27 Desember 2011

Ketika Sang Gajah Beraksi di Jalanan

14 komentar

Gajah ini bukan sembarang gajah, melainkan gajah tunggal. Usianya pun sudah mencapai 60 tahun. Hanya selisih 6 tahun dengan usia bangsa ini. Sebagai bagian asli dari Indonesia, sang gajah sudah banyak berkontribusi positif demi kemajuan bangsa ini. Tidak heran, berbagai penghargaan sudah di terima oleh gajah tunggal . Mulai dari gelar “Anugerah Produk Asli Indonesia” pada tahun 2009 lalu; penghargaan “Amazing Record 200 “atas daya tahan, kualitas dan kinerjanya ; sampai penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tidak hanya itu, dengan konsistensinya menjaga kualitas, gajah tunggal kini pun sudah go international !



“BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL




PT Gajah Tunggal Tbk, selaku produsen ban GT RADIAL , merupakan perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara. Sepak terjang perusahaan ini selama 60 tahun membuatnya tetap eksis di industri ban dari dunia otomotif yang semakin ketat. Sebagai bentuk kontribusi positif bagi bangsa ini, sejak didirikan, gajah tunggal memiliki misi untuk memproduksi ban yang ramah lingkungan dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Tidak dapat di pungkiri lagi, bahwa di Negara Indonesia pertumbuhan angka kendaraan bermotor khususnya mobil memang berkembang begitu pesat dari tahun ke tahun. Selama periode tahun 2011 ini saja kurang lebih sekitar 900.000 unit mobil terjual dan diserap ke pasaran. Untuk memenuhi permintaan pasar, perkembangan ini tentunya perlu didukung oleh perkembangan industri ban dalam Negeri. Ban merupakan satu dari beberapa komponen terpenting dari mobil itu sendiri. Masa kerjanya pun berupa siklus, yang berarti pada masa tertentu karena penggunaannya harus diganti.

GT RADIAL Ban Terbaik di Indonesia, Produk Lokal Kualitas DUNIA !



Sudah selayaknya kita bangga dengan produk asli Indonesia ini. Produk-produk gajah tunggal juga sudah banyak dipakai oleh konsumen dalam maupun luar Negeri. Banyaknya penghargaan yang diperoleh GT RADIAL merupakan bukti otentik atas konsistensinya menjaga kualitas. dan menjadikannya sebagai ban terbaik di Indonesia. Adapun beberapa prestasi yang diraihnyaantara lain :


1. “Primaniyarta Award” dari Kementerian Perdagangan pada tahun 2008. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu perusahaan nasional terbaik dalam hal “pengembangan merek global”.


2. “Anugerah Produk Asli Indonesia” (APAI), merek asli dari Indonesia yang mendapat pengakuan dunia oleh Harian Bisnis Indonesia yang pada tanggal 15 Desember 2009.

3. “Ban ramah lingkungan pertama yang diproduksi di Indonesia” dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2010.

4. “Amazing Record 200” dari majalah Auto Bild atas daya tahan, kualitas dan kinerja dari ban. Setelah melakukan serangkaian tes mengelilingi sirkuit internasional Sentul selama 200 lap hanya dengan 1 set (4 buah).

Tidak hanya produk-produk GT RADIAL yang memperoleh penghargan. Perusahaan gajah tunggal juga mendapat penghargaan “Asia’s Best Managed Company in Indonesia” pada tahun 2006 oleh Euromoney Magazine. Ditambah lagi penghargaan sebagai salah satu dari top 10 Indonesia’s best managed companies dari majalah FinaneAsia dan satu dari top 10 Indonesia’s best performing companies dari majalah Forbes di tahun 2011 ini. Atas segudang prestasi itulah ban terbaik di Indonesia GT RADIAL digunakan sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM) oleh beberapa produsen utama kendaraan di Indonesia, seperti Toyota dan Daihatsu.


Orang bijak pilih, BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL!


Pemilihan merk dan jenis ban, saat ini bukanlah hanya dipandang dari sudut estetika atau keserasian dengan style mobil anda. Namun, patut juga mempertimbangkan faktor ergonomi ban dan mobil itu sendiri, yang pada akhirnya juga akan mendukung konsep keamanan berkendara. Jika hal ini sudah terwujud, bukanlah mustahil anda akan berkendara dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien.

GT RADIAL menawarkan beragam produk yang dapat dipilih sesuai dengan penggunaan mobil atau medan yang dilalui. Daya cengkeram, level kesenyapaan dan pola sayatan ban adalah beberap fitur yang ditawarkan. Khusus untuk indikator level kesenyapan (noise level) dan hambatan gulir (rolling resistance) , GT RADIAL sebagai ban terbaik di Indonesia telah menerapkan standar ini untuk seluruh produk-produk ban ramah lingkungannya. Semua itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan ban ramah lingkungan di negara-negara di Eropa.

Adapun beberapa produk GT RADIAL untuk ban mobil penumpang diantaranya :

1. Champiro HPX, yang didesain khusus untuk memberikan performa terbaik pada lintasan basah dan kering, dan juga mempertahankan pengendalian sempurna pada kecepatan tinggi.

2. Champiro HPY, yang menggabungkan pengendaraan yang dinamis dan penampilan yang sporty.




3. Champiro 50, yang merupakan ban peforma tinggi.

4. Champiro BAX 2, yang memberikan pengendalian sempurna, kenyamanan dan kesenangan berkendara dalam berbagai kondisi.

5. Champiro GTX-60, merupakan ban dengan telapak searah yang sporty didesain untuk anda yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.

6. Champiro GTX-65, merupakan ban dengan telapak searah yang sporty didesain untuk anda yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.




7. Champiro 75, champiro S, Classiro dan GTR-378, comfort tire

8. Champiro BXT, Memberikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.

9. Champiro ECO, New Generation Green Tire



10. Savero A/T Plus, All Terrain Light Truck and SUV



11. Savero M/T dan Savero Komodo MT, yang dapat dijadikan sebagai partner setia untuk petualangan anda.


“BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL

Dari sederet prestasi dan produk-produk GT RADIAL yang begitu bervariasi, semakin menegaskan bahwa BAN TERBAIK DI INDONESIA saat ini dan dimasa yang akan datang adalah GT RADIAL. Di usianya yang ke-60 tahun ini, PT Gajah Tunggal Tbk tentunya akan selalu berupaya untuk dapat menghasilkan produk-produk berkualitas yang mendukung konsep keamanan berkendara yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien. :) :) :)

DIRGAHAYU PT Gajah Tunggal Tbk, JAYALAH INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA !



(Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kompetisi "SEO GT Radial Contest 2012" dengan tema “BAN TERBAIK DI INDONESIA GT RADIAL”. Comments and critics are welcomed )

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

12 Desember 2011

REDENOMINASI RUPIAH , Kebijakan atau Akal Bulus Penguasa?

6 komentar
(MAHASISWA NUKLIR BICARA EKONOMI part 1)



Satu lagi kebijakan para penguasa yang kontroversial. Meskipun masih berupa ‘rancangan’, wacana ini sudah menimbulkan beragam sikap dari pengamat politik dan ekonomi (termasuk saya sendiri, V(^o^)b hihihi). Di satu sisi, redenominasi rupiah akan menghapuskan anggapan rupiah sebagai mata uang sampah di mata dunia. Di lain sisi, hal ini pun bisa menjadi pemicu timbulnya inflasi. Jika sudah terjadi, krisis ekonomi pun sudah tidak dapat dihindari lagi.



Definisi

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukar uang tersebut. Dalam usulan yang akan ajukan BANK INDONESIA (BI) Desember ini, redenominasi akan dilakukan dengan memangkas 3 digit angka pada mata uang rupiah yang selama ini beredar. Maksudnya, uang pecahan Rp 5.000,- saat mengalami redenominasi akan berubah menjadi Rp 5,- . Lah kok bisa ? Bisa donk ! Tapi jangan khawatir, harga jual-belinya tetap sama kok ! Misal saja, dengan uang Rp5.000,- saat ini anda bisa membeli sebuah buku tulis. Kemudian, saat kebijakan redenominasi ini benar-benar dilakukan maka dengan uang Rp.5,- saat itu anda juga bisa membeli buku yang sama (Gimana, udah ngerti kan maksudku ? :D).


Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kebijakan redenominasi ini juga dapat menjadi pemicu timbulnya inflasi. " inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang". (http://id.wikipedia.org)

Selain dua istilah diatas, adalagi ‘sanering’ yang juga masih berhubungan dengan redenominasi dan inflasi. Setelah nanya mbah google , dapat diketahui bahwa : pengertian Sanering berbeda dengan redenominasi, senering merupakan proses pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang tetapi hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang maka proses ini akan menurunkan daya beli masyarakat.

Jika pada peristiwa redenominasi, anda dapat membeli buku dengan uang pecahan Rp. 5,-. Namun tidak sama halnya pada sanering. Walaupun uang Rp. 5.000,- anda sudah ditukar dengan Rp. 5,- oleh pemerintah. Namun untuk membeli buku anda harus mengumpulkan Rp.5,- + Rp.5,- +Rp.5,-+….. sampai berjumlah Rp.5.000,- untuk bisa membeli buku. Alhasil daya beli anda dan masyarakat pun menurun drastis.


Rupiah, Mata Uang Sampah ?

Jika di bandingkan dengan mata uang Negara-negara lain, Rupiah memiliki pecahan yang cukup besar. Sampai saat ini, uang kertas bewarna merah cerah dengan foto 2 orang pendiri bangsa ditambah dengan gambar gedung kerja para anggota dewan dibaliknya, masih merupakan salah satu pecahan uang kertas terbesar.

Pecahan ini relatif besar bila dibandingkan dengan Negara-Negara lain. Seakan gak mau kalah saing, Negara komunis tetangga kita, Vietnam malah pernah mencetak 500.00 Dong. Lebih ekstrim lagi, Zimbabwe pernah mencetak uang kertas senilai 100 miliar dollar Zimbabwe. Tetapi tahukah anda, dengan uang tersebut kita hanya mampu membeli 3 buah telor. (aneh kan, hihihihi). Hal ini terjadi karena di Negara tersebut terjadi krisis pemerintahan yang berdampak pula pada krisis ekonomi.




Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org


Nilai dollar Zimbabwe terus merosot tajam selama tiga dekade pemerintahan Presiden Mugabe. Padahal, Saat merdeka dari Inggris tahun 1980, nilai satu dollar Zimbabwe setara dengan nilai satu poundsterling. Namun sampai saat ini inflasi pun terjadi. Para pelaku ekonomi seenaknya menaikkan harga local barang yang disesuaikan dengan harga standar perdagangan internasional. Hal ini juga menimbulkan anjlkonya kurs valuta asing dollar Zimbabwe. Bayangkan saja, berdasarkan sumber yang saya peroleh, pada bulan februari lalu $1 US dollar yang setara dengan kurang lebih Rp.9000,- itu bernilai $700.000.000 zimbabwe dollar. Bisa dibayangkan jika kamu hanya memilki uang pecahan $10.000 dollar zimbawe. Maka berapa banyak uang yang kamu harus bawa ke money changer untuk mendapatkan selembar kertas $1 US dollar.



Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org

Hal seperti inilah yang dimata dunia disebut sebagai mata uang sampah. Parahnya, rupiah pun dianggap menjadi salah satu diantaranya. Sedikit kisah, saya sempat diceritakan oleh dosen PLTN & Pembangkit Konvensional di kampus, bahwa saat beliau berkunjung ke maroko dan singgah di UEA, beliau sedikit kesusahan untuk mendapatkan mata uang yang dapat dibelanjakan. Semua tempat money changer menolak menukar uang yang mereka miliki dengan pecahan rupiah (T.T). Oleh sebab itulah, timbullah wacana dari Bank Indonesia untuk redenominasi rupiah. Redenominasi rupiah ini juga memang diharapkan bisa menyederhanakan sistem akuntansi dan pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

REDENOMINASI pemicu INFLASI RUPIAH ?

Jika dicermat lebih lanjut, sebenarnya redenominasi secara teori tidak berpengaruh langsung dalam menimbulkan inflasi. Walaupun nilai pecahannya diturunkan, tetapi harga jual-belinya tetap sama. Lain halnya, dengan sanering yang berpengaruh langsung pada timbulnya inflasi. Namun, secara praktik, Inflasi itu dapat saja muncul dalam proses redenominasi rupiah, sebagai kekhawatiran masyarakat terhadap adanya peningkatan harga secara tiba-tiba dan dilakukan oleh sepihak, serta turunnya nilai mata uang. Untuk itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi dalam memberikan pengertian bahwa yang akan diterapkan nanti adalah redenominasi bukannya sanering (pemotongan nilai mata uang).

Dinar dan Dirham solusi terbaik



Ilustrasi gambar oleh outletdinar.com


Menurut analisaku yang terakadang masih salah dalam menyusun laporan praktikum kuliah (merendah mode). Redenominasi atau sanering yang dapat saja menimbulkan inflasi dan berujung krisis ekonomi, timbul sebagai akbat penggunaan uang kertas oleh sebuah Negara (termasuk Indonesia T.T). Pemerintah dengan seenaknya menambahkan atau mengurangi jumlah digit pada selembar kertas yang disebut uang. Berkaca dari negera-negara arab yang menggunakan uang dinar dan dirham, terbukti tidak berpengaruh langsung menimbulkan inflasi, karena memiliki nilai intrinsik dari bahan pembuatnya yaitu emas dan perak. Bukan hanya dari nilai nominal yang tertera pada mata uang kertas. Berdasarkan referensi yang saya peroleh, terbukti bahwa dari jaman Nabi Muhammad dulu sampai sekarang, harga ayam = 1 Dirham dan harga kambing = 1 Dinar.



Sekian dulu tulisan kali ini,
Sedikit curhat, sore ini lagi niat banget nulis masalah ekonomi samape panjang kayak gini. Semoga bermanfaat aja deh ! Itung-itung ngabuburit di depan laptop, sambil nunggu adzan maghrib. (hihihihi)





Note : Tulisan ini hanyalah analisa dari sudut penulis sebagai mahasiswa teknofisika nuklir. JIka anda mahasiswa jurusan ekonomi atau orang yang lebih paham menyangkut masalah ekonomi dan menemukan kesalahan dalam tulisan ini, harap dikoreksi ! Kritik dan saran sangat Diterima :) :) :)


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....