10 Februari 2010

Pemuda Indonesia, Pemuda yang Cinta Kepada Nusa dan Bangsa

8 komentar
(Tulisan ini di buat oleh Argo Satrio Wicaksono, untuk mengikuti Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC)

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita
Tanah air, pasti jaya, untuk selama-selamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Tanah air, pasti jaya, untuk selama-lamanya


Begitulah lagu yang dinyanyikan dengan suara lantang oleh bocah berumur 10 tahun bernama Tedy. Belakangan diketahui Tedy merupakan seorang siswa kelas IV yang terdaftar di SD Negeri Kledokan Sleman Yogyakata. Lirik lagu diatas mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Dahulu hingga sekarang, anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar selalu diajarkan untuk menyanyikan lagu-lagu nasional oleh bapak dan ibu gurunya, tidak terkecuali lagu karya L. Manik di atas. Seperti pada liriknya, kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga dengan mencintai Negara kita. Indonesia sejak zaman dahulu dikenal sebagai Negara yang memiliki beragam potensi. Tidak dapat dipungkiri, kekayaan sumber daya alamnya membuat Indonesia sempat dijajah selama kurang lebih 3,5 abad oleh Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang. Indonesia tidak hanya memiliki tanah subur yang sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tetapi Negara yang kita banggakan ini, juga masih memiliki ladang minyak, lokasi barang tambang, bahkan luas laut yang menyimpan berton-ton ikan. Tuhan memang Maha Adil, sumber daya alam yang melimpah ini disebarkan secara merata di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Jika pulau Jawa sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian, di pulau Kalimantan ada ladang minyak. Pulau Sumatera, Nusa tenggara dan Sulawesi memiliki beberapa lokasi penggalian barang tambang. Tidak ketinggalan, Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia menyimpan berton-ton ikan serta beragam jenis terumbu karang yang menarik, juga memiliki sebuah tambang emas dan tembaga raksasa di daerah Timika. Saat ini, Indonesia telah merdeka seutuhnya. Pengelolan sumber daya alam yang melimpah ini sudah seharusnya menjadi tugas kita sebagai generasi penerus bangsa.

Tidak hanya itu, Indonesia yang secara geografis di apit oleh dua benua dan dua samudra ini tersusun atas berbagai macam budaya dan kultural meliputi beragam suku, ras dan agama. Bagi kebanyakan Negara, perbedaan-perbedaan seperti ini sangat rentan bila terjadi dalam sebuah bangsa. Menurut mereka, perbedaan itu sangat berpotensi menimbulkan konflik dan pertikaian bahkan dapat membuat terpecahnya suatu Negara. Tetapi yang terjadi di Indonesia berbeda, penduduk Indonesia yang majemuk dapat hidup rukun dengan tingkat toleransi yang cukup tinggi. Masyarakat Indonesia sadar, perbedaan –perbedaan yang terjadi diantara mereka telah dipikirkan secara matang oleh para pendahulu dan pembangun Negara yang kita cintai ini. Mengutip sebagian isi piagam Jakarta “Jakarta Charter” dengan sedikit perubahan, Ir. Soekarno saat itu mengusulkan “Pancasila” sebagai nama kelima butir sila yang sekarang menjadi pondasi berdirinya Negara kita saat ini. Pancasila juga memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan tersebut diambil dari kitab sutasoma karya mpu tantular dan di buat jauh sebelum Negara Indonesia lahir. Kita juga pastinya tidak pernah lupa dengan ikrar para pemuda yang dikenal dengan “sumpah pemuda” dan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 1928 silam. Peristiwa bersejarah itu, merupakan salah satu tonggak pemersatu bangsa yang kita banggakan ini. Saat itu pemuda dan pemudi Indonesia berkumpul dan mengikrarkan diri sebagai bangsa yang satu, berbahasa satu dan memiliki satu tanah air, tumpah darah Indonesia. Hal ini mengindikasikan kepada kita bahwa, Bangsa Indonesia sengaja diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa yang multikultural tetapi tetap menjadi satu dan terikat kuat.

Bangsa Indonesia memiliiki beragam suku bangsa dan tersebar pada setiap daerah. Di pulau Sumatera mungkin telah kita kenal suku aceh dan batak. Sedangkan, di pulau Jawa, ada suku sunda, madura dan jawa. Suku dayak, bugis, dan ambon terdapat di Kalimantan, Sulewesi serta Maluku. Tidak lupa, suku dhani dan asmat yang terkenal dengan keseniaan- kesenian daerahnya yang khas terdapat di Papua. Semua suku bangsa diatas dan suku-suku bangsa lainnya memiliki karakter yang berlainan satu dengan lainnya. Masing-masing memiliki kebudayaan khas yang unik. Semua ini terlihat indah tatkala mereka hidup berdampingan dan saling pengertian dalam kehidupan sehari-hari. Keindahan ini hanya dapat terjadi dan ditemui di Indonesia, bangsa yang kita cintai ini.

Tidak hanya itu, bangsa Indonesia juga di karuniai keanekaragaman flora dan fauna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mulai dari harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), orang utan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan, kuda Sumbawa (Equus caballus), sampai burung cenderawasih (Paradisaea sp) dengan keindahan bulunya yang konon dipercayai oleh masyarakat Papua sebagai burung surga. Tentunya kita juga tidak lupa dengan bunga raksasa asal sumatera (Rafflesia Arnoldy) dan bunga anggrek (Coelogyne sp) yang memilki warna indah dan menarik bila dipandang. Indonesia juga masih memiliki danau toba di sumatra utara, keindahan pantai pesisir bali, sampai lokasi penyelaman di perairan Raja ampat Papua dan taman laut bunaken di Manado Sulawesi utara yang sangat berpotensi untuk menjadi lokasi obyek pariwisata.

Negara yang memiliki sekitar 17.000 pulau ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Berawal dari sumpah seorang patih dari kerajaan majapahit bernama Gajah Mada, yang berjanji tidak akan memakan buah pala sebelum dapat menyatukan seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan perjuangan pemuda dan pemudi Indonesia yang dengan gigih mengorbankan harta, keluarga dan nyawanya sendiri untuk memperoleh kemerdakaan mutlak yang dapat kita nikmati saat ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, begitulah pepatah yang sering kita dengar. Bangsa Indonesia pun, tidak serta merta melupakan pengorbanan para pahalawannya. Universitas Jendral Soedirman, Bandar udara Soekarno-Hatta, dan Jalan M.H Tamrin merupakan sebagian contoh tokoh-tokoh pahlawan yang memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan namanya diabadikan menjadi nama perguruan tinggi, bandar udara, sampai nama jalan-jalan besar. Tidak hanya itu, kegigihan patih kerajaan majapahit untuk menyatukan seluruh wilayah Indonesia membuat namanya diabadiakan sebagai nama salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar, yaitu Unversitas Gadjah Mada Yogyakarta. Indonesia juga pernah memiliki sebuah satelit yang namanya di ambil dari sumpah yang dilakukannya, yakni satelit palapa.

Bangsa Indonesia pun cukup banyak memiliki peninggalan-peninggalan sejarah untuk dibanggakan. Sebut saja, candi Borobudur yang di bangun oleh dinasti syailendra pada abad 8 M dan sempat menjadi 7 keajaiban dunia beberapa tahun lalu. Candi prambananan di Klaten Jawa Tengah, yang tidak pernah sepi oleh wisatawan domestik dan manca Negara. Kapal phinisi buatan putra-putri Indonesia yang melegenda dan mampu membelah ombak, mengelilingi dunia. Sampai monumen nasional (monas) di Jakarta yang konon dibangun menyerupai bentuk penumbuk dan lesung padi, untuk mencitrakan Indonesia sebagai salah satu Negara pertanian terbesar di dunia.

Sederet prestasi juga telah ditunjukkan oleh putra-putri terbaik bangsa dalam berbagai bidang. Bila dulu dalam bidang olahraga kita mengenal pasangan Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti sebagai juara dunia bulu tangkis, serta Yayuk Basuki dilapangan tenis, sekarang kita dikenalkan dengan jura tinju dunia asal Banjarnegara, Crish John. Dalam bidang akademik kita juga dikenalkan dengan Septinus George Saa, putra asli papua sebagai juara olimpide fisika tingkat dunia. Siapa bilang Indonesia adalah bangsa yang tertinggal dalam bidang tekologi? Buktinya, bangsa Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia pernah memproduksi dan mengekspor sebuah pesawat terbang yang dirancang khsusus oleh mantan presiden Republik Indonesia, Bapak B.J Habibie. Semua itu dilakukan dengan tekad dan usaha keras untuk membangun serta mengharumkan nama bangsa yang kita cintai ini.

Menurut sensus penduduk tahun 2000, Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 205,8 juta jiwa (bkkbn.go.id). Jumlah yang cukup besar dan sebanding dengan luas wilayah Indonesia yaitu 1.919.440 kilometer persegi (wikipedia.org). Bila kita cermati, sebenarnya jumlah penduduk yang begitu besar ini merupakan potensi untuk ,membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kemudian sumber daya ini dapat ditempatkan di dalam dan luar negeri, yang memiliki peran masing-masing. Untuk SDM yang berada dalam negeri, berusaha keras dengan sungguh-sungguh untuk membangun Negara yang kita cintai ini. Sedangkan yang berada di luar negeri akan menjadi pahlawan devisa bagi Negara.

Bangsa Indonesia juga terkenal dengan keramahan dan sopan santunnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing dari belahan penjuru dunia untuk berkunjung ke Indonesia. Sikap keramahan dan sopan santun itu, memang sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia turun-temurun. Sejak dahulu, seorang anak dalam keluarga dididik oleh kedua orang tuanya untuk selalu menghormati orang yang lebih tua darinya dan menyayangi orang yang lebih muda darinya. Sikap positif seperti inilah yang dibawa dan dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Belum hilang dari ingatan kita kasus Ibu Prita Mulyasari yang sempat ditahan karena menuliskan keluhannya terhadap rumah sakit OMNI Internasional Tangerang pada sebuah email. Dalam sebuah Negara yang menganut paham demokrasi seperti Indonesia, sudah sewajarnya bila kita ingin menyampaikan aspirasi maupun hasil pemikiran kita ke orang lain. Asalkan, proses atau cara penyampaiannya tidak menyimpang dari nilai dan norma hukum yang berlaku di Negara ini. Namun apa yang terjadi ? Ibu Prita Mulyasari dituntut oleh rumah sakit OMNI Internasional membayar denda sekitar 200 juta lebih. Saya tidak ingin berpendapat dengan mengeluarkan statement pihak siapa yang benar dan salah dalam kasus ini, karena itu bukan menjadi tugas dan hak saya yang saat ini masih menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta. Tetapi coba kita lihat reaksi masyarakat Indonesia. Orang tua, remaja, bahkan anak-anak pun bersatu untuk membantu meringankan masalah yang dialami Ibu Prita. Tanpa mempedulikan status sosialnya, mereka bahu-membahu mengumpulkan dana yang akan disumbangkan. Siapa sangka uang receh / koin yang selama ini dianggap remeh oleh sebagian orang, dapat terkumpul sampai 1 milyar lebih. Dari sini dapat dilihat, adanya kesetiakawanan sosial yang terjadi dalam bangsa Indonesia. Dimana mereka akan saling membantu dan tolong menolong bila memperoleh suatu kesulitan. Hal yang mungkin jarang ditemui oleh kita di Negara-negara lain di dunia ini.

Kita juga tidak lupa dengan Bilqis, balita yang mengalami kelainan sistem empedu yang dalam istilah kedokteran di kenal dengan Atresia bilieri. Setiap hari ia hanya bisa menangis melawan penyakit yang di deritanya itu. Sedangkan orang tuanya tidak mampu membayar biaya operasi yang jumlahnya tidak sedikit dan harus segera dilaksanakan. Lagi-lagi bangsa Indonesia, dengan solidaritas dan rasa peduli sesama yang kuat mengumpulkan koin demi koin untuk mebiayai operasi Bilqis. Alhasil, uang koin sejumlah 1,3 milyar lebih berhasil dikumpulkan. Bilqis pun dapat menjalani operasi transplantasi hati (liver) dengan sejumlah uang yang terkumpul tersebut.

Terlepas dari hal itu, saat ini bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang sedang berkembang dalam era globalisasi. Tuntutan era globalisasi mengharuskan sebuah Negara untuk beradaptasi dengan keadaan tersebut. Untuk itu, Indonesia memerlukan kecakapan dari seorang pemimpin yang dapat membawa Indonesia mengarungi derasnya arus globalisasi. Kita tentunya membutuhkan pemimpin tersebut guna membangun budaya positif, kemajuan dan prestasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, serta visi dan misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu menggerakkan orang lain selain dirinya. Mereka menciptakan keadaan, suasana dan semangat. Mereka dapat menumbuhkan, mempertajam impian para pengikutnya dengan meraih hasil yang nyata. Pemimpin ini membuat potensi atau hal-hal yang terbaik dari diri kita muncul ke permukaan.

Sebagai calon pemimpin Bangsa sudah selayaknya pemuda memiliki jiwa kepemimpinan yang cakap. Hal ini diperlukan agar para pemuda dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu menempati peran strategis dari setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda menjadi tulang punggung dari keutuhan suatu bangsa. Selain sebagai pengontrol independen terhadap segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan penguasa, pemuda juga secara aktif melakukan kritik, hingga mengganti pemerintahan apabila pemerintahan tersebut tidak lagi berpihak ke masyarakat. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa jiwa kepemimipinan mutlak dimiliki oleh setiap pemuda. Karena jiwa kepemimpinanlah yang mampu membawa bangsa ini melewati persaingan di era globalisasi saat ini.

Untuk memupuk jiwa kepemimpinan di hati dan sanubari para pemuda Indonesia, perlu adanya teladan-teladan yang dapat dijadikan sebagai pedoman. Sejarah kepemimipinan Indonesia yang panjang sebenarnya dapat dijadikan pedoman bagi para pemuda dalam membangun bangsa yang kita cintai ini. Beberapa tokoh pemimpin bangsa dimasa lalu sudah menunjukkan hal-hal positif yang patut diteladani. Nilai-nilai kepemimpinan yang dapat dipetik dari sejarah bangsa Indonesia adalah tipe kepemimpin Demokratis, karena tipe ini memperhatikan pengacuan kepada hubungan bermasyarakat, musyawarah untuk mufakat, memperhatikan golongan bawah (rakyat kecil), memberikan kebebasan pendapat namun ada keterikatan dari pemimpin atau organisasi,

Kepemimpinan yang dilakukan oleh Bung Karno pada masa kemerdekaan atau masa orde lama juga patut untuk diteladani. Kepemimpinan pada masa itu sangat berorientasi pada persatuan dan kesatuan bangsa yang dilakukan oleh para pemimpin pada saat itu. Disamping itu, para pemimpin bangsa juga sering menampakkan suri teladan yang menjadi panutan bagi para pengikutnya, serta rasa kebersamaan di dalam penderitaan dan sering menerima masukan – masukan dari pihak lain untuk perkembangan ide di dalam mengemban visi dan misi bangsa pada saat itu.

Dari uraian diatas kita, kita dapat menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang telah dikaruniai banyak nikmat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Berawal dari sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang beragam, kebudayaan serta masyarakat yang majemuk. Tidak hanya itu, sikap keramahan dan kebersamaan yang merupakan ciri karakteristik bangsa Indonesia, bahkan sejarah kepemimpinan yang dapat dijadikan pedoman oleh pemuda dalam membangun bangsa ini. Sudah sewajarnya, kita bersyukur dan bangga sebagai bangsa Indonesia yang ditunjuk olehNya untuk memperoleh semua kenikmatan itu. Tetapi dengan kebanggaan itu, janganlah membuat kita hanya duduk terdiam dan berpangku tangan karena merasa cukup puas dengan apa yang sudah kita miliki sekarang. Melainkan, menjadi semangat bagi kita khususnya pemuda dan pemudi sebagai generasi penerus bangsa, untuk berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh membangun bangsa Indonesia, bangsa yang sama-sama kita cintai ini.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

Kompetisi Web/blog Kompas MuDA 2010

3 komentar
Ada kabar baik, bagi para blogger (sebutan para pemilik blog. Salah satu harian terbesar dan tertua di Indonesia KOMPAS, mengadakan Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Berikut informasinya.

Deadline: 17 Februari 2010

Persyaratan:
* Web/blog pribadi pelajar SLTA – Mahasiswa (15 – 22 th)
* Web/blog institusi SLTA
* Web/blog yang ditujukan untuk komunitas anak muda
* Untuk perseorangan atau tim, boleh mengirimkan alamat web/blog lebih dari satu.
* Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan

*Di halaman web/blog, harus menyertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC, yang bisa terbaca secara mudah. Lokasi penempatan kata kunci itu bebas.
*Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, tingkat popularitas dan peringkat web/blog kamu di Google. Juri akan menggunakan mesin pencari Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC.
*Mencantumkan tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com)
*Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.
*Web/blog yang dilombakan minimal memuat satu halaman tulisan (minimal 3.000 karakter termasuk spasi) dengan tema: Bangga Indonesia.
*Tulisan orisinal, tidak boleh copy-paste karya orang lain.
*Kirimkan alamat web/blog kamu ke email lombaweb@mudaers.com< /a>lombaweb@mudaers.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Di email itu, cantumkan nama kamu, tempat/tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) KTP/SIM/kartu pelajar/kartu mahasiswa. Subyek email adalah berupa alamat web/blog kamu.
*Link web/blog diterima panitia paling lambat 17 Februari 2010.

Hadiah Kompetisi:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik

Sumber:
http://mudaers.com

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....