27 Desember 2008

Mengembalikan Data yang Hilang Karena Ulah Virus

4 komentar

Beberapa bulan lalu, secara tidak sengaja saya menemui beberapa kejanggalan saat mengoperasikan computer. Tepatnya saat menggunakan usb flash disk saya. Didalam flash disk ternyata terdapat beberapa file yang tidak saya kenal. Saya mencurigai itu merupakan ulah virus. Saya semakin yakin karena saya merasa tidak pernah membuat file file asing tersebut. File-file itu juga memiliki nama yang cukup aneh. Saya pun memutuskan untuk menscan flash dfisk tersebut. Tentunya dengan anti virus yang telah terupdate.

Kebetulan anti virus yang saya gunakan saat itu adalah AVG anti virus free 7.5. Anti virus gratisan ini menurut saya cukup dapat diandalkan. Anti virus ini memang terkenal dengan keganasannya. Bagaimana tidak untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, anti virus ini terkadang akan menghapus semua file yang terdapat dalam flash disk yang terserang virus cukup parah. Walaupun flash disk kita sudah bersih dari virus, tetapi mungkin kita sedikit kesal karena data-data kita juga ikut ludes bersama virus yang menjengkelkan itu.

Walaupun telah berdiskusi dengan beberapa teman yang saya anggap cukup paham dengan masalah computer, sampai saat itu saya juga belum menemukan cara yang tepat agar dapat mengembalikan data-data saya yang hilang bersama virus itu. Hal aneh yang menjanggal pikiran saya saat itu adalah, walaupun data pada flash disk sudah kosong karena ikut terhapus bersama virus, tetapi saat saya properties, kapasitas flash disk masih penuh. Saya pun semakin curiga, bahwa data ataupun file-file saya tidak ikut terhapus bersama virus, akan tetapi masih di sembunyikan entah dimana. Setelah beberapa hari mengutak atik computer dirumah akhirnya saya pun mengetahui bagaimana cara untuk dapat melihat ataupun membuka kembali file-file yang ikut terhapus bersama virus saat kita menscan flash disk.

Bila anda mengalami kasus seperi saya, tidak ada salahnya bila anda mencoba cara saya ini. Adapun Caranya yaitu :

1.Masukkan atau colokkan flash disk pada usb pada computer kita, sebagaimana kita mengoperasikan flash disk seperti biasa.
2.explore computer kita, yaitu dengan mengklik kanan pada tool bar ‘start’(pojok kiri). Lalu sorot dan pilihlah explore sehingga muncul tampilan start menu.
3.Pilih lokasi flash disk kita.
4.Pada tampilan start menu terdapat 6 menu pokok yang sering disebut menu bar yaitu file, edit, view, faforites, tools dan help. Pilih menu pokok tools sehingga muncul beberapa beberapa menu lanjutan (menu pull down).
5.Pilih folder option, sehingga akan muncul tampilan folder option yang memiliki beberapa menu bar.
6.pilih dengan mengklik kiri menu view.
7.cari tulisan “hide protected operating system files (recommended)” pada kotak advanced setting. Bila anda belum menemukannya gulunglah kotak advanced setting dengan menggunakan scroll bar yang terletak disamping kanan.
8.Hapuslan tanda centang (cek) di samping kiri pada “hide protected operating system files (recommended)” dengan mengklik kiri tanda centang tersebut.
9.Akan muncul tampilan peringatan (warning) pilih “yes”.
10.Kemudian “apply” pengaturan tersebut dan pilih “ok”.
11.Sekarang coba anda lihat data dalam flash disk anda.

Karena cara ini kebetulan saya temukan secara tidak sengaja, saya juga masih bingung adakah efek samping bila kita menggunakannya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, ada baiknya bila anda mengcopy file yang hilang dan baru anda temukan kembali itu, ke dokumen computer anda. Setelah itu, kembalikanlah pengaturan folder option anda dengan memberikan tanda centang kemabali pada tulisan “hide protected operating system files (recommended)”. Adapun langkah-langkahnya sama seperti di atas.

Mungkin itu sedikit trik dari saya…

Semoga bermanfaat..


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

23 Desember 2008

Mengunjungi situs yang Terblokir

4 komentar
Suatu hari saya sedang browsing internet di salah satu warnet di kotaku, biak city tentunya. Kalau tidak salah saya sedang mencari referensi untuk mengerjakan tugas yang diberikan guruku disekolah. Seperti biasa, saya menggunakan mesin pencari / search engine google untuk membantuku mempercepat menemukan artikel yang dicari.

Akhirnya, setelah merasa cukup dengan beberapa referensi yang kudapatkan, secara iseng saya ingin mengunjungi beberapa situs yang biasa saya kunjungi bila sedang browsing internet. Secara mengejutkan, ternyata situs itu tidak dapat terbuka. Malah muncul seperti ini :
"ERROR
The requested URL could not be retrieved"


Kecewa? sudah pasti itu. Bagi anda yang mungkin menyambungkan komputer anda di rumah dengan internet mungkin tidak terlalu kecewa dengan hal ini. Tetapi bila anda sering menggunakan jasa warnet untuk internetan, mungkin perasaan anda sama dengan perasaan saya pad waktu itu. Bagaimana tidak, anda telah mengorbankan waktu, tenaga, uang untuk ke warnet, tetapi situs yang anda kunjungi ternyata tidak dapat terbuka alias terblokir. Sekedar info, biaya warnet di kotaku (biak-papua) masih tergolong mahal. Dengan uang sebesar kurang lebih Rp. 7000,00 anda hanya dapat internetan selam satu jam. Mungkin bagi anda yang telah memiliki gaji bulanan angka itu bukan sesuatu hal yang "wah". Namun bila anda seorang pelajar seperti saya, yang notabene masih mengharapkan uang jajan dari orang tua sebagai sumber pendapatan, mungkin patut mengelengkan kepala mendengar angka seperti itu. Tetapi, kini anda tidak perlu khawatir. Setelah browsing di internet, akhirnya saya menemukan cara untuk dapat mengunjungi situs yang terblokir.

Sebenarnya cara ini, sudah ada sejak lama. Akan tetapi, masih jarang orang yang mengetahui trik ini. Dengan trik ini, kita dapat mengunjungi ataupun membuka beberapa situs yang terblokir. dan yang paling penting, trik ini gratis. Caranya anda harus mengunjungi situs penyedia jasa proxy (anonymuse proxy)terlebih dahulu. Kemudian anda tinggal memasukkan alamat situs yang ingin anda kunjungi (yang terblokir) pada kotak yang telah disediakan . Gampang kan??

Berikut, beberapa anonyouse proxy yang saya ketahui :


anonymouse.org

youhide

zend2


Semoga Bermanfaat..

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

15 Desember 2008

Cermin buram dunia pendidikan Indonesia

4 komentar
Setelah beberapa minggu gak sempat menulis karena lebih konsen ke ulangan semester ganjil yang diadakan di sekolahku tanggal 5 -12 november 2008, akhirnya saat ini aku bisa juga menulis untuk mengisi postingan di blogku ini. Sebenarnya tulisan ini sengaja aku buat untuk menyampaikan ucapan ‘terimakasih’ kepada orang-orang yang banyak menolongku selama mengikuti ulangan semester ganjil, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ya, selama mengikuti ulanagan semester ganjil di sekolahku, aku memang banyak mendapat bantuan baik berupa dukungan moril, doa dan sebagainya.


Sebenarnya, ulangan kali ini merupakan ulangan semester ganjil terakhirku, yang notabene sudah berada di tingkat terakhir dalam bangku SMA yaitu kelas XII. Ulangan kali ini pun, menjadi ulangan terakhirku agar bisa di temani oleh adik maupun kakak kelas. Di sekolahaku SMA N 1 Biak Kota memang menggunakan system random dalam penempatan siswa selama ulangan. Singkatnya selama ulangan, dalam sekelas dapat di temui tiga tingkatan berbeda yaitu siswa kelas X,XI, dan XII. Upaya ini dilakukan sekolahku untuk mengurangi tingkat kecurangan siswa dalam menyelesaikan soal yang diterima.

Sebenarnya, cara ini cukup efektif. Namun para pengawas ulangan masih sering kecolongan oleh aksi-aksi kotor siswa yang tidak dapat di pertanggung jawabkan. Para siswa masih saja bisa melakukan tindakan-tindakan menghalalkan segala cara agar dapat memperoleh nilai yang baik. Tindakan itu seperti membuat catatan kecil (konsep), nyontek , kerja sama (bertanya jawaban pada teman), sampai mengirim atau meminta jawaban via sms. Terus terang, aku pun sering menempuh jalan ini. Aku berpikir “teman-temanku saja berani berbuat seperti itu, mengapa aku tidak?”. Perasaan ini juga ditambah dengan ketakutanku bila aku mendapatkan nilai yang buruk bila aku bermain jujur, sedangkan temanku yang bermain kotor mendapatkan nilai yang baik / bagus. Itu kan namanya tidak adil !!!

Ya potret buruk system pendidikan kita ini memang sangat memprihatinkan. Siswa sebagai penerus bangsa terdidik untuk menghalalkan berbagai cara untuk menempuh tujuannya. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang “Siapa yang harus bertanggung jawab atas hal ini ???”. Apakah kita harus menyalahkan siswa itu sendiri, atau pengawas yang kurang jeli dalam mengawas para peserta ulangan, atau kita menyalahkan para guru yang terkadang membuat soal ulangan begitu susah untuk dikerjakan oleh siswanya.

Kita tidak dapat menyalahkan siswa itu sendiri. Hal ini bukan karena sya seorang pelajar yang hendak membela diri. Akan tetapi dari wawancara ringan dengan beberapa teman saya, dapat disimpulkan bahwa mereka berani melakukan hal-hal negative selama ulangan karena takut “nilai” ulangan mereka jelek. Hal ini menurut mereka akan membuat orang tua, saudara, bahkan pacar mereka menjadi malu. Walaupun sampai tulisan ini dibuat aku mempunyai seorang idaman hati, saya cukup mengerti perasaan seorang pacar bila nilai ulangan kekasihnya buruk. Terlebih lagi, bila nilai ulangan pacaranya jauh di atas maupun di bawah dia.

Ya, terkadang paradigma masyarakat umum berpikir bahwa keberhasilan seseorang dalam menempuh pendidikan adalah tinggi rendahnya nilai. Mereka berpendapat, siswa yang mempunyai nilai tinggi kualitasnya ataupun tingkat kepandaiannya jauh di atas siswa yang memiliki nilai rendah. Tanpa berpikir bagaimana siswa itu mendapatkan nilainya, apakah dengan cara yang baik/jujur atau menggunakan cara-cara buruk seperti yang telah saya terangkan di atas. Hal inilah yang membuat banyak siswa Indonesia menghalalkan segala cara untuk mendapat nilai yang baik. Cara berpikir ini seharusnya dapat kita buang jauh-jauh. Agar para siswa tidak lagi menggunakan cara-cara yang tidak mendidik seperti itu. Perlu diingat, bagaimanapun para siswa adalah calon pemimpin bangsa dimasa yang akan datang. Jika dalam ulangan saja, para siswa sudah sering bertindak curang bagaimana jika ia menjadi pemimpin bangsa kelak.

Lalu, bagaimana sikap kita seharusnya untuk mencetak para calon penerus bangsa yang selalu bertindak jujur ?

Anda sendirilah yang dapat menjawabnya !!!!!


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....