01 Februari 2012

Penerimaan Mahasiswa Baru STTN-BATAN Yogyakarta

0 komentar
Penerimaan Mahasiswa Baru STTN-BATAN Yogyakarta
PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH

P E N G U M U M A N
Nomor : 165/DL 02/I/2012




Diumumkan kepada siswa kelas 3 SMA/SMK/MAN tahun ajaran 2011/2012, program IPA, SMK jurusan Kimia, SMTI, SMK Analis, SMK Elektronika Instrumentasi, Teknik Informatika, Mesin, Listrik, atau Otomotif bahwa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta menerima pendaftaran Mahasiswa Baru non ikatan dinas Program Unggulan Sekolah dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Memiliki prestasi akademik, dengan nilai rata-rata minimal 7,25 (tujuh koma dua lima) untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris, atau masuk 10 (sepuluh) besar di kelasnya yang dinyatakan dengan surat rekomendasi dari Kepala Sekolah (blanko terlampir).

2. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,- langsung ke STTN atau transfer ke Bank BRI KCP Seturan Plaza nomor rekening: 1111.01.000010.30-4 a.n Bendahara Penerima STTN-BATAN.

3. Mengisi formulir pendaftaran calon mahasiswa STTN (blanko terlampir), dilampiri foto kopi raport semester 1 s/d semester 5 dan pas foto terbaru hitam-putih atau berwarna, ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar.

4. Membuat tulisan yang berisi motivasi kuliah di STTN BATAN dengan tulisan tangan minimal satu halaman folio bergaris.

5. Berkas pendaftaran diterima panitia mulai tanggal 30 Januari 2012 dan selambat-lambatnya tanggal 22 Maret 2012, dapat diantar langsung atau dikirim melalui Pos.
6. Seleksi penerimaan program ini didasarkan pada pertimbangan peringkat nilai rata-rata raport dan keterwakilan dari suatu daerah.

7. Hasil seleksi akan diumumkan melalui website pada tanggal 3 April 2012.

8. Keterangan lebih lanjut hubungi Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta, Telp (0274) 484085, setiap hari kerja Senin s/d Jum’at pukul 07.30 – 16.00 WIB atau melalui web site : http://www.sttn-batan.ac.id


Yogyakarta, 30 Januari 2012

Ketua
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir,

Dr. Sutomo Budihardjo, M.Eng..
NIP. 19600422 198301 1 001

Untuk download formulir+surat rekomendasi silahkah buka link berikut :
http://www.ziddu.com/download/18485412/informasi_pmb_sekolah.doc.html

atau klik disini

Baca lebih jauh tentang Sekolah Tinggi Teknolog Nuklir









Read More..

20 Januari 2012

SURPRISE !

3 komentar
Read More..

07 Januari 2012

Sepiring Makanan + Segelas Teh = 0

4 komentar

Warning : Tulisan ini di buat bukan untuk menyinggung jargon salah satu produk lokal minuman teh dalam kemasan yang sudah familiar di telinga anda. Namun hanya sedikit memberi gambaran tentang dampak dari minum teh setelah makan. Soal tindak lanjutnya, semua kembali kepada anda. Comments and critics are welcomed ^.^


Siapa yang gak mengenal teh ? Hampir semua orang yang saya temui pernah bahkan gemar minum segelas teh setiap pagi dan atau di sore hari. Saat ini, minum teh memang sudah berkembang menjadi tradisi dan gaya hidup. Di Negara Jepang saja, untuk minum teh bersama kerabat atau tamu terhormat kita harus melakukan sederet prosesi yang kompleks. Semua itu sudah menjadi tradisi sejak dahulu dan sampai saat ini masih ada beberapa keluarga yang menerapkannya. Kalo di Indonesia (berdasar pengalaman pribadi sih), saat bertamu ke rumah orang biasanya juga disuguhin dengan teh sebagai teman ngobrol bersama empunya rumah.


Jaga kesehatanmu dengan minum teh !

Meminum segelas teh, memang banyak manfaatnya. Teh dapat digunakan sebagai antioxidant yang berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan berdasar info yang saya dapat, banyak lansia di Jepang mengkonsumsi teh hijau 2 gelas per hari untuk mengurangi resiko kerusakan otak. Begitu banyak manafaat dari teh, karena kandungan dari teh itu sendiri yang terdiri atas :

1. Flouride
2. Asam amino L-theanine (memperkuat imune tubuh)
3. Antik oksidan (Polifenol – 10 kali lipat dibanding sayuran, flavonoid)
4. Quercetin, kaempfrol, dan myricetin (mencegah pengapuran pembuluh darah)
5. Cafein 40 mg percangkir

Namun tahukah anda ? Mengkonsumsinya di waktu yang tidak tepat, dapat mengurangi manfaat dari teh itu sendiri, bahkan berdampak buruk bagi kesehatan. Woow ! Ya info ini sebenarnya sudah booming di dunia maya beberapa tahun lalu. Namun saya baru mengetahuinya akhir-akhir ini. Setelah nanya si mbah google + diskusi dengan beberapa teman facebook, akhirnya saya mencoba share info ini kepada anda.

Beberapa waktu lalu, Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang melakukan riset dan memperoleh hasil bahwa minum teh setelah makan terbukti bisa mengakibatkan anemia. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi anda yang suka meminum segelas es teh atau teh hangat untuk menutup makan siang atau malam anda. Saya bersama keluarga, rekan, kerabat, teman sampai seorang yang spesial sebelumnya juga sering melakukan hal yang sama saat makan bereng. Namun semenjak mengetahuinya, saya coba merubah kebiasaan itu.

Zat tannin vs Zat besi


Ilustrasi gambar oleh http://games.theoffside.com

Bagai air dan minyak, zat tanin tidak dapat disatukan dengan zat besi. Lalu, siapakah zat tanin dan zat besi itu ? Apa hubungannya dengan kesehatan kita? Zat tanin adalah salah satu zat yang terkandung dalam teh. Saat anda menyeduh segelas teh dan meminumnya, otomatis zat tanin juga akan masuk ke dalam tubuh anda. Sedangkan, zat besi adalah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Secara alamiah zat besi diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari-hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.

Nah berdasarkan hasil riset dari dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang, jika anda minum teh sejam setelah atau bahkan sebelum makan, maka tubuh anda akan mengalami penurunan daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Dengan kata lain, hanya 36 % zat besi dari makanan yang kita konsumsi di serap tubuh. Selebihnya mungkin saja dikeluarkan bersama (maaf) feses dan urine. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh minum segelas kopi setelah makan loh. Kalo kita minum kopi, maka hanya mengurangi daya serap sebesar 39 %.

Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan.

Anekdot

Setalah membaca info ini, aku langsung teringat. Beberapa bulan lalu, di sela-sela waktu kuliah saya sempat mengikuti kegiatan donor darah yang diadakan PMI dan organisasi intern di kampusku. Setelah disedot darahnya sekantong, tubuhku langsung lemes. Mungkin karena baru pertama kali ya? Sebelum kembali kuliah, aku di suruh duduk sebentar sambil di suguhin snack ringan + segelas teh. Tanpa pikir panjang, aku langsung habisin aja (lagi doyan apa laper nih ? hihihi). Padahal kalo dipikir-pikir minum teh setelah makan malah bisa menimbulkan anemia ya? Apalagi darahku baru aja di sedot sekantong. Untung aja aku gak langsung tepar di tempat saat itu (ahahaha).

Tips & Trik !

Pada dasarnya, banyak manfaat yang bisa di ambil saat kita minum segelas teh. Namun untuk menghindari dampak buruk yang dapat ditimbulkan, kita dituntut lebih bijak untuk mengkonsumsinya. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan :

1. Setelah makan siang atau malam hindari mengkonsumsi es teh atau teh hangat. Namun tutuplah dengan jeruk hangat atau jus jeruk. Karena air jeruk banyak mengandung vitamin C yang memperbesar daya serap zat besi oleh tubuh. Atau mungkin lebih baik lagi dengan segelas air putih hangat !

2. Pilihlah waktu yang tepat untuk minum teh, seperti pagi dan sore hari.

3. Jika anda benar-benar ingin minum teh, aturlah jeda selama 2 jam sebelum atau sesudah makan.

4. Jangan terlalu lama menyeduh teh (max 5 menit), karena zat tanin di dalam daun teh akan lebih banyak yang keluar. Sebagai tandanya, saat zat tanin yang larut dalam air berlebih, maka air teh akan terasa lebih pahit.

5. Ampas teh harus dikeluarkan dari tempat penyeduhan dan hasil seduhannya dituang ke dalam sangkir – cangkir atau gelasnya. (Alasannya sama dengan poin no.4)


Sekian info kali ini, semoga bermanfaat ! :) :) :)


Read More..

27 Desember 2011

Ketika Sang Gajah Beraksi di Jalanan

6 komentar

Gajah ini bukan sembarang gajah, melainkan gajah tunggal. Usianya pun sudah mencapai 60 tahun. Hanya selisih 6 tahun dengan usia bangsa ini. Sebagai bagian asli dari Indonesia, sang gajah sudah banyak berkontribusi positif demi kemajuan bangsa ini. Tidak heran, berbagai penghargaan sudah di terima oleh gajah tunggal . Mulai dari gelar “Anugerah Produk Asli Indonesia” pada tahun 2009 lalu; penghargaan “Amazing Record 200 “atas daya tahan, kualitas dan kinerjanya ; sampai penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tidak hanya itu, dengan konsistensinya menjaga kualitas, gajah tunggal kini pun sudah go international !



“BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL




PT Gajah Tunggal Tbk, selaku produsen ban GT RADIAL , merupakan perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara. Sepak terjang perusahaan ini selama 60 tahun membuatnya tetap eksis di industri ban dari dunia otomotif yang semakin ketat. Sebagai bentuk kontribusi positif bagi bangsa ini, sejak didirikan, gajah tunggal memiliki misi untuk memproduksi ban yang ramah lingkungan dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Tidak dapat di pungkiri lagi, bahwa di Negara Indonesia pertumbuhan angka kendaraan bermotor khususnya mobil memang berkembang begitu pesat dari tahun ke tahun. Selama periode tahun 2011 ini saja kurang lebih sekitar 900.000 unit mobil terjual dan diserap ke pasaran. Untuk memenuhi permintaan pasar, perkembangan ini tentunya perlu didukung oleh perkembangan industri ban dalam Negeri. Ban merupakan satu dari beberapa komponen terpenting dari mobil itu sendiri. Masa kerjanya pun berupa siklus, yang berarti pada masa tertentu karena penggunaannya harus diganti.

GT RADIAL Ban Terbaik di Indonesia, Produk Lokal Kualitas DUNIA !



Sudah selayaknya kita bangga dengan produk asli Indonesia ini. Produk-produk gajah tunggal juga sudah banyak dipakai oleh konsumen dalam maupun luar Negeri. Banyaknya penghargaan yang diperoleh GT RADIAL merupakan bukti otentik atas konsistensinya menjaga kualitas. dan menjadikannya sebagai ban terbaik di Indonesia. Adapun beberapa prestasi yang diraihnyaantara lain :


1. “Primaniyarta Award” dari Kementerian Perdagangan pada tahun 2008. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu perusahaan nasional terbaik dalam hal “pengembangan merek global”.


2. “Anugerah Produk Asli Indonesia” (APAI), merek asli dari Indonesia yang mendapat pengakuan dunia oleh Harian Bisnis Indonesia yang pada tanggal 15 Desember 2009.

3. “Ban ramah lingkungan pertama yang diproduksi di Indonesia” dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2010.

4. “Amazing Record 200” dari majalah Auto Bild atas daya tahan, kualitas dan kinerja dari ban. Setelah melakukan serangkaian tes mengelilingi sirkuit internasional Sentul selama 200 lap hanya dengan 1 set (4 buah).

Tidak hanya produk-produk GT RADIAL yang memperoleh penghargan. Perusahaan gajah tunggal juga mendapat penghargaan “Asia’s Best Managed Company in Indonesia” pada tahun 2006 oleh Euromoney Magazine. Ditambah lagi penghargaan sebagai salah satu dari top 10 Indonesia’s best managed companies dari majalah FinaneAsia dan satu dari top 10 Indonesia’s best performing companies dari majalah Forbes di tahun 2011 ini. Atas segudang prestasi itulah ban terbaik di Indonesia GT RADIAL digunakan sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM) oleh beberapa produsen utama kendaraan di Indonesia, seperti Toyota dan Daihatsu.


Orang bijak pilih, BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL!


Pemilihan merk dan jenis ban, saat ini bukanlah hanya dipandang dari sudut estetika atau keserasian dengan style mobil anda. Namun, patut juga mempertimbangkan faktor ergonomi ban dan mobil itu sendiri, yang pada akhirnya juga akan mendukung konsep keamanan berkendara. Jika hal ini sudah terwujud, bukanlah mustahil anda akan berkendara dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien.

GT RADIAL menawarkan beragam produk yang dapat dipilih sesuai dengan penggunaan mobil atau medan yang dilalui. Daya cengkeram, level kesenyapaan dan pola sayatan ban adalah beberap fitur yang ditawarkan. Khusus untuk indikator level kesenyapan (noise level) dan hambatan gulir (rolling resistance) , GT RADIAL sebagai ban terbaik di Indonesia telah menerapkan standar ini untuk seluruh produk-produk ban ramah lingkungannya. Semua itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan ban ramah lingkungan di negara-negara di Eropa.

Adapun beberapa produk GT RADIAL untuk ban mobil penumpang diantaranya :

1. Champiro HPX, yang didesain khusus untuk memberikan performa terbaik pada lintasan basah dan kering, dan juga mempertahankan pengendalian sempurna pada kecepatan tinggi.

2. Champiro HPY, yang menggabungkan pengendaraan yang dinamis dan penampilan yang sporty.




3. Champiro 50, yang merupakan ban peforma tinggi.

4. Champiro BAX 2, yang memberikan pengendalian sempurna, kenyamanan dan kesenangan berkendara dalam berbagai kondisi.

5. Champiro GTX-60, merupakan ban dengan telapak searah yang sporty didesain untuk anda yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.

6. Champiro GTX-65, merupakan ban dengan telapak searah yang sporty didesain untuk anda yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.




7. Champiro 75, champiro S, Classiro dan GTR-378, comfort tire

8. Champiro BXT, Memberikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.

9. Champiro ECO, New Generation Green Tire



10. Savero A/T Plus, All Terrain Light Truck and SUV



11. Savero M/T dan Savero Komodo MT, yang dapat dijadikan sebagai partner setia untuk petualangan anda.


“BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL

Dari sederet prestasi dan produk-produk GT RADIAL yang begitu bervariasi, semakin menegaskan bahwa BAN TERBAIK DI INDONESIA saat ini dan dimasa yang akan datang adalah GT RADIAL. Di usianya yang ke-60 tahun ini, PT Gajah Tunggal Tbk tentunya akan selalu berupaya untuk dapat menghasilkan produk-produk berkualitas yang mendukung konsep keamanan berkendara yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien. :) :) :)

DIRGAHAYU PT Gajah Tunggal Tbk, JAYALAH INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA !



(Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kompetisi "SEO GT Radial Contest 2012" dengan tema “BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL”. Comments and critics are welcomed )

Read More..

12 Desember 2011

REDENOMINASI RUPIAH , Kebijakan atau Akal Bulus Penguasa?

0 komentar
(MAHASISWA NUKLIR BICARA EKONOMI part 1)



Satu lagi kebijakan para penguasa yang kontroversial. Meskipun masih berupa ‘rancangan’, wacana ini sudah menimbulkan beragam sikap dari pengamat politik dan ekonomi (termasuk saya sendiri, V(^o^)b hihihi). Di satu sisi, redenominasi rupiah akan menghapuskan anggapan rupiah sebagai mata uang sampah di mata dunia. Di lain sisi, hal ini pun bisa menjadi pemicu timbulnya inflasi. Jika sudah terjadi, krisis ekonomi pun sudah tidak dapat dihindari lagi.



Definisi

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukar uang tersebut. Dalam usulan yang akan ajukan BANK INDONESIA (BI) Desember ini, redenominasi akan dilakukan dengan memangkas 3 digit angka pada mata uang rupiah yang selama ini beredar. Maksudnya, uang pecahan Rp 5.000,- saat mengalami redenominasi akan berubah menjadi Rp 5,- . Lah kok bisa ? Bisa donk ! Tapi jangan khawatir, harga jual-belinya tetap sama kok ! Misal saja, dengan uang Rp5.000,- saat ini anda bisa membeli sebuah buku tulis. Kemudian, saat kebijakan redenominasi ini benar-benar dilakukan maka dengan uang Rp.5,- saat itu anda juga bisa membeli buku yang sama (Gimana, udah ngerti kan maksudku ? :D).


Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kebijakan redenominasi ini juga dapat menjadi pemicu timbulnya inflasi. " inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang". (http://id.wikipedia.org)

Selain dua istilah diatas, adalagi ‘sanering’ yang juga masih berhubungan dengan redenominasi dan inflasi. Setelah nanya mbah google , dapat diketahui bahwa : pengertian Sanering berbeda dengan redenominasi, senering merupakan proses pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang tetapi hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang maka proses ini akan menurunkan daya beli masyarakat.

Jika pada peristiwa redenominasi, anda dapat membeli buku dengan uang pecahan Rp. 5,-. Namun tidak sama halnya pada sanering. Walaupun uang Rp. 5.000,- anda sudah ditukar dengan Rp. 5,- oleh pemerintah. Namun untuk membeli buku anda harus mengumpulkan Rp.5,- + Rp.5,- +Rp.5,-+….. sampai berjumlah Rp.5.000,- untuk bisa membeli buku. Alhasil daya beli anda dan masyarakat pun menurun drastis.


Rupiah, Mata Uang Sampah ?

Jika di bandingkan dengan mata uang Negara-negara lain, Rupiah memiliki pecahan yang cukup besar. Sampai saat ini, uang kertas bewarna merah cerah dengan foto 2 orang pendiri bangsa ditambah dengan gambar gedung kerja para anggota dewan dibaliknya, masih merupakan salah satu pecahan uang kertas terbesar.

Pecahan ini relatif besar bila dibandingkan dengan Negara-Negara lain. Seakan gak mau kalah saing, Negara komunis tetangga kita, Vietnam malah pernah mencetak 500.00 Dong. Lebih ekstrim lagi, Zimbabwe pernah mencetak uang kertas senilai 100 miliar dollar Zimbabwe. Tetapi tahukah anda, dengan uang tersebut kita hanya mampu membeli 3 buah telor. (aneh kan, hihihihi). Hal ini terjadi karena di Negara tersebut terjadi krisis pemerintahan yang berdampak pula pada krisis ekonomi.




Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org


Nilai dollar Zimbabwe terus merosot tajam selama tiga dekade pemerintahan Presiden Mugabe. Padahal, Saat merdeka dari Inggris tahun 1980, nilai satu dollar Zimbabwe setara dengan nilai satu poundsterling. Namun sampai saat ini inflasi pun terjadi. Para pelaku ekonomi seenaknya menaikkan harga local barang yang disesuaikan dengan harga standar perdagangan internasional. Hal ini juga menimbulkan anjlkonya kurs valuta asing dollar Zimbabwe. Bayangkan saja, berdasarkan sumber yang saya peroleh, pada bulan februari lalu $1 US dollar yang setara dengan kurang lebih Rp.9000,- itu bernilai $700.000.000 zimbabwe dollar. Bisa dibayangkan jika kamu hanya memilki uang pecahan $10.000 dollar zimbawe. Maka berapa banyak uang yang kamu harus bawa ke money changer untuk mendapatkan selembar kertas $1 US dollar.



Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org

Hal seperti inilah yang dimata dunia disebut sebagai mata uang sampah. Parahnya, rupiah pun dianggap menjadi salah satu diantaranya. Sedikit kisah, saya sempat diceritakan oleh dosen PLTN & Pembangkit Konvensional di kampus, bahwa saat beliau berkunjung ke maroko dan singgah di UEA, beliau sedikit kesusahan untuk mendapatkan mata uang yang dapat dibelanjakan. Semua tempat money changer menolak menukar uang yang mereka miliki dengan pecahan rupiah (T.T). Oleh sebab itulah, timbullah wacana dari Bank Indonesia untuk redenominasi rupiah. Redenominasi rupiah ini juga memang diharapkan bisa menyederhanakan sistem akuntansi dan pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

REDENOMINASI pemicu INFLASI RUPIAH ?

Jika dicermat lebih lanjut, sebenarnya redenominasi secara teori tidak berpengaruh langsung dalam menimbulkan inflasi. Walaupun nilai pecahannya diturunkan, tetapi harga jual-belinya tetap sama. Lain halnya, dengan sanering yang berpengaruh langsung pada timbulnya inflasi. Namun, secara praktik, Inflasi itu dapat saja muncul dalam proses redenominasi rupiah, sebagai kekhawatiran masyarakat terhadap adanya peningkatan harga secara tiba-tiba dan dilakukan oleh sepihak, serta turunnya nilai mata uang. Untuk itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi dalam memberikan pengertian bahwa yang akan diterapkan nanti adalah redenominasi bukannya sanering (pemotongan nilai mata uang).

Dinar dan Dirham solusi terbaik



Ilustrasi gambar oleh outletdinar.com


Menurut analisaku yang terakadang masih salah dalam menyusun laporan praktikum kuliah (merendah mode). Redenominasi atau sanering yang dapat saja menimbulkan inflasi dan berujung krisis ekonomi, timbul sebagai akbat penggunaan uang kertas oleh sebuah Negara (termasuk Indonesia T.T). Pemerintah dengan seenaknya menambahkan atau mengurangi jumlah digit pada selembar kertas yang disebut uang. Berkaca dari negera-negara arab yang menggunakan uang dinar dan dirham, terbukti tidak berpengaruh langsung menimbulkan inflasi, karena memiliki nilai intrinsik dari bahan pembuatnya yaitu emas dan perak. Bukan hanya dari nilai nominal yang tertera pada mata uang kertas. Berdasarkan referensi yang saya peroleh, terbukti bahwa dari jaman Nabi Muhammad dulu sampai sekarang, harga ayam = 1 Dirham dan harga kambing = 1 Dinar.



Sekian dulu tulisan kali ini,
Sedikit curhat, sore ini lagi niat banget nulis masalah ekonomi samape panjang kayak gini. Semoga bermanfaat aja deh ! Itung-itung ngabuburit di depan laptop, sambil nunggu adzan maghrib. (hihihihi)





Note : Tulisan ini hanyalah analisa dari sudut penulis sebagai mahasiswa teknofisika nuklir. JIka anda mahasiswa jurusan ekonomi atau orang yang lebih paham menyangkut masalah ekonomi dan menemukan kesalahan dalam tulisan ini, harap dikoreksi ! Kritik dan saran sangat Diterima :) :) :)


Read More..

19 November 2011

AWAS : Bisnis MLM, Mengincar Mahasiswa Galau !

6 komentar


ilustrasi gambar oleh : http://faridauliatanjung.wordpress.com



Itulah bisnis yang lagi booming saat ini. Bisnis yang banyak menimbulkan pro dan kontra ini memang cukup disukai oleh banyak orang termasuk masyarakat Indonesia. Mungkin karena dengan mengedepankan isu ‘emansispasi’, baik pria maupun wanita tidak ragu-ragu untuk terjun dalam bisnis masal ini. Seperti magnit kutub utara dan selatan, pelaku bisnis ini juga seakan saling terikat kuat dengan calon mangsanya. Jika dia sudah mengincarmu, jangan harap dia mau melepasmu begitu saja.

Tenang, bukan bisnis malam (kalo disingkat bisa juga jadi MLM juga kan?, hehehe peace !) yang aku maksud kali ini. Tapi bisnis Multi Level Marketing. Perlu anda catat (atau garis bawah juga boleh), aku gak bilang semua bisnis MLM cenderung negatif. Tapi kali ini aku coba bahas efek samping dari beberapa bisnis MLM yang aku ketahui selama ini. Dan saya harap anda bisa lebih bijak dalam memahaminya. Soal kelanjutan sikap, semua terserah pada anda. Ini hanya sebuah opini seorang mahasiswa teknofisika nuklir yang mencoba untuk mengkaji salah satu kegiatan bisnis-ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia akhir-akhir ini.



Berkenalan dengan MLM yuk…


MLM adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level (tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya. Pertanyaan pertamaku pun langsung muncul, konsumen kok juga dijadikan distributor ya ? Apakah gak sebaiknya, Produsen – Distributor – Konsumen memainkan perannya masing-masing ?

Oke, bisa di lanjut ya? Dalam bisnis MLM dikenal ada 2 jenis keanggotaan, yaitu promotor dan asistennya (istilah kasarnya bawahannya). Promotor sendiri adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu. Nah otomatis, kalo bawahannya adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor.

Sistem yang idealnya sih (menurutku), promotor disini bertindak sebagai koordinator penjualan. Istilahnya sebagai kaki-tangan produsen. Sedangkan asisten atau bawahannya bertindak sebagai agen distributor yang terjun langsung ke lapangan menawarkan suatu produk ke konsumen.



ilustrasi gambar oleh : http://caracepatefektif.blogspot.com

Selama ini yang aku tahu, untuk bisa masuk dalam keanggotaan MLM, seseorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar sejumlah uang (mungkin saja untuk biaya registrasi atau apalah… !). Kemudian, dalam sistem kerjanya digunakan sistem point. Untuk mendapatkan point itu, anggota harus dapat menjual produk baik secara pembelian langsung maupun tidak langsung (via jaringan keanggotaan). Seorang anggota juga dapat memperoleh point jika mampu merekrut orang untuk menjadi bawahannya. Nah, inilah yang disebut (maaf banget sedikit kasar) makelar. Semakin banyak anggota baru yang dapat di rekrut, otomatis pendapatan perusahaan dari biaya registrasi atau apalah (yang aku sebutkan sebelumnya) akan semakin besar.

Bergesernya tujuan MLM

MLM sebenarnya diciptakan dan digunakan untuk memudahkan dalam pendistribusian produk. Dimana produsen menggunakan jasa sales (anggota promotor atau bawahannya) untuk mengenalkan sekaligus menjual produk-produknya. Namun dalam kenyataanya, sebagian besar MLM bukan lagi hendak menjual produk, tetapi malah bisnis untuk menjerat orang masuk dalam jaringannnya. Semakin banyak anggota baru yang mendaftar, semakin banyak pula income perusahaan. Setiap anggota pun akan diberi reward jika mampu mengajak banyak orang untuk bergabung. Hal inilah yang memacu anggota (yang terlanjur terjerat) untuk mengajak kerabat, teman, bahkan orang yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali untuk bergabung. Poses perekrutannya pun di buat semenarik dan sekreatif mungkin. Misalnya saja diadakan seminar atau workshop di hotel atau mereka langsung menjemput bola dengan terjun langsung door to door. Ada juga cara yang unik, seperti mengajak via sms atau telepon untuk ketemuan dan saling berbisnis. Jika anda sudah terlihat tertarik menurut kacamatanya, maka dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat merekrut anda. So, hati-hati dan lebih bijaklah!


Mahasiswa, sasaran empuk MLM !


Sebagai kaum muda yang masih labil, biasanya mahasiswa menjadi sasaran utama MLM yang melenceng ini. Saya pun menyadari rekan-rekan mahasiswa masih memiliki semangat dan rasa keingin tahuan yang besar untuk bereksperimen mencari penghasilan sendiri dengan cara yang mudah, instant dan hasilnya cukup besar. Apalagi kalau mahasiswa itu sedang galau untuk mendapatakan penghasilan di luar kiriman bulanannya. Mahasiswa juga dalam kesehariannya selalu bergaul dan bersosialisasi dengan banyak orang selama proses belajar-mengajar di kampus. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan anggota baru akan semakin besar.


Berbisnislah dengan cara yang rasional dan halal




ilustrasi gambar oleh : http://hidupberkah.com

Buat kalian mahasiswa, sebenarnya masih banyak bisnis-bisnis yang real untuk dapat menghasilkan uang yang halal. Walaupun hasilnya mungkin gak sebanding dengan kerja keras kalian. Tetapi selalu ingat, semuanya butuh proses. Sesuatu yang instant biasanya akan berujung buruk. Gak percaya? Coba aja lihat mie instant ! Walau terlihat menggoda untuk disantap, tapi sebenarnya terkandung berbagai zat kimia berbahaya untuk tubuh (hihihi, analogi yang salah ya?).

Sedikit cerita, beberapa teman saya sesama mahasiswa sudah ada juga yang berbisnis menjual pulsa. Saya sendiri saluut sama mereka. Ada juga yang bekerja part time sebagai penjaga warnet atau kafe. Walaupun penghasilan mereka tidak sebesar daribisnis MLM,tapi penghasilannya lebih baik aja menurutku.Terang saja, antara mereka dan konsumen saling menguntungkan (gak ada paksaan).

Akhir kata, bijak-bijakah dalam memilih bisnis yang akan anda jalani ! :) :) :)


Note :Sekali lagi, ini hanyalah analisa subyektif dari sudut pandang penulis. Saya harap anda bisa lebih bijak dalam memahaminya. Soal kelanjutan sikap, semua terserah pada anda.Apakah tetap ingin melanjutkan bisnis seperti ini, memilih bisnis lain atau bahkan merubah MLM kembali ketujuan awalnya.

Read More..

11 November 2011

Beli Buku Karena Label ‘Best Seller’ ?

2 komentar


Anda suka membaca? Atau gemar mengoleksi buku ? Jika memang ‘ya’, saya bisa pastikan telinga anda sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘Best Seller’ . Label itu biasanya tertera di cover atau sampul beberapa buku terkenal. Walaupun hanya sebuah label, terkadang bisa saja mensugestikan anda untuk membelinya. Kalo sudah begitu, buku tersebut akan semakin laris manis terjual dan langsung menjadi bahan pembicaraan khalayak umum khususnya bagi para penggila buku. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana sih sebenarnya kriteria sebuah buku, agar dapat diberi label ‘Best Seller’ oleh penerbitnya ?


Sedikit cerita,

Minggu lalu saya beserta adik tingkat sekampus pergi ke sebuah toko buku. Walaupun cuacanya gak mendukung, kami nekat aja ke toko buku yang terletak di jalan gejayan sleman-yogyakarata. Namanya juga sudah niat, susah kalo gak dikerjakan ! (hihihi). Nah, setelah melihat-lihat beberapa buku keliatanya gak ada yang sreeg di hati (lebay kata-katanya). Langsung aja aku ke index book centernya (gaya omongannya, padahal cuma sebuah komputer jadul yang berisi list judul buku ) dan mengetikkan judul buku yang hendak kami beli. Setelah menemukan dan membayarnya di kasir, kami juga masih harus antri untuk menyampulkan buku tersebut. Walapun cukup lama, ditambah lagi hujan di luar lagi deras-derasnya, kami harus menunggu cukup lama. Kalo aku sih tetap enjoy aja, soalnya ada teman ngobrolnya sih. Gak kebayang deh kalo malam itu aku pergi sendiri (pasti BeTe banget !).

Kembali ke topik, ada yang unik dari buku yang aku pilih. Tepat di pojok kiri cover yang dominan bewarna hijau-putih itu, ada sebuah label berbentuk lingkaran kuning dilapisi tulisan ‘best seller’ bewarna hitam. Semua pengarang atau penulis buku tentunya mendambakan bukunya di beri julukan seperti itu oleh penerbitnya. Tetapi apakah semudah itu, sebuah buku dapat dikategorikan sebagai buku best seller ? Lalu apa saja kategorinya ?

Aturan yang belum jelas

Setelah bertanya pada mbah google, akhirnya saya tahu:
Di Negara Indonesia yang kita cintai ini, ternyata belum mempunyai aturan resmi untuk mengkategorikan sebuah buku dapat di cap sebagai buku best seller. Yang selama ini terjadi, kategori tersebut diberikan oleh penerbit sesuai dengan standar masing-masing penerbit. Sebagai contoh, denger-denger sih, Gramedia Pustaka Utama hanya akan memberikan label ‘best seller’ pada buku terbitannya, jika berhasil cetak ulang dalam waktu tiga bulan sejak terbit pertama kali. Untuk penerbit lain tentunya punya aturan tersendiri.

Gak heran kalo buku yang aku beli itu dikategorikan ‘best seller’ oleh penerbit elex media komputindo sebagai kelompok gramedia Jakarta. Pada januari lalu, sudah mencapai cetakan yang ke-27. Di dalam bukunya juga ada 26 komentar dari tokoh masyarakat, cendekiawan, wartawan, artist, dan penulis buku best seller lainnya. Belum lagi penghargaan dari berbagai media.


BEST SELLER vs BEST BUY ?


Nah karena pemberian label masih terkesan ‘sesuka penerbit’ maka belum dapat dipastikan buku ‘best seller’ terbitan A sama kualitasnya dengan buku ‘best seller’ terbitan B. Untuk meyakinkan anda, sebelumnya saya juga sudah mempunyai buku yang bertemakan motivasi dalam menulis. Warna covernya sih gak berbeda jauh dengan buku yang minggu lalu saya beli. Sama-sama dominan hijau ! Tapi untuk labelnya berbeda jauh. Lingkaran kuning yang selama ini digunakan dirubah menjadi bentuk elips merah dengan tuliasan ‘best buy’ bewarna putih ! (hihihi lucu kan? ).

Nih penampakannya :




Sebenarnya, menurut F Fitri SH, penulis buku “Sarjana Kok Nganggur” kriteria buku-buku best seller antara lain :
1. Isi buku memenuhi kebutuhan prioritas dari para calon pembaca.
2. Buku terbit berdekatan dengan momentum tertentu, seperti Ramadhan atau musim haji.
3. Buku terbit sesuai dengan tren yang sedang hangat.
4. Isi buku menampilkan sesuatu yang baru, revolusioner, atau spektakuler.
5. Isi buku menampilkan sesuatu yang kontroversial.
6. Penulis buku adalah tokoh terkenal.


Jangan Menilai Buku dari Sampulnya !


Namun seperti yang saya sampaikan diatas, ke enam kriteria itu belum menjadi patokan resmi penerbit dalam penganugerahan label ‘best seller’ pada sebuah buku. Bisa saja terjadi, standar label penerbit A yang sudah terkenal jauh lebih tinggi dari standar label penerbit kecil B. So, mulai dari sekarang jangan membeli buku hanya karena label ‘best seller’nya. Karena label itu tidak menjamin kepuasan batin anda dalam membaca sebuah buku. Kategori ‘best seller’ juga umumnya mudah diberikan pada buku-buku karangan penulis terkenal. Namun sangat susah diberikan pada buku-buku karangan penulis kelas ‘beginner’. Secara tidak langsung, hal ini tentu akan mematikan semangat penulis-penulis pemula untuk berkarya. Saran saya sebelum membeli sebuah buku ikuti langkah-langkah berikut :

TIPS & TRIK !

1. Searching buku-buku menarik yang hendak anda beli via internet atau ngobrol-ngobrol dengen teman. Jika anda sering nonton acara ‘K*ck And*’, Anda juga bisa mendapatkan referensi buku bagus dari situ, karena seriap akhir acara audience selalu dibagikan 1 -2 buku oleh bang And*.

2. Baca resensi buku yang hendak anda beli. Biasanya penerbit (dalam situs online-nya), juga mencantumkan resensi agar dapat memberiakan gambaran pada calon pembeli. Biasanya resensi juga banyak ditemui di majalah, Koran ataupun tabloid.

3. Cari tahu, apakah stock buku masih tersedia di toko buku atau tidak.

4. Baca iktisar atau ringkasan yang tertera di belakang sampul buku. Hal ini sering aku lakukan. Jangan heran kalo sering melihatku segera membalik buku setelah menemukannya. Bukan label harganya tujuan utama yang aku lihat, tapi ringkasan bukunya yang aku baca.

5. Sesuaikan dengan budget yang anda miliki..! Tapi jika anda termasuk penggila buku hal ini bukanlah hal yang penting. Aku pernah dengar kisah orang yang berburu buku sampai ke luar negeri. Kalo aku sih boro-boro, masa ongkos transport lebih mahal dari harga bukunya. (Maklum masih bersatus mahasiswa yang mengandalkan bulanan dari ortu, hihihhi)

Akhir kata, semua kembali pada anda. Apakah membeli buku hanya karena predikat ‘best seller’ atau memang isi dari buku tersebut yang jadi incaran anda. Semoga Bermanfaat !

Note : Pagi-pagi buta udah nulis artikel ini, tapi gak papalah mudah-mudahan bisa jadi penebus kesalahanku pada seseorang (hihihi, map ya, benar-benar gak di sengaja !!!) :) :) :)


Read More..

19 Oktober 2011

Over Expose, Batu Sandungan buat Artist Instant?

0 komentar
Sebenarnya sih aku bukan orang yang suka nonton infotaiment. Tapi apa mau di kata, akhir-akhir ini beberapa warta berita di sejumlah televisi swasta juga ikut-ikutan memperbincangkan tentang fenomena artis instant. So, sebagai seorang mahasiswa yang dituntut untuk selalu peka terhadap perkembangan, aku coba buat postingan ini (kayaknya berlebihan deh, hihihi, sekali-kali ngeksis gak papa kan?).

Oke baik kita lanjutkan, anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu seperti keong racun, udin sedunia, atau chaiya-chaiya. Teman-teman di kampusku juga akhir-akhir ini sering mendendangkan larik lagu “kemana, kemana, kemana ?”. Sudah pada tahu kan siapa penyanyi-penyanyi yang mempopulerkan semua lagu itu. Beberapa lagu tersebut memang dulu sempat “booming” di situs jejaring sosial, forum-forum bahkan lewat youtube. Yang menjadi pertanyaan sekarang, dimana mereka sekarang ?



Sedikit me-review, mungkin saya akan sedikit cerita tentang kisah hidup mereka, berdasarkan referensi yang saya peroleh :

S-J, Kisah 2 Keong Racun




Pada awalnya mereka hanyalah mahasiswa biasa. Namun setelah mereka membuat video lipsing dan mengunggahnya ke youtube, kehidupan mereka berubah drastis. Bak selebriti, di hampir semua stasiun TV , selalu menyajikan berita tentang mereka. Tak terkecuali infotaiment yang suka nge-gosip sampai berita-berita formil. Bahakan kabarnya sih, mereka dapat beasiswa dari perguruan tinggi mereka.
Setiap hari wajah mereka selalu menghiasi layar kaca. Pesona mereka ternyata mampu menarik Charlie (eks-ST12) untuk memproduseri video klip baru mereka. Semenjak saat itu, nama mereka semakin di kenal orang. Tapi, beberapa bulan kemudian, pesona mereka mulai memudar. Bahkan sempat vakum beberapa bulan, kisah mereka seperti hilang di telan bumi.

Beberapa bulan lalu, mereka sempat merilis video lipsing kedua mereka. Aku sendiri juga lupa nama judul lagu itu. Kalo gak salah sih “hamil duluan”. Masyarakat cukup antusias dengan video kedua mereka ini. Tapi kelihatannya jumlahnya gak sebanyak video pertama mereka. Ada juga hal unik yang sempat aku catat. Video lipsing mereka sempat menimbulakan pro dan kontra, menurut beberapa orang sih, lirik pada video lipsing itu dapat meningkatkan kasus (maaf) hamil di luar nikah. Entah benar atau salah, yang pasti sekali lagi sekarang kisah mereka bak hilang di telan bumi.


Ada Udin di Mana-mana



Pemuda ini berasal dari daerah NTB. Sifatnya yang kocak + jenaka sangat mendukungnya dalam menarik perhatian masyarakat. Sedikit berbeda dengan duo keong racun, video karyanya yang beredar di internet, menggunakan suara aslinya. Semenjak booming di internet, pemuda berperawakan tinggi kurus ini kebanjiran job. Bahkan sempat lama menjadi host di acara musik dan menjadi pemain sinetron di stasiun tv yang sama. Namun, sama halnya dengan duo keong racun, saat ini batang hidungnya sudah jarang muncul di tv.


Goyang chaiya-chaiya ala Brimob





Ini dia, pak polisi yang memilki suara merdu dan pandai bergoyang. Sama dengan kisah sebelumnya, dia mulai terkenal semenjak video lipsingnya di unggah di youtube. Sejak saat itu, setiap hari wajahnya selalu muncul di layar kaca. Bahkan KASAT Brimob polda gorontalo yang selama ini menjadi atasannya, selalu mendampinginya saat berada di Jakarta. Namun apa yang terjadi sekarang ? Saat ini wajahnya memang masih sering terlihat di TV. Tetapi bukan lagi karena karya-karyanya. Melainkan karena sikap kontroversinya yang hendak keluar dari kesatuan POLRI. Masyarakat kelihatannya sudah mulai melupakan goyangannya chaiya-chaiyanya.

Dari ketiga kisah di atas, hikmah apa yang anda dapat petik ?
Orang-orang diatas mungkin memiliki perjalanan hidup yang hampir sama. Menjadi terkenal karena videonya yang di unggah di youtube, kebanjiran job + hampir setiap hari tampil di layar kaca, dan akhirnya nulai di lupakan orang.

Konsumen, dalam hal ini masyarakat memang memilki rasa kejenuhan pada tingkat tertentu. Pada awalnya, saat idolanya tampil, rasa senang atau bahagia memang selalu dirasakannya. Tertapi apa jadinya jika setiap hari dia selalu melihat artis idolanya? Rasa bosan tentu akan menghampirinya. Belum lagi dengan persaingan gossip-gosip yang terkesan alay di dunia infotaiment . Entah mengapa bisa menjadi trending topic yang menjadi buah bibir ibu-ibu, mbak-mbak, tante-tante atau bahkan teman-temanku.

Akhir-akhir ini juga fenomena ay* ting-tong sempat berekembang pesat di kalangan masyarakat. Paransnya pun selalu bisa di jumpai di hampir semua stasiun tv swasta. Memang perjalanannya sedikit berbeda dengan 3 kisah di atas yang dikenal banyak orang via youtube. Denger-denger sih, dia sudah merintis karir di dunia music dangdut semsenjak usianya masih belia. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah akhir kisahnya akan sama dengan mereka? Kita lihat saja nanti ….

Read More..

16 Oktober 2011

M*RPATI vs P*RTAMINA, siapa yang dirugikan ?

0 komentar
Pagi-pagi tadi aku sudah bangun, setelah menunaikan ibadah shalat shubuh iseng-iseng nonton berita di tv . Itung-itung usir sepi + rasa bosan atau sekedar hunting informasi biar selalu update (hehehe) . Kebetulan siaran berita yang aku tonton adalah seput*r Indonesia yang disiarkan di salah satu TV swasta. Ada hal yang cukup unik yang saya temui, siaran berita itu memfokuskan permasalahan transportasi di Indonesia. Ya, selain berita pengangkatan wakil menteri yang menjadi trending topic, beberapa hari ini memang media lagi gencar-gencarnya menyoroti salah satu BUMN maskapai penerbangan lokal di Indonesia. Anda pasti tahu kan ? Yup, M*RPATI. Kabarnya sih, maskapai tersebut berhutang pada salah satu BUMN yang selama ini bertindak sebagai penyedia bahan bakar avtur yang digunakan oleh pesawat-pesawat mereka.



Menurut sumber yang saya peroleh , jumlah hutang maskapai ini menembus angka 2,7 M. Wow angka yang begitu fantastis bagi mahasiswa semester V seperti saya. Akibat hutang ini, pihak P*rtamina untuk sementara memberhentikan supply bahan bakar avtur di beberapa bandara untuk maskapai penerbangan ini. Dan salah satunya di Bandara Sultan Hasanudin Makasar. Terang saja, hal ini tentunya akan berdampak besar bagi bagi semua pihak. Sebagai mahasiswa teknofisika nuklir, mungkin saya kurang begitu berkompeten menjelaskan tentang dampak atau permaslahan di bidang transportasi yang muncul akibat peristiwa ini. Tetapi bersama anda, akan saya coba menganalisanya. Mari kita telaah satu persatu :

1. Akibat peristiwa ini tentunya akan memberi kesan pada masayarakat, bahwa antar BUMN di Indonesia terkesan saling berkompetisi dalam mengejar laba /keuntungan. Memang sepengatahuanku , masing-masing BUMN memiliki target untuk memperoleh laba/keuntungan setiap tahunnya. Laba inilah yang mungkin digunakan untuk menggaji para karyawan atau pekerja di BUMN tersebut yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Tetapi alangkah baiknya jika antar BUMN saling bekerja sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua rakyat (dalam hal ini konsumen) di Negeri ini.

2. Sejumlah penerbangan akan di batalkan khususnya yang masuk maupun keluar dari Bandara Sultan Hasnudin (ujung-pandang). Hal ini tentu saja akan merugikan para calon penumpang dan pihak maskapai penerbangan. Calon penumpang dirugikan dari segi waktu, tenaga, pikiran bahkan materi. Kabarnya sih, para calon penumpang yang mengalami penundaan penerbangan belum jelas nasibnya. Kapan mereka akan diterbangkan atau kejelasan penerimaan kompensasi. Bagi maskapai penerbangan, penundaan ini jelas akan semakin membuat mereka terpuruk. Pendapatan mereka akan berkuarang drastis. Ujung-ujungnya utang belum bisa dibayarkan juga.

3. Bandara Frans Kaisiepo (biak-papua) akan sepi. Mengapa saya bisa bilang begitu ? hehe, kebetualan penulis lahir dan dibesarkan di Biak-Papua. Sehingga tahu betul kondisi di kabupaten ini. Begini, untuk penerbangan domestik dari luar papua, di bandara Frans kaisiepo hanya dilayani oleh 2 maskapai yaitu M*rpati dan G*ruda. Penerbangan dari bandara sultan hasanudin – bandara frans kaisiepo atau sebaliknya merupakan salah satu penerbangan yang banyak diminati baik masyarakat ujung pandang maupun biak. Dengan penundaan penerbangan dari dan ke bandara sultan hasnudin , otomatis kegiatan di bandara frans kaisiepo akan menurun drastis dan hanya satu maskapai saja yang melayani penerbangan dari luar papua khususnya dari dan ke bandara sultan hasanudin (ujung pandang).

Mungkin itu 3 dari beberapa dampak yang terjadi dari peristiwa ini. Kedua belah pihak juga tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Selama ini juga mereka sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melayani para konsumenny a masing-masing (give applause). Pihak p*rtamina sudah berupaya untuk dapat menyediakan bahan bakar untuk menunjang kehidupan di Negeri ini. Pihak M*rpati juga selama ini sudah berupaya semaksimal mungkin bertindak sebagai jembatan penghubung antar kota dan kabupanten di negeri 1000 pulau ini.
Hanya saja ada beberapa PR yang harus dikerjakan oleh kedua belah pihak. Untuk menajemen M*rpati harus lebih jeli dalam mengatur keuangan, khususnya keseimbangan antara pendapatan dan penegeluaran. Pihak P*rtamina juga harus lebih peka sebelum mengamibil kepeutusan. Jangan sampai kepeutusan yang di ambil merugukan konsumen, dalam hal ini pihak ke tiga yang sebenarnya gak begitu paham atas permasalahan yang terjadi. Kuncinya satu sih K.O.M.U.N.I.K.A.S.I

Dan saya berharap permasalahan seperti ini tidak perlu lagi terjadi. Masyarakat sudah bosan dengan carut marutnya sistem transportasi di Indonesia. Mulai dari serangkaian kecelakaan samapai mogok kerja para karyawan, yang kesemuanya itu akan sangat merugika konsumen dalam hal ini saya, anda dan seluruh masyarakat Indonesia….



Read More..

10 Oktober 2011

Rangkaian Acara Dies Natalis 4# Einsten.Com

0 komentar

kalo kurang jelas bisa di liat disini
http://www.flickr.com/photos/blackwashere/6216407335/sizes/l/in/photostream/

kalo mau donlod disini
http://www.mediafire.com/?wkeicg1czm0gew5 Read More..