adalah pupuk bokashi.
5.2 SARAN
Adapun saran penulis yaitu :
 Penelitian ini di buat dengan waktu yang singkat (±7 hari), maka perlu diadakan penelitian lanjutan seperti ini yang memerlukan waktu lebih banyak agar hasil penelitian dapat dikatakan sempurna.
 Pengamatan dalam penelitian ini, masih terbatas hanya melihat ataupun mengukur tinggi tanaman kacang hijau setiap harinya Sehingga diperlukan penelitian selanjutnya agar juga dapat melihat factor pertambahan besar batang tanaman.

Daftar Pustaka

Langkah sembiring, dkk. 2005. Biologi Kelas XII jilid 3a SMA. Jakarta; Sunda kelapa pustaka.
Pratiwi D.A, sri maryati, srikini, Suharno, Bambang S. 2007 . Biologi untuk SMA kelas XII. Jakarta: Erlangga.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau - 23k –
http://nasih.staff.ugm.ac.id/p/007%20p%20o.html
http://pusri.wordpress.com/2007/09/22/mengenal-pupuk-urea/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/08/dasar-agronomi-kacang-hijau.html

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

18 November 2009

Laporan klasifikasi dan struktur anatomi Molusca

30 komentar
Lagi obrak-abrik laptop, eh malah nemuin file-file laporan pas SMA. Mengingat zaman perjuangan sewaktu SMA dulu, waktu ngerjain laporan ini, lumayan susah cari referensi, Langsung aja aku posting ke blog ini. Laporan ini aku spesialkan buat adik-adik kelasku yang ada di SMA N 1 Biak Kota. Struktur laporannya masih berantakan. Makulumlah, laporan ini dibuat sewaktu aku masih duduk di bangku kelas X SMA.

semoga bermanfaat.


Pendahuluan

Kita sebagai makhluk ciptaannya patut bersyukur dengan apa yang telah di ciptakannya.Di bumi ini, keanekaragaman hewan sangat beragam jenisnya. Oleh karena itu, kita perlu mengklasifikasikannya untuk mempermudah dalam memepelajarinya. Klasifikasi bertujuan untuk memepermudah mengenal objek yang beranekaragam dengan cara melihat/mencari persamaan dan perbedaan ciri dan sifat pada objek tersebut. Keuntungan yang diperoleh dengan menklasifikasikan makhluk hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang dipelajari serta mempermudah dalam penaman nama ilmiah.
Dalam klasifikasi terdapat kingdom/dunia animalia (hewan). Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti : mollusca dan echinodermata. Kata mollusca berasal dari bahasa latin mollis yang berarti lunak. Oleh sebab itu, mollusca disebut hewan bertubuh lunak. Tubuh mollusca berbentuk bulat simetris dan tidak bersegmen. Hidup di air laut, tawar dan di darat. Sebagian besar jenis mollusca memiliki cangkang (mantel), yaitu lapisan jaringan yang menutupi organ-organ viseral dan membentuk rongga mantel. Cangkang mollusca tersusun atas zat kapur yang berguna untuk melindungi diri. Namun ada yang tidak memiliki cangkang. Filum ini di bagi menjadi beberapa kelas yaitu: Amphineura / Polyplachopora, Gastropoda, Scaphopoda, pelecypoda dan cehalopoda. Dalam kelas Cehalopoda merupakan hewan yang kakinya berada di kepala. Kaki ini dikenal dengan nama tentakel atau lengan yang berfungsi untuk menangkap mangsa contohnya adalah cumi-cumi. Dalam kelas scahopoda seperti bekicot hidup di air laut dan tubuh dilengkapi tentakel kecil yang bernama kaptakula.
Selain filum mollusca ada juga filum echinodermata, echinodermata berasal dari bahasa latin echinos (duri) dan derma (kulit). Oleh sebab itu, echinodermata disebut hewan berkulit duri. Echinodemata merupakan hewan yang tidak memilik segmen. Kulit tubuh berduri dan tersusun atas lempeng-lempeng zat kapur. Gerakan Echinodermata dilakukan dengan kaki amburakal. Hewan ini banyak hidup di perairan laut.Berkembang biak secara seksual dan pembuahan berlangsung di air. Dan memiliki daya regenerasi. Filum ini terbagi atas kelas asteroidea seperti bintang laut, Echinoidea seperti bulu babi, Ophiuroidea seperti bintang ular, Holothuroidea seperti teripang dan Crinoidea seperti lilia laut.
Dalam laporan ini, adapun masalah yang kami identifikasi adalah pengklasifikasian, gambar tubuh, manfaat bagi kehidupan untuk kehidupan sehari-hari, ciri-ciri dari hewan-hewan : cumi-cumi, duri babi/bulu babi, bekicot, teripang, bintang laut dan bintang ular.

Metode kerja
Praktikum ini kami kerjakan secara berkelompok. Kami menyediakan alat dan bahan serta melakukan eksperimen/pembedahan . Waktu yang kami gunakan untuk melakukan praktikum ini adalah selama ± 1minggu .

Alat dan bahan
Alat dan bahan yang kami pakai untuk melaksanakan praktikum ini adalah :

Alat:
 Pisau
 Pensil
 Kertas

Bahan :
Hewan-hewan laut seperti;
 Cumi-cumi
 Bulu babi
 Bekicot
 Bintang laut
 Bintang ular
 teripang

Pembahasan

1. Cumi-cumi


a. Klasifikasi cumi-cumi :
Kingdom : animalia
Phylum : Mollusca
Class : Chepalopoda
Sub kelas : Coloidea
Super ordo : Decapodiformes
Ordo : decapoda
Family : Loliginidae
Genus : Loligo
Spesies : Loligo indica
b.Bagian tubuh cumi-cumi dan fungsinya
Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya, meskipun disebut ikan. Mereka mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bergerak lihai karena adanya sistem yang sangat menarik. Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang di bawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
Cara kerja tubuhnya itu sangatlah rumit. Pada kedua sisi kepala hewan ini terdapat lubang yang menyerupai kantung. Air disedot masuk melalui lubang ini menuju suatu rongga berbentuk tabung di dalam tubuhnya. Kemudian ia menyemprotkan air tersebut keluar dari pipa sempit tepat di bawah kepalanya dengan tekanan tinggi, sehingga dengannya ia mampu bergerak cepat ke arah yang berlawanan akibat gaya reaksi.
Seekor sumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gerak sangat cepat karena pengerutan otot yang cepat ini. Ketika kecepatannya saja tidak cukup untuk melindungi dirinya, mereka menyemprotkan tinta pekat dan berwarna gelap yang diolah di dalam tubuhnya. Tinta ini mengejutkan pemangsa beberapa detik, yang biasanya cukup bagi cumi-cumi untuk melarikan diri. Ikan-ikan yang tak diketahuinya di belakang gumpalan tinta tersebut segera menghindari wilayah ini.
Sistem pertahanan dan gaya berenang reaksi pada cumi-cumi juga berguna bagi mereka selama berburu. Mereka dapat menyerang dan mengejar mangsanya dengan kecepatan tinggi. Sistem saraf yang begitu rumit mengatur pengerutan dan pengenduran yang dibutuhkan untuk gaya renang reaksinya. Oleh karenanya, sistem pernapasan mereka juga sempurna, yang menghasilkan metabolisme tubuh yang tinggi yang diperlukan untuk semburan air berkecepatan tingginya.
Cumi-cumi sangat terbantu selama berburu dengan adanya alat peraba (tentakel) pada mulutnya. Tentakel yang seperti cambuk ini biasanya tetap tergulung dalam kantung yang terletak di bawah lengan-lengannya. Ketika menemukan mangsa, cumi-cumi menjulurkan tentakel untuk menyergapnya. Makhluk ini bergantung pada lengan-lengannya (keseluruhan berjumlah delapan) yang telah dirancang dengan tepat. Ia mampu dengan mudah mencabik-cabik seekor kepiting menjadi serpihan kecil dengan menggunakan paruhnya. Cumi-cumi menggunakan paruhnya dengan begitu terampil sehingga mampu dengan baik melubangi kulit cangkang kepiting dan mengeluarkan dagingnya dengan lidah.
Bentuk mata cumi-cumi sangat rumit. Cumi-cumi dapat memusatkan pupil dengan membawa lensa mendekati retina. Ia juga bisa menyesuaikan volume cahaya yang dimasukkan ke dalam matanya dengan menutup atau membuka lidah kecil di samping matanya.
Ketika menyemburkan air keluar, otot-otot jenis melingkar menegang dengan cara memanjang. Namun, karena mempunyai kecenderungan mempertahankan volumenya, lebarnya meningkat, yang biasanya akan memanjangkan tubuhnya. Sementara itu, otot-otot bujur yang meregang mencegah pemanjangan ini. Otot-otot jari-jari tetap meregang selama kejadian ini yang menyebabkan selubung pelindung menebal. Setelah semburan air yang amat cepat, otot-otot jari-jari mengerut dan menyusutkan panjangnya, yang menyebabkan selubung kembali menipis, dan rongga selubung terisi air kembali.
Di bawah kulit cumi-cumi tersusun sebuah lapisan padat kantung-kantung pewarna lentur yang disebut kromatofora. Dengan menggunakan lapisan ini, cumi-cumi dapat mengubah penampakan warna kulitnya, yang tidak hanya membantu dalam penyamaran akan tetapi juga sebagai sarana komunikasi. Misalnya, seekor cumi-cumi jantan menunjukkan warna yang berbeda ketika kawin dengan warna yang digunakan ketika berkelahi dengan seekor penantang.
Saat cumi-cumi jantan bercumbu dengan cumi-cumi betina, kulitnya berwarna kebiruan. Jika jantan lain datang mendekat pada waktu ini, ia menampakkan warna kemerahan pada separuh tubuhnya yang terlihat oleh jantan yang datang itu. Merah adalah warna peringatan yang digunakan saat menantang atau melakukan serangan.
Lapisan tipis kulit yang menutupi lengan dan tubuh makin membantu sistem berenang reaksi pada cumi-cumi. Cumi-cumi mengapung dalam air dengan cara melambai-lambaikan selaput berbentuk menyerupai tirai ini. lengannya, di pihak lain, berguna menyeimbangkan tubuh selama mengambang. Lengan-lengan juga berguna mengerem untuk menghentikan laju.
Cumi-cumi memiliki lapisan urat otot (tendon) yang disebut jubah, sebagai pengganti otot bujur yang terdapat pada gurita. Jubah ini terdiri atas dua lapisan yang menutupi bagian dalam dan luar tubuhnya, seperti halnya otot-otot bujur. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat otot-otot melingkar. Otot-otot jari-jari terletak di antara keduanya, dalam arah tegak lurus.
 Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir.
 Mulut : tempat masuknya makanan.
 Mata : sebaga alat penglihatan
 Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
 Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.
 Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat penghasil empedu.
 Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rongga mulut dan lambung.
 Insang : sebagai organ pernapasan.
 Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.
 Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.
 Ovarium : penghasil sel telur.
 Rektum : sebagai bagian usus belakang yang membuka ke anus.
 Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung tinta. Tinta akan di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan kedatangan / beretemu pemangsa/predator.
c. Manfaat bagi kehidupan manusia Cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi.
d.Ciri-ciri
 Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya. Mampu bergerak lihai.
 Kakinya terletak di kepala disebut dengan tentakel.panjang tentakel dapat mencapai 1,5 panjang tubuh.
 Tempat hidup di air laut.
 Tubuh terdiri atas kepal, badan dan leher. Kepala dilengkapi dengan sepasang mata dan tentakel.
 Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang di bawahnya air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
 Memiliki delapan tangan,dan dua tentakel pengisap dan tubuh relatif langsing.

2. Bekicot



a.klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Schapopoda
Genus : dentalium
Spesies : dentalium
b.Bagian tubuh bekicot dan fungsinya
Cangkang berbentuk taring atau terompet sehingga di kenal dengan kerang terompet.Kedua ujungnya terbuka , dan panjang cangkang sekitar 3-6 cm.Tubuh dilengkapi dengan tentakel kecil yang di kenal dengan nama kaptakuala.
c.manfaat bagi manusia
Bekicot merupakan sumber gizi hewani yang cukup tinggi.Creswell dan Kopiang (1981) merinci komposisi kimia bekicot, ternyata dagingnya memang kaya protein. Cangkang bekicot kaya kalsium, dan dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino.
Sementara itu sumber data lain menunjukkan, protein yang terkandung sekitar 12 gram per 100 gram dagingnya. Kandungan lain adalah lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 78 mg, Fe 1,7 mg serta vitamin B komplek terutama vitamin B2.

Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 gr daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin 4,62 gr, lisin 4,35 gr, arginin 4,88 gr, asam aspartat 5,98 gr, dan asam glutamat 8,16 gr.
d.ciri-ciri
 Hidup di laut
 Cangkang berbentuk taring atau terompet sehingga di kenal dengan kerang terompet.
 Kedua ujungnya terbuka , dan panjang cangkang sekitar 3-6 cm.
 Tubuh dilengkapi dengan tentakel kecil yang di kenal dengan nama kaptakuala.

3.Teripang



a.Klasifikasi
Klasifikasi teripang :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Holothuroidea
Genus : Holothuria
Spesies : Holothuria indica
b.Bagian tubuh teripang dan fungsinya
 tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat penagkap mangsa.
 Stomach/perut : sebagai alat pencernaan.
 Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.
 Saluran kelamin : Berfungsi sebagai saluran menuju gonad.
 Madreporit : Lempeng tali lapisan pada ujung saluran air.
 Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan rngga mulut dan lambung.
 Dorsal mesentery : berfungsi sebagai pembungkus usus dan menggantungnya ke dinding tubuh pinggang.
 Anus : mengeluarkan sisa metabolisme pada teripang.
 Cloaca : sebagai alat pencernaan.
 Intestin : sebagai alat pencernaan yang letaknya di antara pilorus hingga usus.
c. Manfaat bagi kehidupan manusia teripang merupakan sumber makanan bagi mausia.

d. ciri-ciri:
• Bentuk tubuh menyerupai mentimun yang berkulit lunak.
• Tidak mempunyai lengan dan duri mereduksi menjadi spikula
• Daya regenerasi tinggi.
• Berwarna hitam coklat dan hijau.
• Dilengkapi alat pembelaan diri berupa zat perekat yang di hasilkan dari anullus.
• Mulut dan anus terletak pada ujung berlawanan.
• Mulut dikelilingi oleh tentakel

4. Bintang laut

a. klasifikasi
Klasifikasi bintang laut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Asteroidea
Genus : Asteroidea
Spesies : Asteroidea sp
b.bagian tubuh dan fungsinya
• Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
• Saluran batu
• Saluran cincin
• saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
• Saluran lateral
• Ampula
• Kaki tabung
Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula.Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.
 Stomach : sebagai alat pencernaan.
 Mulut : tempat menyerap makanan
 Anus : mengeluarkan sisa metabolisme .
 Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.
C. peranan bintang laut bagi kehidupan
Sebagai detrivor yaitu pemakan materi organik ,herbivora, karnivora, kotoran dan bangkai laut. Sehingga laut menjadi bersih dan keseimbangan ekosistem terjaga.
d.ciri-ciri :
 Tubuh terdiri atas lima lengan atau lebih yang tersusun radial.
 Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor.
 Ujung tentakel pada bintik matayang mengandung pigmen merah ,peka terhadap cahaya.
 Permukaan tubuh bagian atas di tutupi duri-duri tumpul berbentuk catut (pediselaria).
 Pada umumnya berwarna oranye,biru, ungu, hijauatau gabungan warna-warna tersebut.
 Alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan.
 Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral).
 Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit.
 Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.

5. Bintang ular


a.klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Ophiuroidea
Genus : Ophiuroidea
Spesies : Ophiuroidea brevispinum
b.bagian tubuh dan fungsinya
Hewan ini memiliki kerangka dalam yang terdiri dari lempeng-lempeng kapur.Lempeng-lempeng kapur ini bersendi satu dengan yang lainnya dan terdapat di dalam kulit. Hewan ini juga umumnya mempunyai duri-duri kecil. Duri-durinya berbentuk tumpul dan pendek.
 Stomach : sebagai alat pencernaan.
 Mulut : tempat menyerap makanan
 Gonad : kelenjar kelamin yang berfungsi sebagai penghasil hormon kelamin.
c. peranan bintang ular bagi kehidupan
Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan echinodemata seperti bintang ular Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata. Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.
d. ciri-ciri
 Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular.
 Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral.
 Hewan ini tidak mempunyai amburakal dan anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya.
 Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam.
 Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir.
 Ia sangat aktif di malam hari.
 Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).


6. bulu babi

a.Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Echinoidea
Genus : Echinos
Spesies : Echinos sp
b. bagian tubuh dan fungsinya
Hewan ini memiliki kerangka dalam yang terdiri dari lempeng-lempeng kapur.Lempeng-lempeng kapur ini bersendi satu dengan yang lainnya dan terdapat di dalam kulit. Hewan ini juga umumnya mempunyai duri-duri kecil. Duri-durinya berbentuk tumpul dan pendek.
c. peranan bintang ular bagi kehidupan
Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan echinodemata seperti bulu babi. Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata. Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.
d.ciri-ciri :
 mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan.
 Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya.
 Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles. Sedangkan anus, madreporit dan lubang kelamin terdapat di permukaan atas.

7. Struktur tubuh Echinodermata (bintang laut, bintang ular, bulu babi)dan fungsinya:
1. Sistem Ambulakral
• Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
• Saluran batu
• Saluran cincin
• saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
• Saluran lateral
• Ampula
• Kaki tabung
Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula.Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.
2. Sistem Reproduksi
Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.
3. Sistem Pencernaan Makanan
Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudia diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.
4. Sistem Pernafasan dan Ekskresi
Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermatayang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
5. Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.
6. Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.


Keesimpulan
Filum Mollusca (hewan lunak) di bagi menjadi beberapa Kelas diantaranya adalah chepalopoda seperti cumi-cumi dan schopoda seperti bekicot yang masing-masing , memiliki karakteristik, ciri-ciri,fungsi dan lain-lain. Mollusca sering di manfaatkan sebagai bahan makanan karena berprotein tinggi. Sehingga sangat cocok di konsumsi oleh manusia. Sedangkan pada filum echinodermata (hewan berkulit duri) terbagi atas beberapa kelas yaitu ; Asteroidea seperti bintang laut, echinoidea seperti bulu babi, Ophiuroidea seperti bintang ular, Holothuroidea seperti teripang.Filum ini sangat bermanfaat karena Echinodermata adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.






Daftar Pustaka
Hadi Susantoro.s,Trijoko,Y.A.Purwesti.2005.Biologi Kelas X jilid Ib.edisi 2005:Sunda Kelapa.
Rukmansyah.2006.Kamus Pintar Biologi Untuk SMP.Bandung:Epsilon Group.
Tim Perkamusan Ilmiaah.2005.Kamus Pintar Bioalogi.Surabaya:Citra Wacana.
Tim Penyusun Pr Biologi.2003.Biologi untuk kelas 1SLTP.Klaten : Intan Pariwara.
www.google.com
www.info@harunyahya.com
www.library.thingquest.org
www.yahoo.com

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

Praktikum Asam Basa

14 komentar
A.Judul Percobaan
Larutan Asam-Basa

B. Tujuan percobaan
Kami melakuakan percobaan untuk dapat memahami membedakan antara larutan-larutan Asam maupun basa yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

C. Landasan Teori
Landasan teori yang dipakai untuk melakukan praktikum ini adalah:
Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa)dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
Pada tahun 1884 svante arhenius mengemukakan teori tentang asan dan basa yaitu teori asanm basa arhenius. Menurutnya, asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ diman ion tersebut merupakan satu-satunya ion yang ada dalam larutan. Basa merupakan zat yang apabila di larutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH-, dan ion tetsebut meerupakan ion satu-satunya yang ada di dalam larutan.
Pada tahun 1923ahli kima denmark bernama J.N broansted dan ahli kimia inggris bernama T.N lowry mengemukakan teori yang bernama teori asam basa broansted-lowry, yang berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat pwnerima poton (proton asptor) di sebut basa. Dari definis tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi daria asam tersebut. Demikian pula dengan basa , setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dar basa tersebut.
Paa tahun 1932 G.N lewis menyatakan teori yang berbunyi basa dalah zat yang memiliki satu atu lebih pasangan elektron bebas yang dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentui ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.

D. Metode Kerja
Praktikum ini kami kerjakan secara bersama sama yang terdiri dari seluruh siswa kelas XI IPA 4. Kami menyediakan alat dan bahan serta melakukan eksperimen menguji larutan-larutan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, apakah termasuk larutan asam maupun basa, di dlam ruangan kelas XI IPA 4. Waktu yang kami gunakan untuk melakukan praktikum ini adalah selama ± 1 jam mata pelajaran pada tanggal 1-02-2008.
E. Alat dan bahan
Alat dan bahan yang kami pakai untuk melaksanakan praktikum ini adalah :
• Alat
o Kertas lakmus merah dan biru
o Pipet tetes
o Papan pencampur larutan

• Bahan :
o Ekstark kembang sepatu
o Ekstrak kunyit
o Larutan air jeruk
o Larutan air garam
o Aquades
o Larutan air soda
o Larutan air sabun
o Larutan air kapur
o Cuka dapur
o Larutan air gula
o Coca_cola

F. Prosedur kerja
1. Kami menyediakan alat dan bahan.
2. Kami menuangkan berbagai larutan pada papan penyampur larutan.
3. Kami mencelupkan kertas lakmus merah dan biru pada laruutan.
4. Kami menuangkan ekstrak bunga kembang sepatu dan ekstrak kunyit pada papan penyampur.
5. kami mencampurkannya dengan berbagai larutan menggunakan pipet tetes.
6. Kami mengamati perubahan warna yang terjadi.

G. Hasil Pengamatan
Setelah kami mengamati perubahan warna yang terjadi kami masukkan datanya, seperti yang terlihat pada tabel berikut:
No. larutan indikator Ket
Lakmus biru Lakmus merah ekstrak bunga Ekstrak kunyit
1. Air jeruk Merah Merah Merah Cerah Asam
2. Air garam Biru Merah Bening Pucat Netral
3. Aquades Biru Merah Bening Pucat Netral
4. Air soda Biru Biru Hijau Merah cokelat Basa
5. Air sabun Biru Biru Hijau Merah cokelat Basa
6. Air kapur Biru Biru Hijau Merah cokelat Basa
7. Cuka Merah Merah Merah Cerah Asam
8. Air gula Biru Merah Bening Pucat Neral
9. Coca cola Merah Merah Merah Cerah Asam


H. Pembahasan
Pembahasan yang kami bahas sesuai dengan praktikum yang kami lakukan adalah:
Diantara seluruh larutan yang di uji ternyata terdapat larutan yang bersifat asam, basa, maupun netral. Larutan yang bersifat asam diantaranya air jeruk, cuka, dan coca cola. Larutan yang bersifat netral seperti air garam, aquades dan air gula sedangkan larutan yang bersifat basa diantaranya air soda, air sabun, air kapur.



I. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah :
Masing-masing larutan memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang bersifat sam, basa maupun netral. Hal ini di tentukan oleh ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa)dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.

J. Daftar pustaka
1. Sudiono S.dkk.2006. Kimia untuk kelas XI jilid 2b SMA.klaten:Intan pariwara.





Mengetahui,
Guru bidang study





Fransisca. Putuhena,Spd
NIP. 640 036 561




UPDATE POST
** untuk versi lengkapnya, dapat di unduh di http://www.ziddu.com/download/19151282/kimaasambasa.doc.html atau langsung aja klik dan download disini.

Semoga Bermanfaat.**

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....