01 November 2013

Tidak Hanya Prestasi, Kreativitas Membuat CV Syarat Mutlak Lolos Administrasi

28 komentar
Cara, Tips & Trik Membuat Riwayat Hidup /Curriculum Vitae (CV) Beserta Contoh untuk fresh graduates dan profesional

#JOB HUNTING PREPARATION

Memperoleh posisi strategis dalam pekerjaan di perusahaan idaman adalah impian semua pencari kerja. Namun, tentunya itu bukalah hal yang mudah diraih. Setiap tahunnya, ribuan sajana dilantik oleh ratusan perguruan tinggi di seluruh penjuru tanah air. Semua perusahaan tentunya akan menjaring calon-calon terbaik diantara yang terbaik dan kemudian akan dijadikan karyawannya. Indeks prestasi kumulatif yang tinggi dan segudang pengalaman tidak menjamin seseorang langsung mendapat pekerjaan yang sesuai. Tetntunya terlebih dahulu harus melewati beberapa seleksi yang diselenggarakan oleh perusahaan. Satu hal yang sangat penting dalam tahap pertama atau administrasi adalah penyeleksian berkas, termasuk riwayat hidup atau curriculum vitae calon karyawan. Bagaimana pun,curriculum vitae adalah citra yang dapat menggambarkan secara singkat kompetensi dan daya jual calon pegawai. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas untuk membuat resume yang menarik. Berikut beberapa hal yang sering diabaikan para pencari kerja dalam membuat CV dan tips untuk menaikkan daya jual calon pegawai dimata perekrut calon pekerja :

Dibawah postingan ini juga terdapat contoh CV dalam bahasa inggris dan Indonesia (format Microsoft Word), yang dapat anda unduh langsung.



Format Penulisan:
1. Ukuran kertas A4 (21,0 cm x 29,7 cm)-Ukuran ini sangat berpengaruh pada penilaian kerapian anda. Tentunya perekrut ingin memperoleh calon karyawan yang dapat bekerja secara rapi dan teratur. Usahakan ukuran kertas lembar CV seragam dengan dokumen yang anda lampirkan. Kertas ukuran A4 menjadi standard dokumen persuratan di banyak perusahaan. PENTING : Lakukan pengaturan ukuran kertas saat menulis CV anda di Microsoft Word dan gunakan kertas ukuran A4 saat mencetaknya.

2. Pengaturan Margins yang Proporsional-Margins yang dimaksud adalah jarak antara tepi terluar kertas dengan posisi tulisan pertama yang terdekat. Baik dilihat dari sisi atas, bawah, samping kiri atau kanan. Banyak orang yang tidak mempedulikan hal ini. Mereka cenderung tidak mangaturnya atau menggunakan pengaturan default dari Microsoft Word. Padahal dalam beberapa kepentingan, seperti lomba karya tulis ilmiah maupun penulisan tugas akhir/skripsi, bisa berakibat sangat fatal jika anda tidak mengaturnya sesuai yang dianjurkan. Begitu pula dalam menulis CV. Memang belum ada aturan resmi mengenai hal ini. Tetapi pemilihan margins yang tepat, sehingga membuat kenyamanan bagi orang yang membaca CV anda, bisa jadi tambahan poin positif oleh perekrut. Adapun, pengaturan yang biasa saya gunakan adalah Top : 1", Bottom : 1", Left : 1", Right: 1".

3. Line spacing -Pengaturan line spacing adalah jarak spasi pergantian tiap baris ketika kita mengetik (bukan saat menekan tombol enter). Sama halnya, dengan margins pemilihan line spacing yang tepat berfungsi untuk memberi kenyamanan pada pembaca. Untuk penulisan tugas akhir biasanya menggunakan format 1,5 atau mungkin 2 (double) spasi. Namun, untuk koran yang memuat berita sangat banyak, dengan jumlah halaman yang sudah dibatasi, jarak antar barisnya sangat mepet. Untuk penulisan CV sendiri, tentunya kita ingin perekrut (yang memiliki waktu sangat singkat dan memiliki ratusan CV untuk diseleksi) dapat membaca semua isi CV kita dengan nyaman. Biasanya saya gunakan 1,15. Berikut gambaran pengaturan line spacing yang sering saya gunakan dalam membuat CV :

Gambar : Pengaturan line spacing

4. Jenis dan Ukuran Fonts- Untuk pemilihan Theme Fonts, gunakan jenis fonts yang formal seperti times new roman atau arial dengan ukuran 12 untuk semua isi dalam tulisan. Penulisan sub-judul cukup ditebalkan atau diketik dengan huruf besar. Sedangkan untuk penulisan judul, "RIWAYAT HIDUP" atau "CURRICULUM VITAE" gunakan ukuran sebasar 16-20, menggunakan huruf besar, tanpa garis bawah.

5. Tulisan Rata Kanan-Kiri/Justify- Hal ini cenderung berpengaruh pada kerapian CV yang anda buat.

6. Pas Foto Resmi-Lampirkan sebuah pas foto berukuran 3x4 (setengah badan)disamping biodata. Foto disini bukan berarti anda mencetak foto di studio, kemudian menempelnya dengan lem pada lembar CV. Namun, pas foto dimasukkan pada lembar yang sama dalam Microsoft Word, sehingga akan tercetak bersamaan dengan lembar CV. INGAT : Foto formal dengan latar merah atau biru, berkemeja atau berjas dan tanpa kacamata. Hal ini akan memberi gambaran kepada perekrut tentang bentuk rupa calon karyawan perusahaannya. Pas foto ini tidak termasuk dengan pas foto yang biasa dijadikan syarat tambahan dalam lampiran surat lamaran. Karena pas foto yang dimaksud sering dipergunakan untuk kartu tanda peserta ujian seleksi.

Gambar : Penempatan Pas Foto disamping Biodata

7. Jumlah Halaman dan Penomorannya- Jumlah halaman menadi point sangat penting dalam membuat CV. Bagaimana pun perekrut memiliki setumpuk pekerjaan-pekejaan lain yang harus diselesaikan, bukan hanya menghabiskan waktu untuk membaca CV seorang calon karyawan yang berlembar-lembar. Belum lagi kepenatan perekrut untuk menyeleksi ratusan CV yang masuk. Jumlah ideal halaman CV sendiri adalah 2-3 halaman. Untuk itu, diperlukan kejelian dan kecerdikan seorang calon karyawan membuat CV yang efektif dan efisien sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahan. Dengan hanya membaca 2-3 halaman CV, perekrut dapat mempersingkat waktu dan langsung mengetahui kompetensi dan bobot calon karyawan yang mereka cari. Penomoran halaman juga dapat ditempatkan pada pojok kanan bawah.

8. Berat Kertas HVS 70- Saat mencetak gunakan kertas yang sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Usahakan pergunakan kertas untuk CV yang beratnya sama dengan kertas pada surat lamaran dan lampiran- lampirannya. Sehingga lebih terlihat rapi dan seragam.


Isi:
Seperti yang telah saya sampaikan, jumlah ideal CV yang dibuat adalah 2-3 halaman. Walau anda memiliki seabrek pengalaman, pelatihan dan kompetensi, namun itu malah bisa menjadi bumerang bagi anda sendiri. SEKALI LAGI INGAT : Perekrut tidak ingin menghabiskan waktu dengan hanya membaca CV anda yang jumlahnya berlembar-lembar. Masih banyak calon karyawan yang lebih pandai membuat CV dengan tampilan menarik dan bobot lebih menjual. Dalam menulis CV juga anda harus JUJUR apa adanya. Karena CV yang anda buat berlebihan atau tidak sesuai dengan kenyataan akan terbongkar saat tes psikologi, maupun saat wawancara dengan pihak HRD atau user. Adapun isi dari CV adalah :


1. Data Pribadi- Biodata yang ingin dilihat oleh perekrut antara lain :
-Nama : Berisi nama legkap anda (tanpa disingkat)sesuai dengan yang tertera pada ijazah. Bila perlu, tambahkan dengan gelar akademis anda.

-Tempat, tgl. lahir : Pisahkan antara tempat dan tanggal lahir anda dengan tanda koma (,).

-Jenis Kelamin : Isikan dengan Pria atau Wanita.

-Kebangsaan : Biasa dibutuhkan saat anda melamar pada perusahaan asing yang menandakan anda sebagai Warga Negara Asing (WNA) atau Warga Negara Indonesia (WNI).

Status : Lajang (Belum Menikah)atau Menikah Atau Duda/Janda.

-Pendidikan Akhir : Misalkan S-1 Teknik Elektro.

-Alamat : Isikan dengan alamat domisili terbaru anda dan usahakan juga dengan alamat terdekat dengan lokasi tes. Saya pernah sempat ditolak administrasi oleh sebuah perusahaan, karena mengisinya dengan alamat rumah keluarga saya di Biak-Papua. Padahal lokasi tesnya di Yogyakarta. Mungkin bagi perekrut, jarak yang terlalu jauh menjadi satu kendala dan tidak efisien jika harus mengikuti tes selanjutnya. Namun, setelah saya jelaskan bahwa saya sekarang berdomisili (nge-kost) di Sleman-Yogyakarta, akhirnya saya diperbolehkan mengikuti seleksi tahap selanjutnya.


-Telepon(HP) : Hal ini wajib dicantumkan, karena hampir setiap perusahaan memberi pengumuman kepada calon karyawan via telpon atau sms.

-E-mail : Alamat email yang anda cantumkan juga harus formal, jangan alay ! Buat alamat email resmi dan dikhususkan hanya untuk keperluan penting. Jangan gunakan email yang sama untuk akun sosial media. Sama seperti halnya telepon, terkadang perusahaan juga memberi informasi via email. Tentunya anda tidak ingin tertinggal informasi, karena email dari perusahaan tertutup oleh ratusan notifikasi dari fb atau twitter di inbox anda kan?


2. Pendidikan Formal-Isikan dengan riwayat pendidikan anda dari yang terbaru (perguruan tinggi-SMA-SMP-SD). Tambahkan keterangan tahun pendidikan, nama sekolah, dan lokasi. Khusus untuk perguruan tinggi, tambahkan jurusan dan program studi (konsenterasi), serta IPK dan judul skripsi atau tugas akhir.

3. Pendidikan Non Formal-Maksudnya adalah kursus/pelatihan, workshop yang pernah anda ikuti. Usahakan pelatihan yang anda cantumkan sesuai dengan posisi yang anda lamar. Jangan sampai anda melamar sebagai engineer untuk elektro arus kuat, tapi yang anda cantumkan adalah pelatihan masak atau membuat kue. Hehe..

4. Pengalaman Organisasi-Cantumkan dengan organisasi yang pernah anda jabat sebagai pengurus. Sedikit bocoran, kebanyakan perekrut hanya mengetahui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpuanan Mahasiswa (HIMA) sebagai organisasi yang ada di kampus, dan mungkin hanya mengakui keduanya. Jadi,selagi anda mahasiswa bergabunglah dengan kedua organisasi itu.

5. Pengalaman Kerja-Isikan dengan pengalaman kerja yang pernah anda lakukan. Namun, jika anda adalah seorang fresh graduate anda bisa cantumkan pengalaman kerja praktek anda atau pengalaman kerja pada lembaga penyalur tentor pengajar.

6. Penghargaan-Prestasi anda dalam bidang akademik maupun non akademis (seni dan olahraga)bisa jadi nilai tambahan bagi perekrut.

7. Keahlian Lain-Isikan dengan keahlian lain yang anda kuasai. Sama halnya dengan pelatihan, saat anda melamar untuk posisi sebagai engineer, jangan cantumkan keahlian lain anda sebagai "jago masak", tapi mungkin keahlian dalam programming maupun penggunaan software keteknikan (autocad, dll).

8. Kompetensi Pribadi-Isikan dengan kepribadian anda dalam hal bekerja. Apakah anda disiplin, jujur, kreatif, atau dapat bekerja dengan cepat. Sulit mendeskripsikan anda sendiri? Tanyakan saja etos kerja anda pada pimpinan, rekan kerja atau orang-orang terdekat anda.

9. Nama Terang dan Tanda tangan Posisikan pada pojok kanan bawah.

Sumber : Pengalaman pribadi


Sekian tips dan trik dari saya. Semoga bisa membantu anda lolos seleksi tahap pertama, tes administrasi. Jika ada waktu, insyaAllah akan saya bagikan lagi tips dan trik dalam membuat surat lamaran, tes psikologi, wawancara HRD, wawancara user dan tes kesehatan/MCU.

Salam hangat,

Argo Satrio Wicaksono


Berikut link download contoh CV yang saya buat dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia. Keduanya dalam format Microsoft Word yang memudahkan anda untuk mengeditnya secara langsung.




Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....