25 Maret 2010

Bill Gates dan Toshiba akan Bangun Reaktor Nuklir

1 komentar
Tokyo (ANTARA News) - Pendiri Microsoft Bill Gates dan Toshiba dari Jepang akan bekerja sama membangun reaktor nuklir generasi selanjutnya yang dapat beroperasi lebih dari 100 tahun tanpa pengisian ulang bahan bakar, sebuah laporan mengatakan Selasa.

Upaya pembangunan bersama mereka akan fokus pada "Traveling-Wave Reactor" (TWR), yang mengkonsumsi uranium terkosong sebagai bahan bakar, kata harian ekonomi Nikkei tanpa menyebutkan sumbernya.

Reaktor air-ringan saat ini membutuhkan pengisian ulang bahan bakar setiap beberapa tahun.

Gates diperkirakan akan menggunakan kekayaan pribadinya untuk mendukung pembangun TWR dan investasinya dapat mencapai beberapa miliar dolar, kata surat kabar itu seperti dilaporkan AFP.

Teknologi TWR sedang dikembangkan oleh TerraPower, yang berkantor pusat di Negara Bagian Washington dan dimiliki secara efektif oleh Gates, kata surat kabar itu.

Karena TerraPower kurang memahami bagaimana memproduksi peralatan pembangkit listrik nuklir, perusahaan itu memutuskan untuk bekerja sama dengan Toshiba, yang telah mengembangkan disain untuk reaktor ultracompact yang dapat beroperasi secara terus menerus selama 30 tahun, katanya.

Toshiba memiliki perusahaan pembuat pembangkit listrik tenaga nuklir AS Westinghouse.

Belum diperoleh komentar dari Toshiba pada Selasa pagi dan seorang juru bicara mengatakan ia sedang memeriksa validitas laporan tersebut.
(ANT/B010)
sumber :
http://antaranews.com/berita/1269318819/bill-gates-dan-toshiba-akan-bangun-reaktor-nuklir

INDONESIA KAPAN YA???????????????

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

23 Maret 2010

0 komentar

  • Postingan ini dipersembahkan buat saudara saudaraku yang ingin mendapat tambahan pahala ( Insya Allah ), caranya copy kode html tulisan ini ke blog/situs anda
  • Bagikan ke :

    Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
    Baca Selengkapnya....

    21 Maret 2010

    LAPAN: Gempa Chile Tak Geser Arah Kiblat

    1 komentar
    Jakarta (ANTARA News) - Pakar astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin membantah pemberitaan bahwa pergeseran lempengan bumi akibat gempa Chile telah menggeser arah kiblat sekitar 30 centimeter lebih ke kanan.

    "Tidak ada pergeseran arah kiblat oleh pergeseran lempeng atau sebab lain. Pernyataan tersebut mungkin salah kutip atau salah persepsi, tetapi berpotensi meresahkan masyarakat," kata Djamal kepada ANTARA News di Jakarta, Minggu.



    Diakuinya banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat, namun bukan karena adanya perubahan arah kiblat, tetapi karena penentuan awal sebelum pembangunannya yang tidak akurat.

    Banyak masjid dibangun dengan arah kiblat yang sekedar mengikuti arah barat lalu diserongkan sedikit ke kanan atau sekedar mendasarkan diri pada arah kiblat masjid terdekat yang belum tentu benar, ujarnya.

    "Jadi yang tidak benar metode pengukurannya, bukan alat ukurnya," katanya.

    Menurut dia, hanya dengan bantuan posisi matahari saja cukup akurat menentukan arah kiblat jika dipandu oleh orang yang terlatih ilmu falak, selain itu juga peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com juga mudah digunakan.

    Ditegaskannya, pergeseran lempeng yang mengubah peta bumi termasuk mengubah arah kiblat, memerlukan waktu jutaan tahun.

    Pergeseran Lempeng
    Ia juga mengatakan tentang NASA yang mengabarkan bahwa gempa Chile berdampak pada pergeseran poros "gambar bumi" dan percepatan rotasi bumi.

    "Tapi, pergeseran lempeng yang sebenarnya menyebabkan perubahan rotasi itu, bukan gempanya, karena gempa sekadar indikator pelepasan energi akibat pergeseran lempeng bumi," katanya.

    Akibat pergeseran lempeng, lanjut Djamal, kesetimbangan "gambar bumi" sedikit berubah karena titik massa kulit bumi bergeser. Hal itu menyebabkan poros "gambar bumi" bergeser.

    Poros "gambar bumi" (Earth`s figure axis), lanjut dia, tidak sama dengan poros astronomis (poros utara-selatan) yang menggambarkan poros rotasi bumi.

    "Untuk kasus gempa Chile 2010 pergeserannya sekitar 8 cm di mana sudutnya bergeser 2,7 mili detik busur =0,00000075 derajat dan terlalu kecil untuk dilihat," katanya.

    Demikian juga gempa Aceh 2004, pergeserannya hanya 7 cm di mana sudutnya bergeser 2,32 mili detik busur = 0,00000064 derajat, demikian Djamal. (ANT/A038)

    Bagikan ke :

    Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
    Baca Selengkapnya....

    06 Maret 2010

    Blokir Blog Penistaan Agama Islam

    3 komentar

    Sebuah blog berkedok islam hadir di dunia maya. Bukannya mengajar berdakwah, blog yang beralamat di http:// ini, berisi artikel, karikatur, komik dsb yang sangat melecehkan bahkan merendahkan Islam sebagai agama Allah SWT.

    Dengan semboyan "MENGENAL ISLAM LEBIH DEKAT DENGAN SEGALA KENYATAAN YANG ADA" pemilik blog ini sengaja mempostingkan berita-berita yang dapat memecah belah persatuan umat Islam. Parahnya, sampai saat ini pengunjung blog ini tercatat sekitar 1,043,504 pengunjung. Bisa dibayangkan berapa jumlah orang yang sudah dipengaruhinya.

    Apakah kita sebagai umat Islam bisa menerima semua ini?
    Ayo bangkit bersama-sama untuk mendukung pemmblokiran blog ini.

    Satu pesan saya, jangan terpovokasi atau terpengaruh dengan postingan-postingan yang ada di blog ini. Karena isi dari blog ini sama sekali BOHONG / TIDAK BENAR.

    ayo berjuang membela agama Allah..
    Allahu Akbar...



    Bagikan ke :

    Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
    Baca Selengkapnya....