19 Mei 2011

FAKTA terpendam di balik pengisan bensin di SPBU!

18 komentar

Ilustrasi gambar http://digitalthree.wordpress.com

Seperti biasa, tadi sore (menjelang isya sih sebenarnya) aku pergi mencari tempat pembelian makanan langgananku di tambakbayan. Tambakbayan sendiri sebenarya adalah kawasan kos-kosan mahasiswa, yang dijadikan juga tempat jual-beli keperluan mahasiswa. Dikawasan ini banyak berdiri warung, warnet, rental computer, rental motor, sampe fotokopian. Wajar saja kawasan ini diapit beberapa kampus gede, kampus III nya UPN dan Atmajaya yogyakarta di jalan babarsari. Nah, kebetulan tadi jupie merahku juga lagi kehausan, alias minta di isikan bensin. Karena itu, sebelum mancari makan, aku sempatkan mampir ke SPBU babarsari. Mugkin karena malam, banyak banget pengendara-pengendara yang juga mengisi bensin di kendaraannya masing-masing.


Entah kebetulan atau gak, saya juga sering mengisi bensin untuk si jupie merah pada malam hari. Tapi bukan tanpa alasan saya melakukan itu. Sebagai anak teknofisika nuklir (sedikit narsis hehehe) + sebagai anak kost yang memegang prinsip “hemat beb” trik ini memang sudah lama saya gunakan. Mengisi Bensin di Malam Hari Lebih Efisien Dibanding di Siang Hari !!!! dan JANGAN Mengisi Bensin dalam Keadaan Full Tank !!!! Lha kok bisa? Bisa donkz…

Gini penjelasannya, menurut ilmu fisika, suatu materi yang mengalami kenaikan suhu (pemanasan), pada umumnya volumenya akan memuai. Sebaliknya, saat mengalami penurunan suhu (pendinginan), akan menyusut.



Ilustrasi gambar http://justwinda.wordpress.com

Jika dianalogikan (Don’t try this at home) , saat temanmu lagi patah hati di putusin ma doinya, trus kamu manas-manasi bahwa si A lah yang menyebabkan keretakan hubungan mereka. Otomatis temanmu yang patah hati itu akan meluap-luap emosinya, kepalanya memerah, kelima jarinya mengepal, seakan ingin memberi ‘bogem mentah’ untuk si A. Lain halnya jika kamu mendinginkan suasana hatinya, dengan berkata ; “sudahlah, loe emang gak cocok untuk dia. Masa depanmu suram, gak ada harapan !!! Lebih baik loe bunuh diri aja !”.

ANALAOGI YANG SALAH, (hihihihi, JUST KIDING !!!! and Don’t try this at home!!!!).

Pokoknya gitu dah ! Balik ke masalah bensin, Di indonesia bahkan di seluruh dunia, pembelian BBM (bahan bakar minyak) untuk konsumsi publik, di sesuaikan dengan volume. Misalkan harga premium Rp. 4.500/ liternya. Nah, saat kamu mengisi bensin di malam hari, suhu lingkungan SPBU cenderung rendah. Bensin juga mengalami penyusutan volume. Bisa di bayangkan keuntungannya? Yup, kamu membayar bensin saat bensin mengalami penyusutan volume terkecil. Otomatis kamu membayarnya dengan harga cenderung murah. Kemudian, saat kamu beraktifitas di pagi atau siang harinya, bensin dalam tanki motor / mobilmu akan mengalami pemuaian, dan kendaraanmu akan mengonsumsi bensin saat bensin mengalami pemuaian volume terbesar. Dengan kata lain, kamu membayar bensin saat volume bensin masih kecil (saat pembelian bensin murah), tetapi beraktifitas ketika volume bensin di motormu menjadi besar (saat pembelian bensin mahal).

Sebaliknya, saat kamu mengisi bensin di siang hari, suhu lingkungan SPBU cenderung tinggi. Bensin juga mengalami pemuaian volume. Berarti, kamu membayarnya dengan harga yang cenderung lebih mahal. Lebih rugi lagi, kalo hanya beraktifitas di malam hari. Bisa saja bensin 2 liter yang kamu beli di siang hari berubah menjadi 1,9 liter di malam hari. Memang sepele kelihatanya, tapi kalo kita coba hitung. Misalkan kamu mengisi bensin 2 liter untuk 2 hari. Dalam sebulan kamu berarti 15 kali mengisi bensin. Jika setiap kali mengisi bensin kamu kehilangan 0,1 liter, maka :

Selama satu bulan :
15*0,1 liter = 1,5 liter/ bulan.

Selama setahun :
1,5 liter/bulan * 12 bulan = 18 liter / tahun.

Jika di Indonesia ini ada 1.000 orang yang melakukan hal yang sama denganmu :
1.000 * 18 liter/ tahun = 18.000 liter/tahun.

(Data ini cuma perkiraan dan analisa penulis, bukan hasil penelitian Lembaga-lembaga survey ternama di Indonesia, hihihihi )

Nah, hal ini juga sama dengan Kasus , “Mengapa kita tidak boleh mengisi bensin sampai 100 % penuh”. Kebiasaan buruk orang Indonesia, karena malas bolak-balik SPBU, mereka mengisinya secara full-tank, sampai meluber di bibir tanki. Terkadang sampai harus di goyang-goyang, biar tambah yakin kalo tanki benar-benar terisi penuh. Padahal petugas pengisi (yang biasa berseragam serba merah) udah gak mau mengisi bensin ke tanki motor kita. (Jangan nyengir-nyengir kalo anda pernah melakukan hal ini). Hal ini sebenarnya sangat berbahaya (karena tidak sesuai dengan prinsip anak kost, yang biasanya Cuma mampu ngisi bensin seharga 5000-10.000! eh salah , maksudku prinsip anak teknofisika, hehehe).

Begini ceritanya,saat beroperasi, mesin motor akan menghasilkan panas. Gak percaya? Coba aja sentuh knalpot motor yang baru di pake perjalanan 100 Km. Dijamin jari anda jempolan semua (pada bengkak masudnya). Panas dari mesin ini, walaupun kecil akan merembet ke tanki motor (peristiwa konduksi). Otomatis bensin akan memuai. Jika bensin anda benar-benar penuh, sampai tidak ada lagi ruang kosong, maka tekanan di tanki bensin akan semakin besar. Sehingga uap-uap bensin akan bocor melalui celah-celah. Jika di saat bersamaan, ada percikan api yang langsung menyambar uap bensin tersebut, BOOM meledaklah tanki motor anda…….!

Begitu ceritanya.

So mulai dari sekarang,

Isilah Bensin di Malam Hari dan JANGAN Mengisi Bensin dalam Keadaan Full Tank !!!!

Tambahan iklan layanan masyarakat :

BUDAYAKAN MENGGUNAKAN PERTAMAX, BBM bersubsidi hanya untuk masyarakat yang gak mampu.

(iklan ini tidak ditujukan untuk anak kost, hehehe)

Semoga Bermanfaat!





Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....