Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

12 Juli 2012

Misteri Dibalik Lagu 'So Far Away' - Avenged Sevenfold

81 komentar
Malam jum'at enaknya ngapaian ya? Daripada ngegosip gak jelas tentang cerita horror yang belum bisa dipastikan kebenarannya, gimana kalo aku ngajak kamu ngobrol tentang kematian, hal yang diakuti oleh banyak manusia. Tapi ini bukan kematian sembarangan loh. Ini kematian James Owen Sullivan. Benar kata pepatah,"Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang", yang berarti seorang manusia meskipun sudah tiada lagi, akan selalu diingat jasa-jasa atau malah kesalahan-kesalahannya.



Siapa sebenarnya James Owen Sullivan ? Sengaja aku buat postingan ini karena terinspirasi langsung dari lagu band Avenged Sevenfold, yang didedikasikan buat mantan drummer mereka yang telah meninggal tahun 2009 silam. Cobak simak kutipan lirik lagunya berikut ini:

Sleep tight I'm not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
'Cause as soon as I'm done I'll be on my way
To live eternally


foREVer : Sumpah, mau mewek gua denger lagu ini !



Pertama kali dengar lagu ini, sikapku biasa aja. Tetapi setelah diceritakan seorang teman mengenai kisah dibalik lagu ini, langsung merinding bulu kudukku. Kemudian setelah diputar berkali-kali dan coba pahami maksud lagu ini, aku malah dibuat hampir nangis. Video klipnya yang diunggah bulan mei tahun 2011 lalu di youtube juga sudah menyedot 24,5 juta pasang mata. Itu belum termasuk video-video sejenis yang diupload oleh user lain.

Lalu, bagaimana lagu yang menceritakan tentang kematian seorang sahabat, dapat menghipnotis begitu banyak orang untuk mendengarnya ? Apakah ada pesan mistis dari lagu itu ? Biar anda nggak semakin penasaran, langsung aja dengerin lagunya berikut ini :

* Supaya lebih hikmat, maknai liriknya bait per bait dan coba rasakan apa yang meraka rasakan...



So Far Away : Tribute to The REV



Lagu ini dalam banget liriknya, mungkin karena diangkat dari real story kali ya, emosinya dapet, melodinya juga mampu imbangi kesakaralan liriknya. Walau aku baru denger lagu ini beberapa bulan terakhir (hihihi telat banget ya?), tapi nggak ada bosen-bosenya tuh dengerin. Beda banget dengan lagu-lagu boyband maho (Ups..!) yang booming akhir-akhir ini dan(menurutku loh..) hanya jual tampang, yang terkadang bawakan lagu-lagu cengeng, gak jelas asal muasalanya (bikin nek diperut aja xp ).

Lanjut dengan kisah dibalik lagu ini.Tapi seelumnya aku berpesan, ambil hikmahnya aja ya. Buang jauh hal-hal buruk dibalik kisah lagu ini.

Penulis lagu ini adalah Synyster Gates, gitaris Avenged Sevenfold. Selama karirnya lagu inilah yang pertama kali ia ciptakan. Lagu ini awalnya dibuat untuk mendedikasikan kakeknya yang meninggal saat bandnya mengadakan tour. Namun, karena dirasa cocok, maka saat peluncuran lagu ini dijadikan tribute untuk sahabatnya sedari kecil yang juga rekan sebandnya James Owen Sullivan atau lebih dikenal dengan The Rev.




Alm. James The REV Sullivan


The Rev atau James Owen Sullivan lahir pada 10 Febuari 1981 dan merupakan salah satu personel Avenged Sevenfold paling tua di band itu. The Rev sendiri adalah kependekan dari The Reverend Tholomew Plague yang merupakan nama yang ia pilih sebagai nama panggungnnya. Bakatnya sebagai drummer sudah terlihat sejak ia kecil. Dimana dia telah memperoleh sepasang tongkat drum sejak usianya lima tahun. Keudian dia menerima drum miliknya sendiri pada usia sepuluh tahun. Pada tahun 2009, dalam jajak pendapat dari beberapa drumer terbesar di dunia yang dilakukan oleh Majalah Rhythm, The Rev mendapat tempat sebgai drumer ke 41 terbesar sepanjang masa. Selain itu dia juga termasuk pemain Drum terhebat di dunia yg berada di urutan ke-9.

Ditengah prestasinya yang mulai gemilang, pada tanggal 28 Desember 2009 terdengar kabar mengejutkan bagi para penggemar Avenged Sevenfold. The Rev dikarbarkan meninggal, dan semua tidak menyangka dengan kematian mudanya yang dirasa terlalu cepat. The Rev Sullivan ditemukan tewas di rumahnya pada usia 28 tahun. Saat itu kemtiannya masih menjadi misteri. Butuh waktu sekitar setengah tahun untuk memperoleh hasil otopsi. Baru pada tanggal 9 Juni di tahun berikutnya diumumkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan akibat penggunaan piskotropika yang dicampur - campur, atau sering juga disebut polydrug use atau "cross fading".

Dalam peperikasaan yang dilakukan pada jenazah The Rev ditemukan beberapa zat yang berbahaya seperti Oxycodone, Oxymorphone, Diazepam / Nordiazepam dan etanol. Oxycodone sendiri adalah penghilang rasa sakit yang biasanya digunakan sebagai pengganti kodein. Sedangkan oxymorphone adalah obat penghilang rasa sakit mirip dengan morfin. Kemudian Diazepam / Nordiazepam adalah obat kecemasan dan etanol adalah minuman keras dalam alkohol. Dalam penyelidikan juga ditemukan bahwa organ hati The Rev juga mengalami pembesaran yang tidak wajar.

Kepergian drummer legendaris ini memukul telak personil Avenged Sevenfold lainnya. Bahkan diawal-awal kematiannya, band ini sempat diisukan bubar. Namun isu itu segera ditepis oleh Avenged Sevenfold dengan masuk dapur studio pada tanggal 17 Februari 2010 bersama dengan mantan drummer Dream Theater, Mike Portnoy, yang juga adalah salah satu drummer idola The Rev.

Walau posisinya dalam  Avenged Sevenfold saat itu telah digantikan oleh  Mike Portnoy, namun tidak serta merta membuat para personil lainnya melupakan kenangan indah bersama The REV. Terbukti dari video klip  yang telah anda tonton sebelumnya,  ekspresi para personil sangat terpukul dengan kepergian the REV, dan posisinya secara harfiah tidak akan tergantikan dalam band  Avenged Sevenfold . Bahkan jika anda teliti dengan video yang dibuat tahun 2011 lalu, beberapa personil rela menato tubuhnya dan menggunaka simbol-simbol untuk mengenang the REV.

Coba anda perhatikan, foto-foto ini saya ambil dari potongan video klipnya :

1. Tato di tangan vokalisnya, simbol tengkorak Avenged Sevenfold dengan gaya rambut THE REV.




* sekedar info, simbol Avenged Sevenfold adalah tengkorak botak bersayap.

2. Tato di leher, dengan tulisan "forever"




3. Tulisan di gitar




4. Tulisan di tali selempang bas



*kata 'REV', sengaja dibuat besar dalam kata forever

Bagaimana? sekarang anda sudah tambah yakin kan, tentang video klip lagu ini yang didedikasikan buat sahabat mereka alm. James The REV Sullivan. Begitulah dedikasi yang pantas buat seorang "Sahabat" yang dengan senang hati selalu menemani kita dalam suka maupun duka. Beda dengan (kebayakan) seorang kekasih yang mungkin saja akan dilupakan, saat tak berada di sisinya lagi. Tetapi tidak halnya dengan seorang sahabat yang namanya selalu abadi, sekali pun sudah pergi jauh...

* Terlepas dari kebiasan buruk THE REV yang justru menjemput ajalnya, angkat topi deh, buat kesetiaan para personil Avenged Sevenfold !

Ini liriknya :

Never feared for anything
Never shamed but never free
A life that healed a broken heart with all that it could

Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all that I could

Will you stay ?
Will you stay away forever ?

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold

A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind

Where you can stay
You can stay awake forever

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Sleep tight, I'm not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
Cause as soon as I'm done I'll be on my way
To live eternally

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it's so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away

I love you
You were ready
The pain is strong enough despite
But I'll see you
When He lets me
Your pain is gone, your hands are tied

So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to
Need you to know




Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

20 April 2012

2 lagu

11 komentar
Ini dua lagu yang beda, dibawakan oleh 2 band yang juga berbeda. Tetapi malam ini aku suka mendengarnya. Berulang kali aku dengar, tapi gak bosan-bosan. Entah mengapa, aku juga bingung. Mungkin 2 lagu ini memiliki banyak persamaan, satu diantaranya adalah sama-sama menceritakan pengalaman hidup salah seorang personelnya. Mungkin karena pengalaman pribadi, liriknya terdengar sangat dalam, natural dan menyentuh.

Sekarang, saya ajak anda mendengar 2 lagu ini. Mungkin kita belum atau tidak akan mengalami kejadian yang persis sama seperti lagu ini. Karena ini adalah kisah billie joe (green day) dan David Desrosiers (simple plan). Jalan hidup memang nggak selalu manis, seperti yang mereka inginkan. Namun, mereka tetap semangat dalam berkarya dan akhirnya tetap eksis di band mereka masing-masing. Dengan mendengar 2 lagu ini, membaca bait per bait, mencoba memahami dan ikut merasakan apa yang mereka alami, sudah seharusnya bisa membuat kita lebih bersyukur dan menghargai sosok dan figur seseorang. Terlepas dari apa yang ia lakukan, ia tetap orang tua kita ^_^


Green Day - Wake Me Up When September Ends



Simple Plan - Perfect




Liriknya :




Green Day - Wake Me Up When September Ends


summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when september ends

like my fathers come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when september ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what i lost
wake me up when september ends

summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when september ends

ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when september ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what i lost
wake me up when september ends

summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when september ends

like my father's come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when september ends
wake me up when september ends
wake me up when september ends


Simple Plan - Perfect

hey dad look at me
think back and talk to me
did i grow up according to plan?
do you think im wasting my time doing things i wanna do?

cuz it hurst when you disapprove all allong
and now i try hard to make it
i just want to make you proud
im never gonna be good enough for you

i cant pretend that
im alright
and you cant change me
cuz we lost it all

nothing lasts forever
im sorry
i cant be perfect
now its just too late and

we cant go back
im sorry
i cant be perfect
i try not to think

about the pain i feel inside
did you know you used to be my hero?
all the days you spend with me
now seem so far away

and it feels like you dont care anymore
and now i try hard to make it
i just want to make you proud
im never gonna be good enough for you

i cant stand another fight
and nothings alright
nothings gonna change the things that you said
nothings gonna make this right again

please dont turn your back
i cant believe its hard
just to talk to you
cuz you dont understand





Ini 2 buah lagu. Lagu yang sama-sama menceritakan 2 sosok. Seorang Ayah dan Anaknya...
;)

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

24 Desember 2009

Buka Semangat Baru

2 komentar
Satu lagi, muncul sebuah lagu yang asyik dan menarik untuk di dengar. Awalnya aku lihat video klipnya dari ssalah satu siaran televisi swasta. Tanpa pikir panjang lang aku searching aja di mbah google. Eh, setelah ku dengar lagunya asyik loh. Cocok banget ma kepribadianku sekarang yang perlu "SEMANGAT BARU".Biar tetap optimis,setiap pagi, setelah selesai mandi saya selalu mendengarkan lagu ini. Gak tahu kenapa lagu ini efek banget buat diriku. Tunggu apa lagi ayo download lagunya.

(Ello)
Hello teman semua
Ayo kita sambut, hari baru telah tiba
Apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
Dan berbagi bersama

Reff:
Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru

Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru

(Berry Saint Loco)
Coba diam walau hanya tuk sejenak,
Dengarkan kata dari sgala yang ku ucap,
Ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
Dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
Ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
Namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
Bersama kita coba wujudkan harapan,
Membuka jalan dalam gapai setiap tujuan.

(Ipang)
Mentari bersinar selalu
Ini yang ku minta penuh semangat tertawa
Bersamamu teman semua
Karna ini saatnya kita nyanyi bersama

Back to Reff

(Lala)
Dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
Esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana, berbagi bersama
Dan kita tahu, pelangi yang satukan kita

Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru

Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah semangat baru

Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru

Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah semangat baru


Download video clip Ello Ipang Berry(st.Loco)Lala Buka Semangat Baru


kalo mau download versi mp3 klik aja di sinidi sini

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

16 Juni 2009

Netral - Garuda di Dadaku

1 komentar

Satu lagi lagu yang dapat meningkatkan rasa Nasionalisme kita, kepada Negara Indonesia dirilis. Kali ini band yang membawakannya adalah Netral. Band yang digawangi drumer top, eno netral ini memang terkenal dengan genre musik rock yang energik. Tidak heran lagu yang diciptakan netral ini menjadi salah satu original soundtracknya film yang judulnya sama dengan judul lagu ini. Film yang bertemakan sepak bola ini, sangat pas dengan selera kaum adam yang rata-rata adalah penggila bola. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi anda seorang wanita akan merasa puas setelah menyaksikan film ini. Setelah saya melihat cuplikan filmnya, saya rasa film ini tidak hanya berkutat tentang sepak bola saja. Akan tetapi, film ini juga akan meningkatkan rasa Nasionalisme kita kepada Negara yang saat ini mulai memudar. Karena film ini akan di putar mulai tanggal 18 juni 2009, tidak salahnya anda mendengar OSTnya terlebih dahulu. Terlebih lagi jika anda berdomisili di kota kecil seperti saya, yang kotanya sendiri belum terdapat bioskop. Jika anda ingin mendownloadnya dan mendengarkan lagunya terlebih dahulu silahkan klik di sini



Tetapi INGAT mendownload sebuah lagu secara gratis dari internet bukanlah hal yang bijak. Belilah kaset dan CDnya yang asli. OK..!!

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

02 Februari 2009

History of LINKIN PARK

1 komentar

Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.

Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.

Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.


Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.

Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping

Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com

Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December (lagu).

Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.

Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.

Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori "Video Rock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.

Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".

Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.
Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.

Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel "Shadow of the Day".

Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.

Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.

Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.

Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.

Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

29 Januari 2009

The Rain Lebih Ceria di 'Serenade'

2 komentar

postinagan nie, aku buat spesial untuk rois dech..
yang udah request, minta postingan band the rain untuk ditampilkan di blog ini...
Sejarah band nie,aku sendiri bloem dapat. Tapi aku harap moga-moga postingan ini bisa bermanfaat, khususnya buat rois..


Jakarta The Rain kembali lewat album ketiganya yang diberi tajuk 'Serenade'. Mereka lebih ceria, lebih segar, walau syair cinta nan mellow masih diusung band asal Yogyakarta ini.

Sejak kemunculannya di tahun 2003, The Rain terus mencoba eksis dengan merilis album tiap 2 tahun. Kali ini 'Serenade' jadi pilihan. Debut pertama mereka 'Hujan Kali Ini' dan 'Senandung Kala Hujan' tidaklah mengecewakan.

Dari 2 album sebelumnya itu lahir hits-hits The Rain seperti 'Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku', 'Dengar Bisikku' juga 'Tolong Aku'. Boleh dibilang, lirik yang manis dan alunan musik sederhana sejak awal sudah jadi ciri khas The Rain.

Di album kali ini mereka mencoba lebih ceria di musik. Syair sih boleh mellow, namun mereka membawakannya dengan sangat bersemangat. Apa ini tak jadi tabrakan? Tidak juga. Beberapa dari lagu mereka malah terdengar semakin indah.

Coba saja intip lagu jagoannya dengan judul 'Terlalu Indah'. Liriknya berkutat seputar patah hati, tapi bukan The Rain namanya jika tak bisa merangkaikan perasaan itu dalam kata-kata yang indah. Musik yang lebih dominan pop, cocok sekali membalut lagu tersebut.

Selamat jalan kekasih, manis yang berujung perih
Kisah yang terlalu indah, kini semua berakhir sudah

Ada sebuah lagu dari album sebelumnya yang digarap ulang dengan aransemen berbeda, 'Persimpangan'. Beberapa lagu mereka berkisah tentang cinta yang tak jelas. Coba saja putar lagu 'Selama Yang Kau Mau', 'Cinta Terpendam', 'Rahasia Hati' juga 'Ku Tunggu Jawabmu'. Namun terkadang kita memang harus bersikap menanggapi hati. Dengar saja lagu 'Bukan Penantian'.

Secara keseluruhan, album ini semakin kental bernafaskan The Rain. Di album ketiga yang biasanya menjadi ajang pembuktian eksis sebuah band ini The Rain berhasil unjuk gigi.

Sekali lagi, lirik boleh mendayu dan patah semangat, namun musik The Rain tidak demikian. Indra (vokal), Aang (drum), Ipul (bass) dan Iwan (gitar) menorehkan kisah cinta banyak orang di album ini.

Daftar track album 'Serenade':
1. Dan Biar Esok Menjadi Misteri
2. Terlalu Indah
3. Persimpangan (New Version)
4. Selama yang Kau Mau
5. Cinta Terpendam
6. Bukan Penantian
7. Tersenyum Dalam Luka
8. Tak Terkendali
9. Beri Aku Waktu
10. Kutunggu Jawabmu
11. Rahasia Hati
12. Serenade (yla/yla)

http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/28/time/201408/idnews/786253/idkanal/217

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

19 Januari 2009

Sejarah Five Minutes

0 komentar

Five Minutes adalah sebuah band pop rock yang berasal dari Kota Kembang Bandung berdiri tahun 1994. Kini, Five Minutes digawangi oleh Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum).

FORMASI AWAL
Drie dan Ricky bertemu di awal tahun 1990-an dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitaris) dan Sanny (vokalis) di tahun 1994 untuk mengikuti Fetival Band Se-Jabar DKI di Bandung. Dalam ajang tersebut mereka berhasil menjadi juara 1 dari 102 peserta. Tak lama, mereka pun masuk dapur rekaman. Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1996), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1997), Ouw! (2002), Sekat (2003), dan The Best +5 (2004). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka.

FORMASI BARU
Setelah album The Best, Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Ricky dan Drie pun berburu personel baru. Akhirnya Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) melengkapi formasi Five Minutes yang baru. Pada bulan Juni 2007, mereka merilis album baru bertajuk Rockmantic. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka.[1]

DISKOGRAFI
Five Minutes (1996)
Five Minutes 2 (1997)
Ouw! (2002)
Sekat (2003)
The Best +5 (2004)
Rockmantic (2007)
Rockmantic (Repackaged) (2008)

TRIVIA
Fiver's adalah sebutan untuk penggemar setia Five Minutes

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Five_Minutes

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

07 Januari 2009

LYLA - Band Pendatang Baru Luncurkan Album

3 komentar


SUSAH berhenti memang, kalau sudah bermusik sejak lama, kemudian berhasil masuk rekaman. Yang ada, meski kemudian belum tentu sukses, mereka menyatakan diri ‘berani hidup dari musik.’ Sebuah pernyataan yang berani sekali.

Mungkinkah itu yang meyakinkan band baru bernama LYLA ini untuk memutuskan berani berkiprah di industri musik yang “kejam” untuk pendatang baru ini? Entahlah, tapi melihat perjalanannya, band yang awalnya sempat bernama Mahameru Band ini, termasuk jatuh bangun meniti karir. Wajar saja, mereka sudah eksis ngeband sejak tahun 2001 silam.

Seperti biasa, Indra Perdana [vokal], Fare Adinata [gitar], Dharma [kibord], Dennis Rizky [bass] dan Amec Jen Aris [drum] adala anak-anak muda yang sepakat bersama lantaran punya kebersamaan hobi ngeband. Dalam perjalanannya, mereka memang tak selalu satu kata, tapi kebersamaan itulah yang membuat mereka bertahan.

Indra Perdana misalnya. Cowok yang kerap dipanggil Naga ini adalah runner-up Cilapop I 2005 silam. Malah sempat masuk dalam kompilasi rilisan salah satu label lewat lagu ‘Aku di Sampingmu’. Nggak cuma itu, Sinaga ini juga jadi bintang iklan salah satu rokok di televisi.

Ketika akhirnya band yang mereka jadikan “rumah” mendapat kesempatan rekaman, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan. Album perdananya ‘YANG TAK TERLUPAKAN’ menjadi pembuktian lima anak muda dari Jakarta ini.

Tak perlu repot memainkan skill yang ribet, mereka memilih bermain-main di area aman, pop easy-listening. Saingannya ribuan sih, tapi siapa tahu ada yang beruntung nancep di kuping penikmat musik? Apalagi single ‘Takkan Ada’ dengan nuansa vintage, didapuk jadi track yang siapa tahu “mengganggu” industri pop. Masih kuat menerima band baru? Terimalah LYLA…(modelayu.com)

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

25 November 2008

Akankah Peterpan bersatu kembali ???

1 komentar
Minggu, 23 November 2008
Setelah bangun dari tidur siang yang pandek, seperti minggu-minggu biasanya saya sempatkan diri untuk menonton tv. Siaran tv saat itu yang saya tonton adalah Sunday chart special by request di global tv. Walaupun telat, (jam saat itu kalo gak sudah menunjuk pukul 13.20 wit) saya sempatkan untuk menonton acara itu sampai habis. Bintang tamu pada saat itu adalah band “padi”. Dalam acara itu Padi (selama yang saya tonton) menyajikan 2 buah lagu yaitu, sang penghibur dan maha dewi. Ada yang berbeda dari penampilan band yang digawangi yoyo pada posisi drum, suami penyanyi solo wanita pelantun lagu AAC. Yoyo saat itu, mengiringi lagu padi dengan sebuah gendang bukan drum set seperti biasanya. Lagu Sang penghibur pun, terdengar lebih hikmad karena diiringi juga oleh gitar acoustic piyu.

Lha, kok malah bahas band padi sich??
Langsung aja ya, setelah mendengar lagu sang penghibur oleh padi, yang menempati urutan 4 dalam Sunday chart Special by request, Yoyo padi pun membacakan / mengumumkan bahwa urutan 3 ditempati oleh peterpan dengan video clipnya “Bintang di Surga”. Serentak aku terkejut sekaligus senang. Bagaimana tidak, Hits Bintang di Surga merupakan salah satu lagu faforitku semasa smp dulu. Saya pun menonton video klipnya dengan serius. Mataku pun aku tahan agar dapat seminimal mungkin untuk berkedip. Bagiku video klip itu, sangat kerenz, jadi bila berkedip sedetik aja rasanya, gimana gitu. Dalam video klip itu, ariel, lokman, uki dan reza bertindak sebagai perampok yang menyandra para Sandra, sedangkan andika dan indra berperan sebagai polisi yang hendak membebaskan Sandra dan menangkap perampok. Video klipnya digarap begitu rapi. Seakan-akan itu benar-benar terjadi. Dari fasilitasnya dalam video klip itu pun seperti mobil polisi, seragam, senjata dan lainnya terlihat begitu mewah. Saya memprediksi shootingnya bukan di Indonesia kali ya…

Terlepas dari begitu apiknya penggarapan video klip peterpan tersebut, tidakkah terpikir bahwa fans peterpan atau yang lebih dikenal dengan sebutan “sahabat peterpan” masih rindu dengan peterpan yang dulu masih lengkap dengan 6 personelnya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pemilih video klip “bintang di surga” yang cukup besar yakni 15 % yang menempatkan peterpan berada pada posisi 3 pada acara Sunday chart special by request saat itu. Perlu diketahui bahwa, penempatan urutan atau posisi lagu dalam chart tidak asal di buat. Namun, hal itu merupakan hasil pooling dari para pemilih dalam acara itu sendiri.

Terus terang, saat peterpan masih bersatu dulu, saya merupakan salah satu fans beratnya. Namun, saat mereka memutuskan berpisah untuk membentuk ataupun meneruskan band masing-masing, hati kupun :-) juga ikut-ikutan berpisah. Sebelah hati masih mengagumi peterpan, dan hati yang sebelah mengagumi band baru bentukan andika dan indra, The Titans. Menurutku sich, hati para sahabat peterpan lainnya dulu juga ikut-ikutan terbelah sepertiku, atau mungkin pikirannya menjadi bingung, apakah ingin tetap menjadi sahabat peterpan sejati dengan tetap mengagumi racikan lagu-lagu ataupun penampilan ariel, reza, uki dan loekman. Ataupun, berubah pikiran dan menjadi “Titanium” sebutan untuk para fans the titans band baru yang digawang indra dan andika eks personel peterpan.

Kembali pada video klip bintang di surga, kita dapat mengetahui bersama dalam scenario peterpan terbelah menjadi dua kelompok, yaitu yang berperan sebagai polisi (andika dan indra) dan yang berperan sebagai perampok (Ariel, uki, reza dan loekman). Yang ingin saya tanyakan sekarang, tidakkah kita mencium benih-benih perepecahan peterpan dalam video klip tersebut, mengingat andika dan indra sekarang benar-benar berpisah dari peterpan? Atau apakah ini hanya sebuah kebetulan? Mungkin hanya mereka dan Tuhan Yang Maha Esalah yang mengetahuinya.

Sesuai kesepakatan antara ariel dan andika bahwa, nama peterpan hanya dapat digunakan sampai ariel cs meluncurkan album ke enam. Album itu, yang berjudul “Sebuah Nama Sebuah Cerita” kini sudah dikeluarkan. Sesuai dengan judul itu, Ariel cs seakan ingin mengucapkan selam tinggal dengan nama peterpan. Mereka akan melepaskan nama yang telah membuat mereka dikenal. Memperjuangkan nama band itu juga bukan hal yang mudah. Konser tunggal terakhir peterpan pun belum lama ini digelar. Sekarang kita hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat ariel cs manggung menggunakan nama baru.

Akan tetapi, apakah fans peterepan, baik yang mengagumi mereka saat bersatu dulu maupun fans peterpan yang mengagumi saat peterpan terpecah akan rela bahwa nama peterpan akan sirna dibelantika musik nasional di masa datang?? Sebagai salah satu fans peterpan, saya jawab TIDAK. Menurut saya masih ada cara agar nama peterpan tetap hidup di hati para sahabat peterpan, yaitu BERSATU KEMBALI. Namun, yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah ariel, reza,andika,indra, uki, dan lukman bisa menghilangkan ego masing-masing serta bersama-sama kembali mengibarkan bendera peterpan di belantika musik Indonesia. Saya berharap bisa. Namun, sekali lagi hanya mereka berenam dan Tuhanlah yang mengetahui.


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

04 November 2008

Peter Pan

1 komentar


Awal terbentuk
Pada tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.
Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.



Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit", terpilih lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.
Taman Langit
Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album peterpan. Akhirnya debut album peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak dinyana, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.[1]
Tak hanya jumlah penjualan, peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk "LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record" itu dimulai di Medan, Sumatra Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatra Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).[2]

Bintang di Surga
Tak lama menanti, peterpan kembali merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga di bulan Agustus 2004. Dalam waktu 2 minggu, album itu telah terjual 350.000 kopi, dan di awal Januari 2005 telah menembus 1,7 juta kopi.[3] Album yang menjagokan "Ada Apa Denganmu" ini sebulan kemudian (Februari 2005) menembus 2 juta kopi.[4] Dan menurut catatan, album kedua peterpan ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi.[5] Nilai yang cukup fantastis, mengingat saat itu sang vokalis, Ariel sedang tersandung masalah. Ariel dikabarkan telah menghamili mantan kekasihnya, Sarah Amalia.[6]
Tahun 2005 juga menjadi tahun 'kejayaan' bagi peterpan, tak hanya dari sisi penjualan album, tapi juga penghargaan. Di awal tahun 2005, peterpan telah meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Mei 2005 di Bangkok.[7] MTV Asia Aid adalah nama lain ajang MTV Asia Awards 2005 yang bisa digelar rutin tiap tahun. Perubahan ini sebagai bentuk kepedulian MTV Internasional atas bencana gempa dan gelombang tsunami yang menerjang di 11 negara, 26 Desember 2004.[8] Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu "Ada Apa Denganmu".[9] Dari 11 nominasi itu, peterpan memenangkan 7 penghargaan, antara lain untuk gelar band terbaik, album terbaik, grafis desain album terbaik dan karya produksi terbaik, semua itu berkat album Bintang di Surga.[10] Pada ajang SCTV Music Awards 2005, peterpan mendapat penghargaan di kategori Album Pop Group Ngetop dan Lagu Paling Ngetop. Setelah tahun sebelumnya juga mendapat Group Pendatang Baru Terngetop. peterpan juga meraih kategori Band Paling Ngetop di SCTV Award 2005
Di tahun 2005, peterpan kembali merilis 2 album. Meski kali ini mereka tidak merilis album 'utama'. Yakni VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan breaking record konser selama 24 jam di 6 kota.[11] dan album soundtrack film Alexandria.[12]

Perpecahan
Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.
Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gazebo dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.[13]
Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.[14]
Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan 'taring'nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara "Song Festival" di Korea Selatan.[15] Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.

Kerusuhan di konser
Sama seperti grup band tenar lain di Indonesia, konser peterpan pun tak lepas dari masalah. Pada tahun 2006, saat konser di stadion Harapan Bangsa Lhongraya Kota Banda Aceh tanggal 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini pun dinilai melanggar undang-undang Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.[16]
Akibat kerusuhan saat konser bukan hanya menimpa penonton, tapi juga anggota band yang tampil. Hal ini terjadi saat peterpan konser di Stadion Bima Cirebon, 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar Stadion, akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar Stadion. Akibat peristiwa itu konser menjadi terhenti di saat peterpan membawakan lagu kelimanya "Mungkin Nanti" sekitar pukul 20.30 WIB.[17]

Konser tunggal peterpan
Minggu (19/10) konser tunggal berjudul Sebuah Nama Sebuah Cerita. Konser ini sendiri merupakan konser besar terakhir band yang digawangi oleh Ariel, Uki, Lukman, dan Reza dengan menggunakan nama Peterpan.
Di dalam konser ini, Peterpan juga menggandeng vokalis-vokalis band ternama seperti Pasha Ungu, Giring Nidji, Rian d Massiv, dan legenda musik Indonesia, Iwan Fals.

Studio Album
FPRIVATE "TYPE=PICT;ALT=!" Artikel utama untuk bagian ini adalah: Peterpan Discography
Taman Langit (2003)
Bintang di Surga (2004)
Ost. Alexandria (2005)
Hari yang Cerah (2007)
The Best of (Sebuah Nama Sebuah Cerita) (2008)

Other Album
Video Karaoke Peterpan - Sahabat Peterpan (2005)

Penghargaan

Tahun 2002
Rookie of the Year 2002 versi Majalah Hai

Tahun 2004
Group Pendatang Baru Terngetop SCTV Music Award
Triple Platinum Album Taman Langit
Rekor MURI – Konser 6 Kota 24 Jam - 18 Juli 2004

Tahun 2005
Best Favorite - Artis Indonesia MTV Asia Award - Februari 2005
Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award - Mei 2005
Lagu Paling Ngetop, SCTV Music Award - Mei 2005
Band Paling Ngetop di SCTV Award - Agustus 2005
Penjualan Album Terbaik Sepanjang Tahun, MTV Music Award – September 2005
Grup pop terbaik melalui lagu "Ada Apa Denganmu" AMI Awards 2005 - November 2005
Lagu pop terbaik "Ada Apa Denganmu" AMI Awards 2005 - November 2005
Band Pop alternatif terbaik melalui lagu "Kukatakan Dengan Indah" AMI Awards 2005 - November 2005
Album Terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
Grafis desain album terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
Karya produksi terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
Anugerah Carta Era - Lagu Rock Pilihan & Carta Terbaik

Tahun 2006
Best Favorite - Artis Indonesia MTV Asia Award - April 2006
Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award - Mei 2006

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

29 Oktober 2008

Radja Band

3 komentar

radja adalah nama sebuah grup band asal Jakarta yang berdiri pada tanggal 17 Maret 2001. Band ini digaungi oleh 4 orang personil, yaitu : Ian Kasela (vokalis) , Moldy (gitaris), Shuma (bassist), dan Adit (drummer). Nama radja digunakan bukan karena tanpa alasan. Mereka sepakat menamakan band mereka dengan nama tersebut, dengan harapan dapat membawa band mereka menjadi besar dan mampu merajai musik Indonesia pada waktunya. Mereka menginginkan lagu yang mereka ciptakan dapat didengar dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti radja yang pada masa silam mampu memikat seluruh rakyatnya dengan pesona dan kharisma yang dimilikinya. Namun impian ingin dipuja itu tidak membuat mereka ingin memiliki jarak dengan para penggemarnya, karena itu nama band ini diawali dengan huruf kecil, dengan maksud mereka berharap kelak setelah mereka mampu menjadi seperti radja, mereka juga dapat tetap dekat dengan para penggemarnya.

Pada tahun 2001 banyak hal yang terjadi pada radja. Diawali dengan demo mereka yang diterima dengan baik oleh salah satu perusahaan rekaman pada saat itu. Materi lagu yang mereka ciptakan mampu membuat Universal Music Indonesia ingin menjalin kerjasama dengan radja. Mereka pun bekerjasama sehingga menghasilkan sebuah album perdana yang diberi judul “Lepas Masa Lalu“ dengan hitsnya “Biar Aku Menjagamu“. Disayangkan pada saat itu di dalam Universal Music Indonesia sendiri sedang ada masalah yang menyebabkan mereka harus gulung tikar sehingga album perdana radja tidak dapat didistribusikan dan dipromosikan secara maksimal. Apa boleh buat, album perdana ini tidak mengalami kesuksesan.
Kegagalan yang dialami oleh band ini membuat mereka vakum dari kegiatan hampir selama 1 tahun. Hal ini membuat para personil berada dalam kondisi tidak nyaman, sehingga akhirnya 2 orang personil, yaitu Shuma dan Adit memutuskan untuk mengundurkan diri dari band yang mereka naungi. Sejak pertengahan 2002, Shuma dan Adit tidak lagi tercatat sebagai personil radja. Tinggal Ian dan Moldy yang bertahan meneruskan nasib band ini.
Tahun pun berganti, awal tahun 2003, Moldy yang saat itu sedang pergi secara kebetulan bertemu dengan Indra seorang pemain bass yang dikenalnya melalui seorang teman Moldy yang bernama Wisnu. Dari sinilah cerita selanjutnya berawal. Moldy pada saat itu tanpa basa basi mengajak Indra untuk bergabung dalam band radja, karena saat itu Indra masih menjadi pemain pada sebuah band cafe, ia tidak langsung mengiyakan ajakan Moldy tersebut. Pada saat yang sama Moldy pun meminta Indra untuk merekomendasikan drummer yang dikenalnya. Dari sinilah kemudian keluar nama Seno. Seno adalah sahabat lama Indra yang kebetulan saat itu menjadi drummer band cafe yang sama dengan Indra. Kemudian Moldy mengajak mereka berdua untuk bertemu.
Melalui beberapa kali pertemuan dan latihan bareng di studio, Indra dan Seno kemudian tertarik untuk bergabung dengan Ian dan Moldy di radja. Bulan Mei 2003 mereka resmi bergabung , posisi radja berubah menjadi : Ian Kasela (vokalis), Moldy (gitaris), Indra (bassist), Seno (drummer).
Di tahun yang sama mereka membuat demo. Karena sulit untuk bisa menembus perusahaan rekaman, mereka lalu sepakat untuk mengubah strategi dengan mencari donatur yang mau mendanai rekaman mereka. Usaha demi usaha dilakukan hingga membuahkan hasil. Melalui perkenalan Moldy dengan Pak Heru yang saat itu menginginkan Moldy memproduseri dan menciptakan lagu untuk bandnya, malah membuat radja dapat berkenalan dengan team Kwitang yang kemudian hari menjadi bagian terpenting bagi karir radja.
Team Kwitang dipimpin oleh Bapak Isfan Fajar Satrio. Beliau dengan tulus dan ikhlas membantu radja dalam segala hal.Selain mendanai seluruh proses rekaman , beliau juga tanpa henti terus menyalakan semangat berjuang dalam diri keempat personil band ini. Melalui kerja keras dan kerjasama yang baik akhirnya sebuah master album telah siap untuk didistribusikan.
Berbekal master yang mereka miliki, mereka kemudian mencari perusahaan rekaman yang mau bekerjasama dengan mereka untuk mendistribusikan album radja . Di sinilah kemudian Malta Music Indonesia mengambil peran dalam perkembangan karir radja. Malta Music Indonesia bersedia untuk bekerjasama dengan radja untuk mengedarkan album kedua radja yang bertajuk “Manusia Biasa“ dengan lagu hits “Cinderella“ dan “Jujur“ .
Sangat disayangkan, karena Malta Music Indonesia adalah minor label dalam perindustrian musik Indonesia, album kedua radja lagi-lagi tidak dapat diedarkan secara maksimal ke seluruh penjuru Indonesia. Hal ini membuat radja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama mereka yang saat itu berakhir pada tahun 2004.
Lepas dari Malta Music Indonesia, radja lalu mencari mayor label yang mau menaungi mereka. Ternyata keberuntungan mulai berpihak kepada mereka berempat, pada akhir ahun 2004, mereka dipercayakan untuk menjadi grup band yang dinaungi oleh EMI Music Indonesia.
Setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia, radja langsung mengeluarkan album repackage dari album mereka sebelumnya, karena album kedua radja dinilai memiliki nilai jual yang bagus namun tidak terpromosikan saat itu. Tanpa membuang waktu lama, mereka pun meluncurkan album repackage yang diberi judul “Langkah Baru“ yang berisikan lagu-lagu mereka di album sebelumnya ditambah dengan 3 buah lagu baru, pada awal tahun 2005.
Album ketiga radja ini sungguh di luar dugaan, perjualannya tidak hanya bagus, malah mampu melewati target penjualan saat itu. Lagu hits mereka “Jujur“ hampir setiap hari terdengar di mana-mana, nama para personil radja pun mulai dikenal oleh masyarakat. Album ketiga ini memang di luar prediksi mereka. Album ini membawa mereka merasakan kesuksesan dalam karir yang mereka bangun dengan airmata dan cucuran keringat, perlu diingat mereka dapat berhasil bukan tanpa kerja keras! Mereka telah melewati masa itu, masa sulit di saat tidak ada sebuah perusahaan rekaman pun yang mau mendengarkan lagu ciptaan mereka, saat mereka tidak memiliki harta untuk bertahan hidup, saat mereka tampil di atas panggung tanpa seorang pun yang memperhatikan mereka, semua kepahitan dan kegetiran itu telah mereka lalui. Jadi bukan tidak layak bila sekarang mereka dapat memetik hasil jerih payah yang sudah mereka lakukan.
Album Langkah Baru membawa radja meraih Golden Award untuk penjualan kaset di atas 75.000 copy, Platinum Award untuk penjualan di atas 150.000 copy, Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300.000 copy, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500.000 copy. Prestasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya ketika mereka mampu meraih semua perhargaan itu.
Kesuksesan yang mereka raih tidak membuat mereka melupakan hasrat untuk berkarya. Pada tahun 2006 mereka pun meluncurkan album keempat mereka yang bertajuk “Aku Ada Karena Kau Ada“. Sekali lagi album inipun mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia. Lagu-lagu radja semakin merakyat dalam masyarakat Indonesia baik di kota-kota besar maupun di pelosok daerah. Bahkan mereka pernah tampil menghibur masyarak Indonesia bagian timur seperti masyarakat di daerah Luwuk dan Papua. Tidak hanya di dalam negeri, mereka pun mampu memukau masyarakat negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hal ini dibuktikan dengan beberapa kali mereka tampil menghibur di negara tetangga tersebut.
Beberapa penghargaan pun kembali mereka peroleh, salah satunya mereka peroleh dari ajang SCTV Music Awards yang menobatkan mereka sebagai “Band paling ngetop 2006“. Di penghujung tahun 2006, kembali mereka berkarya dengan turut berpartisipasi menciptakan album kerohanian yang diluncurkan pada saat bulan ramadhan. Album Rohani ini merupakan album kelima radja dan diberi judul “1000 Bulan“.
Di awal tahun 2007, radja kembali masuk ke dalam studio rekaman untuk mengemas album terbaru mereka. Latihan sudah dilakukan, lagu sudah diciptakan, alat instrumen mereka sudah berbunyi, syair sudah dinyanyikan, tinggal kita mendengar album terbaru mereka yang keenam dan diberi tajuk “6 Untuk Semua“. Akankah album keenam yang mereka ciptakan di tahun keenam usia mereka ini semakin matang seperti usia mereka dan mampu meraih kesuksesan seperti album mereka sebelumnya ? Dapatkah radja terus menjadi radja seperti nama yang selalu setia melekat pada band ini? Mampukah radja terus menjadi radja dalam dunia musik negeri ini ? Semoga...


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

01 Oktober 2008

history of the titans

0 komentar

The Titans ???
Mungkin sudah gak asing lagi di telinga qta. Band asal bandung yang di gawangi indra ma andika eks personil peterpan nie emank merupakan salah satu band papan atas di Indonesia. Tidak salah bila qta dapat menyebut band nie dgn istilah "bayi ajaib". Bagaimana tidak, pada alabum pertama aja the titans udah punya ribuan fans-fansx yang di kenal dgn nm TITANIUM. Tidak dpt d pungkiri bahwa fans itu mungkin pecahan dr "sahabat peterpan" (julukan fans peterpan)yg iqut hijrah brsma indra ma andika ke The Titans. Tapi...,,, tw gk makna dri kata "THE TITANS"????
Jangan ngaku klu kmu TITANIUM sejati klu bloem bc nie...!!!!!


History of the Titans

Keinginan untuk terus bermusik dan berkarya, itulah alasan dan tujuan utama Andika dan Indra untuk mendirikan The Titans. Musik memang sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan dua sohib ini. Dengan pengalaman ngeband yang panjang dan berliku, Andika dan Indra bertekad menjadikan The Titans band terakhir untuk mencurahkan semua inspirasi dan bakat mereka di dunia musik.

Untuk membentuk sebuah band, Andika dan Indra mengajak beberapa musisi yang sudah punya pengalaman yang gak bisa di bilang pendek. Utomo Haridwinanto yang akrab di panggil Tom Tom salah satu personil T-Five setuju buat menduduki posisi drum. Sony Krisna Yudha atau Oni sudah 12 tahun ngeband bareng kakaknya di Five minutes, di The Titans Oni megang posisi guitar. Imot atau dengan nama asli Tomi di kenal Andika waktu membantu memproduksi album salah satu artist yang berada di bawah naungan management Andika. Cowok berkaca mata ini memegang posisi programming/synthesizer. Yang terakhir mereka rekrut untuk gabung adalah sang vocalist, setelah menajalani beberapa seleksi, terpilihlah Rizki yang di percaya bisa mengisi posisi ini dengan baik.

Pada tanggal 8 December The Titans resmi di dirikan di Bandung. Sebagai band baru, The Titans memang harus berjuang dari bawah untuk merebut hati penggemar. Bersanding dengan band-band yang telah berdiri sebelum mereka, The Titans yakin dan posistive bisa berkibar dan menjadi salah satu superband di tanah air.

Album pertama mereka yang sudah rampung pembuatannya, dan tinggal menunggu launching, di buat dalam waktu yang lumayan singkat. Bukannya mau terburu-buru atau di kejar deadline, tapi mereka memang sangat bersemangat dan mempunyai ide banyak untuk di tumpahkan ke album pertama yg bertitle “The Titans” ini. Album yg di tulis bareng-bareng dengan andil dari seluruh personil The Titans ini di harapkan bisa di terima dengan baik dan di nikmati oleh para pecinta musik Indonesia.

Album The Titans di pengaruhi beberapa musisi yang menjadi panutan masing-masing personil di antaranya ada pengaruh The Cure, Coldplay, Stereophonic, Daftpunk, Keane, Muse dan lain-lain. Brits pop/rock memang jadi kiblat bermusik mereka. Musik yang ngepop tapi gak cengeng, ngerock tapi gak terlalu cadas, mellow tapi gak monoton, melancholic tapi gak meratap-ratap. Musik yang enak di dengar tapi gak ngebosenin, penuh dengan sound yang kreatif. Untuk kedepannya bisa aja aliran musik The Titans berubah sejalan dengan pengalaman dan dunia musik yang terus berkembang.
Nama The Titans ini di pilih karena di percaya sama semua personilnya bakalan biss merepresentasikan kekuatan dan kebesaran semangat mereka menjadi musisi-musisi handal dan membangun The Titans menjadi salah satu band terbesar di Indonesia.

The Titans sendiri di ambil dari mythology Yunani atau cerita dewa-dewa dari kepercayaan orang-orang Yunani. Pada masanya The Titans merupakan personifikasi dari kekuatan-kekuatan alam yang ada. The Titans adalah 12 anak-anak (6 laki-laki:Titanes dan 6 perempuan:Titanides) dari Gaia dan Uranus. Pada masanya The Titans menguasai dunia mereka dengan kekuatan mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Kekuatan The Titans di dalam cerita kepercayaan Yunani inilah Andika, Indra, Oni, Tom-Tom, Imot dan Rizki berharap bisa menjadikan band ini untuk memiliki kekuatan di dunia musik dan bisa terus mengembangkan kemampuan masing-masing.

The Titans Are :
Sonny Krisna Yudha - Guitarist
Utomo Haridwinanto - Drummer
Rizki Abdurahman - Vocalist
Tommi Herlambang - Synth and Programming
Hendra Suhendra - Bassist
Andika Naliputra - Keyboardist

Sumber : Thetitansband.com

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

27 September 2008

Sejarah Ungu Band

4 komentar

Siapa sich yang gk kneL ma Ungu..?
band yang digawangi oleh pasha sebagai vokalisnya nie, memank sering di jadikan idola ma anak muda. Terus terang sy jg slah satunya sich..(he,he,he....). Di sekolahq sj, lagu yg pling sering di puter ma tmn2q adlh lg yg d nyanyikan ma ungu. Tidak dpt di pungkiri lirik dan melodi cintanya dapat menghipnotis para pendengar lagunya. Blum lagi Lagu -Lagu RELIGINYA,,, Subhanallah.. Nyentuh banget di hati..
taw gak ungu punya sejarah yang unik lo...
Pengen tahu...??


UNGU? Kenapa?
Kenapa tidak? Itu jawaban kita sewaktu ditanya oleh orang-orang di sekitar kita. Nama UNGU sendiri kita sebutkan secara tiba-tiba ketika ditanya oleh seorang MC di sebuah event. Kita ingin orang-orang mengingat dengan mudah dan cepat menempel di otak, jadilah kami memberi nama band ini UNGU!

Awalnya UNGU?
UNGU terbentuk dengan sendirinya. Awalnya kita dari band yang berbeda, kebetulan sering latihan di studio yang sama dan akhirnya nge-jam bareng. Tidak hanya di studio, konsep nge-jam bareng ini dibawa juga ke panggung-panggung kecil sampai ke acara pensi sekolah di sekitar Tebet. Disitulah kita menemukan nama UNGU.

Bongkar pasang personil?
Mungkin tidak bisa dibilang bongkar pasang personil…. Hanya saja memang waktu itu personil UNGU berasal dari band yang berbeda-beda, jadi tidak heran kalau pada akhirnya mereka kembali lagi ke band asalnya. Barulah pada tahun 2000, UNGU punya personil tetap yaitu PASHA (vokal), ENDA (gitar), MAKKI (bass) dan ROWMAN (drum). ONCY (gitar) baru bergabung dengan UNGU setelah album pertama kita dirilis di tahun 2002.

LAGUKU, album perdana UNGU?
LAGUKU adalah album pertama UNGU yang dirilis tanggal 6 Juli 2002. Tapi sebelumnya, UNGU ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi KLIK bersama Lakuna, Borneo, Piknik dan Energy. 2 lagu tersebut adalah Hasrat dan Bunga. 2 lagu ini pula lah yang kemudian memicu semangat UNGU untuk memiliki album sendiri.

Semua lagu diciptakan sendiri?
Dari awal UNGU naik panggung, kita selalu membawakan lagu-lagu yang diciptakan sendiri. Beruntung kita produktif dalam menciptakan lagu. Dan kita senang karena lagu-lagu yang kita ciptakan ternyata mampu diterima di telinga pendengarnya.

Setelah album LAGUKU?
Nggak nyangka! Pertama kita senang karena akhirnya punya album. Kedua karena single pertama “BAYANG SEMU” menjadi ost. sinetron ABG yang pada waktu itu tayang di RCTI mampu membawa UNGU berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. Sepanjang tahun itu, UNGU tampil di hampir 100 panggung!

Lalu?
Kita mulai memikirkan album kedua. Materi album kedua mulai kita kumpulkan selama perjalanan tour ke seluruh Indonesia. Berat memang, kadang jenuh, apalagi ternyata deadline semakin dekat. Jadi lah UNGU bikin lagu dimana saja kita bisa. Di bis, pesawat, kapal, sepanjang perjalanan kita usahakan untuk menciptakan lagu.
Jadi kapan album kedua dirilis?
Judulnya kejar tayang… Album kedua dikerjakan dalam waktu yang lumayan singkat, cukup 3 minggu. Kerja keras memang, sering tidur di studio Hijau, telat makan karena ngejar jadwal take, tapi semua itu terbayar dengan selesainya album kedua kita, TEMPAT TERINDAH yang kemudian dirilis di awal tahun 2004.

Seru?
Sudah tentu… untuk membuat video klip dari single pertama kita “KARENA DIA KAMU” aja UNGU sampai rela ditangkap polisi karena membuat macet jalan protokol. Kenapa? Karena di video klip tersebut, UNGU main di atas trailer panjang yang berjalan mulai dari jalan thamrin, sudirman, semanggi sampai ke daerah senen… bisa dibayangkan betapa macetnya jalan hari itu hehehehe…. ?

Album kompilasi?
Diantara promo album kedua dan show di berbagai kota, UNGU juga menyempatkan diri untuk menciptakan dan menyanyikan lagu di luar album kita. Contohnya kita ikut menyumbangkan lagu “CIUMAN PERTAMA” untuk ost Buruan Cium Gue yang akhirnya harus ditarik dari peredaran. Kemudian UNGU juga mengaransemen ulang lagu “BIMBI” milik tante Titiek Puspa. Terakhir, UNGU dipercaya om Chrisye untuk menciptakan dan berduet di lagu “Cinta Yang Lain”.

Sempet mau bubar?
Hahahaha….. berantem sampai nggak saling komunikasi, sudah pernah kita jalani. Tapi justru hal-hal seperti itu yang membuat UNGU semakin kuat dan semakin erat juga semakin mengenal satu sama lain. Isu bubar yang beredar waktu itu, justru membuat kami ingin membuktikan kekuatan UNGU dengan album ketiga.

Jadi?
Yaa… Dirilis lah album ketiga “MELAYANG” di awal Desember tahun 2005. Dengan gambar sayap pesawat di cover album, UNGU ingin bisa terbang dan menerbangkan semua keinginan, cita-cita dan harapan kita berlima juga penikmat lagu UNGU.

Prestasi?
Album MELAYANG jadi salah satu pencapaian UNGU yang terbesar saat ini. Dengan pencapaian itu, UNGU punya target yang lebih besar lagi. Kekuatan lagu dan lirik “DEMI WAKTU” membuat album ini meraih Platinum Award di bulan pertama penjualannya. Padahal kami baru menerima Platinum Award untuk album “LAGUKU” setelah hampir 2 tahun album tersebut dirilis. Tidak lama setelah itu, UNGU kembali menerima Double Platinum Award untuk album MELAYANG. WOW! Kejutan yang menyenangkan buat kami berlima.

Merambah pasar asia?
Sebelum album MELAYANG dirilis, sudah ada 4 perusahaan rekaman dari Malaysia yang ingin mengedarkan album ini di negara jiran tersebut. Kebanggaan tersendiri buat UNGU karena akhirnya album Melayang juga dirilis di Malaysia awal Maret 2006. Dan ternyata sambutannya luar biasa...



Sumber: www.unguband.com

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....