24 Agustus 2012

Pesona Gua Akbar dan Masjid Agung yang Syarat Nilai Sejarah

23 komentar


Sudah pernah berkunjung ke gua? Terpencil, sempit, gelap, basah, pengap adalah imej jika anda berkunjung ke gua. Namun, sedikit berbeda dengan gua yang satu ini. Gua akbar namanya ! Letaknya ditengah-tengah kota, bahkan ditengah keramaian. Gua Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Ramainya aktifitas jual beli di pasar sungguh sangat kontras dengan suasana hening diselingi gemercik air saat berada di dalam gua ini.


Seperti kebayakan gua lainya, gua ini terbentuk dengan sendirinya melalui proses yang alami. Jangan heran keindahan batu-batu stalakmit dan stalaktit langsung menyapa anda begitu anda masuk ke mulut gua. Didalam gua ini juga dibangun sebuah kolam air tawar dengan menempatkan ikan mas didalamnya, otomatis hal ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini. Pokoknya TOP dah !

Berawal dari keisengan mengisi akhir pekan, saya di ajak rekan mengunjungi gua akbar dan masjid agung Tuban. Lumayanlah, setelah sepekan disibukkan dengan agenda kerja praktik yang cukup padat, akhirnya bisa rehat sejenak sembari bertamasya. Cuaca yang cukup terik siang itu diakhir-akhir bulan Ramadhan, tidak menyurutkan semangat kami ber-enam untuk mengunjungi gua yang juga penuh history itu. Tetapi perjuangan belum usai kawan ! Untuk sampai ke lokasi, kami harus melewati pasar rakyat yang luar biasa padatnya.


Kesemerawutan sudah bisa anda rasakan semenjak melewati jalan protokol yang membelah pusat jual-beli sayuran dan buah rakyat itu. Tidak adanya terminal buat angkutan umum, memaksa para supir me-ngetem dan menaik-turunkan penumpang ditengah pasar senaknya. Belum lagi para pedagang yang bongkar-muatan barang daganganya ikut memblokade jalan 2 arah yang mempunyai lebar tidak lebih dari 7 meteran.

Tiket masuknya cukup murah, anda cukup membayar Rp.5000,-/orang dan bisa langsung merasakan sensasi menelusuri lorong yang remang-remang sambil berfoto ria. Jika anda hendak mengunjungi gua akbar, saya tidak merekomendasikan anda untuk berkunjung di jam-jam keramaian pasar (09.00-13.00). Kecuali jika anda menggunakan sepeda motor dan telah mahir menyelinap di sela-sela keramaian kendaraan roda 4 yang beradu untuk dapat maju lebih dulu.



Dari info yang saya peroleh, gua akbar erat kaitanya dengan sejarah penyebaran agama islam yang dibawa oleh wali songo. Diceritakan bahwa Sunan Bonang melihat gua ini saat diajak oleh Sunan Kalijogo. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini sangat kecil pintunya. Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Oleh masyarakat sekitar dipercaya prosesi membungkuk ini memiliki makna filosofis yang tinggi, yakni pengunjung diingatkan bahwa di depan mata Allah semua harus merendahkan diri.



Di beberapa sisi, ada juga lubang-lubang di langit-langit goa hingga cahaya matahari masuk dalam bentuk jalur cahaya yang jelas. Sepanjang jalur gua anda dapat menemukan stalaktit dan stalagmit yang juga seakan menjadi hiasan ruangan.




Anda tidak perlu takut gelap, jatuh tergelincir atau tersesat di dalam gua akbar.Rute jalan telah dibuat untuk pengunjung dengan pembatas pagar besi. Cukup ikuti jalur yang telah dibuat tersebut otomatis seluruh bagian gua bisa dinikmati. Di berbagai tempat dipasang lampu-lampu warna-warni yang walau kurang bisa menunjukkan tekstur goa, namun cukup membuat suasana nyaman. Tempatnya pun cukup romantis. Saat menyusuri gua, jangan heran jika anda banyak mendapati pasangan muda-mudi yang tengah asyik menikmati keindahan gua ini.


Belum puas menyusuri gua akbar, kami pun bergerak menuju alun-alun kota tuban. Bisa dibilang disini jantung kota tuban. Di area sini terdapat bangunan-bangun vital, seperti gedum pemerintahan daerah, obyek wisata rohani makam sunan bonang, museum, dan tempat yang kami kunjungi untuk shalat dan istirahat sejenak, masjid agung Tuban.




Selain arsitekturnya yang unik, dengan warna cat yang cukup mencolok, masjid ini, syarat akan sejarah. Didrikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo (Syeh Abdurrahman), Bupati Tuban ke-7. Dimana saat itu ialah awal permulaan pemerintahan Islam. Belum selesai pembangunannya, pada tahun 1894 M pada masa pemerintahan Bupati Raden Tumenggung Kusumodigdo masjid kembali dibangun untuk kedua kalinya. Arsitektur bangunan masjid dibuat oleh Toewan Opzichter B.O.W.H.M. Toxopeus.





Pembangunan masjid ini akhirnya selesai dan diresmikan pada tanggal 28 Juli 1894. Masjid ini selain sebagai sarana ibadah juga digunakan sebagai sarana penyebaran agama islam di Pulau jawa. Dan tahukah anda? Kabupaten Tuban merupakan kbupaten pertama pada masa pemerintahan Mojopahit yang bupatinya memeluk agama Islam loh !. Peran penting Tuban yang saat itu menjadi bandar perdagangan Internasional yang banyak dikunjungi pedagang dari penjuru dunia termasuk pedagang dari Persia, Irak, India yang membawa penyebar agama Islam.

Oh ya, saat berkunjung ke masjid Agung, anda tidak diperbolehkan membawa balita loh. Tanda larangan ini terpampang di arah pintu masuk sisi kiri masjid.Mungkin dikhawatirkan menganggu kekusyukan orang yang beribadah kali ya?.

Jika anda berkunjung ke Kota Tuban, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mengunjungi kedua objek wisata ini.Objek wisata yang sama-sama memiliki nilai religius+sejarah. Sambil menyelam minum air, selain berwisata anda pun dapat belajar tentang sejarah penyebaran islam di kota Tuban.









Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

18 Agustus 2012

Dari Sinilah, Bangunan Megah Indonesia dapat Dibangun

16 komentar
Anda pasti sudah familiar dengan bangunan-bangunan seperti ini :

Monumen Nasional (monas)


Stadiun Utama Gelora Bung Karno



Tentunya anda akan bertanya, bagaimana sampai bangunan-bangunan yang menjadi identitas Negara ini dapat kokoh berdiri?
Selain karena atas izin Allah SWT, bangunan ini ternyata dibangun dengan bahan utama berupa semen ! Saya bukan niat berpromosi loh Namun faktanya, kesemua itu dibangun dengan produk dari BUMN ternama di Republik ini, PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk . Kebetulan bulan ini, saya sedang kerja praktek di perusahaan ini. Banyak ilmu yang saya peroleh, diantaranya proses pembuatan semen yang sebelumnya tidak saya sangka bakal sekompleks itu. Agar anda tak penasaran, simak bahasan saya sebagai berikut :


Pembuatan semen pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. menggunakan proses kering dengan menggunakan bahan baku berupa batu kapur, tanah liat, pasir silika, dan pasir besi (cooper slag) dengan perbandingan tertentu.



Masjid istiqlal Jakarta

Jembatan SURAMADU
Dengan semboyan KOKOH TAK TERTANDINGI, Semen Gresik selalu menjadu pilihan utama dalam pembangunan-pembangunan saran umum

Adapun, pembuatan semen dengan proses kering terdiri dari 5 tahap proses produksi, yaitu:
1.Proses Penyiapan Bahan Baku (Unit Crusher)

Pada tahap ini, PT Semen Gresik (Persero), Tbk. bekerja sama dengan PT United Tractor Semen Gresik (UTSG), yakni salah satu anak perusahaan PT Semen Gresik (Persero), Tbk. yang bergerak dalam usaha pertambangan. Dalam hal ini pembagian kerjanya adalah sebagai berikut :
a.PT Semen Gresik (Persero), Tbk. bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan tambang
b.PT United Tractor Semen Gresik (UTSG) bertanggung jawab atas penyediaan alat, operator, pelaksanaan penambangan, serta reklamasi (perbaikan lingkungan) pasca penambangan.

Adapun bahan-bahan yang harus disiapkan untuk memulai proses produksi semen adalah Limestone (batu kapur), Clay (Tanah Liat), pasir silika, pasir besi, dan gypsum.

Batu kapur dengan kadar CaCO3 kira-kira 53 % diperoleh dari penambangan. Penambangan dilakukan dengan menggunakan sistem single banch, yaitu pengambilan batu kapur secara bertahap sehingga lahan penambangan akan memiliki permukaan yang rata dengan maksimal penggalian sampai ketinggian 36 m dpal.

Kebutuhan clay sebesar kira-kira 6.000 ton/hari. Secara kimia, tanah liat mengandung silika (70-85%) dan alumina (13-15%). Clay secara garis besar terbagi menjadi dua klasifikasi besar :
a.Clay low grade dengan kadar Al2O3 kurang dari 13 %.
b.Clay high grade dengan kadar Al2O3 lebih dari 13 %.

Penambahan pasir silika dilakukan karena kandungan SiO2 dalam tanah liat kurang memenuhi syarat sehingga perlu ditambahkan pasir silika.

Persyaratan yang harus dipenuhi pasir besi adalah mengandung Fe2O3 minimum 75 %. Pasir besi ini diambil dari Probolinggo, Jepara dan Cilacap.

Gypsum yang digunakan ada dua jenis yaitu gypsum alam yang diimpor dari Thailand dengan kadar CaSO4 2H2O sekitar 42%. Dan gypsum sintetis yang merupakan hasil samping dari pabrik Petrokimia Gresik dengan kadar CaSO4 2H2O 91 %. Gypsum ini digunakan untuk bahan tambahan pembuatan semen tipe I atau OPC.

Trass adalah bahan hasil letusan gunung berapi yang berupa butiran halus yang banyak mengandung oksida silika amorf (SiO2) dan telah mengalami pelapukan pada suhu derajat tertentu.PT. Trass digunakan untuk memproduksi semen PPC yang dikonsumsi dari beberapa daerah pati yang diangkut dengan menggunakan truck menuju lokasi pabrik.


2.Proses Pengolahan Bahan (Unit Raw Mill)
Alat ini berfungsi menggiling batu kapur, pasir besi, pasir silika dan tanah liat dengan komposisi tertentu sehingga siap dibakar dalam kiln. Alat ini terdiri dari tiga grinding roller dan grinding table yang berputar. Sistem umpan menggunakan tripple gate berupa 3 buah katup yang digerakkan secara hidrolik. Untuk pengeringan digunakan gas panas dari buangan preheater, bila panas tidak mencukupi digunakan air preheater dengan bahan bakar IDO.

Campuran bahan masuk roller mill melalui tripple gate, dimana gate-gate ini membuka dan menutup secara bergantian sehingga dapat berfungsi juga sebagai seal air. Tripple gate digerakkan oleh sistem hidrolik dan diatur oleh selenoid.

Bahan akan jatuh tepat di tengah-tengah grinding table yang berputar. Oleh gaya sentrifugal bahan akan disebarkan ke tepi dan tertahan oleh dam ring di sekeliling grinding table. Selain itu dam ring juga berfungsi untuk mengatur ketebalan bahan di atas grinding table.

Bahan di atas grinding table digiling oleh grinding roller yang menekan ke bawah karena gaya hidrolik atau sesuai kebutuhan. Sambil digiling bahan dikeringkan dengan udara panas yang dilewatkan pada tepi bawah grinding table.

Setelah mengalami penggilingan dan pengeringan bahan akan naik ke bagian classifier untuk dipisahkan. Kehalusan produk diatur dengan putaran classifier. Produk halus dihisap dengan ID fan mill dan diangkut menuju cyclone separator untuk dipisahkan solidnya. Pada cyclone ini tertangkap 75 – 80% dan sisanya ditangkap dust collector, selanjutnya hasil pemisahan ini ditransportasikan dengan air slide ke silo.



gambar raw mill


3.Proses Pembakaran (Unit Kiln)
Proses pembakaran terdiri dari 3 tahap proses utama yaitu Proses Pembakaran Awal (Pre Heater), Proses Pembakaran Akhir (Rotary Kiln), dan Proses Pendinginan (Clinker Cooler).

Produk Roller Mill dimasukkan ke dalam Blending Silo yang masing-masing berkapasitas 20.000 MT. Tipe Blending Silo adalah continous flow silo. Pemasukan tepung baku ke masing-masing Silo diatur secara bergantian dengan timer setiap 36 menit. Pemasukan tepung baku produk dari Roller Mill ke dalam Blending Silo diatur lewat distribusi sepuluh buah Air Slide.

Material yang keluar dari kedua Silo yang merupakan umpan kiln dikirim ke Kiln Feed Bin yang kapasitasnya 90 ton lewat Air Slide. Umpan Kiln Feed yang ada di Air Slide diambil sampelnya dengan alat sampler masuk ke dalam Sampel Transport, dikirim ke laboratorium untuk dianalisis komposisinya. Dari Kiln Feed Bin, umpan kiln dibagi dalam Calibration Bin yang masing-masing berkapasitas 50 ton. Keluar dari Bin Kalibrasi ditimbang oleh flowmeter yang kemudian diumpankan ke ILC dan SLC Preheater. Agar tetap konstan maka feed dilengkapi dengan 3 buah Control Loop. Control Loop pertama akan mengontrol level material di dalam Feed Bin di mana jumlah material dapat diketahui dengan adanya Loadcell yang dipasang pada Feed Bin. Perbedaan dari hasil pengukuran Loadcell yang dipasang pada Feed Bin dibandingkan dengan set pointakan memerintahkan membuka atau menutup Control Gate pada Silo dan mengatur aliran material yang masuk ke dalam Feed Bin.



4.Proses Penggilingan Akhir (Unit Finish Mill)

Tahap ini bertujuan untuk menggiling clinker hasil dari pembakaran yang dicampur dengan gypsum yang berfungsi sebagai retarder, yaitu untuk mengatur waktu pengeringan semen dan trass sebagai bahan additive tanpa mengurangi mutu semen yang dihasilkan.

Clinker yang dikeluarkan dari cooler dengan temperatur 82 oC dibawa oleh Pan Conveyor. Dari Pan Conveyor, clinker disimpan dalam Dome Clinker Storage dengan kapasitas 75.000 MT, sedangkan untuk clinker mentah dibawa ke Marginal Bin .

Gypsum dan trass dengan kadar air 14 % diambil dari storage dengan menggunakan front end loader atau bisa langsung dari truk ke Hopper melalui Appron Conveyor. Dari Belt Conveyor dibawa ke Hammer Crusher dengan kapasitas 171 MTPH yang mampu menghancurkan dengan ukuran 400 x 400 mm menjadi produk berukuran 25 mm. Produk crusher dibawa ke Gypsum Bin atau Trass Bin melalui Bucket Elevator.

Clinker, gypsum, dan trass (bila digunakan), keluar dari masing-masing bin ditimbang oleh Weight Feeder, ditransfer ke Belt Conveyor, kemudian ditransfer ke Bucket Elevator, dan lewat Belt Conveyor dimasukkan ke dalam Surge Bin atau langsung ke Finish Mill dengan mengatur two way Gate. Pada Belt Conveyor dilengkapi Magnetic Separator dan Metal Detector untuk mengambil metal yang terikut, sedangkan Surge Bin dilengkapi dengan alat penimbang load cell.

Clinker/gypsum mix dengan rate 537 MTPH keluar dari Surge Bin diumpankan ke Hydraulic Roll Crusher lewat Gate untuk di-precrushing sebelum digiling di dalam Finish Mill.
Sedangkan material yang telah di-crushing di-resirkulasi kembali ke Hydraulic Roll Crusher lewat Belt Conveyor dan dikembalikan ke Surge Bin untuk memelihara head dari material di atas Hydraulic Roll Crusher. Dan sisa material yang telah di-crushing masuk ke dalam Finish Mill dengan rate 215 MTPH.

gambar finish mill


Produk dari Finish Mill dikirim ke O-Sepa Separator lewat Air Slide, Bucket Elevator, dan Air Slide, dimana produk yang telah halus dibawa oleh aliran udara masuk ke dalam Cyclone dan Fuler Planum Dust Collector. Produk dari Cyclone dicampur dengan yang dari Dust Collector dibawa Air Slide dan diumpankan ke Bucket Elevator. Material dalam Finish Mill dapat mengalir akibat adanya hisapan dari Dust Collector Fan.

Kemudian dari Bucket Elevator dimasukkan ke dalam Silo Semen yang jumlahnya 4 (empat) buah lewat Air Slide, dimana pengisian ke dalam semen silo dapat diatur melalui Diverter Valve.

Temperatur produk semen yang keluar dari Finish Mill dikontrol oleh mill venting. Water spray terjadi di dalam mill kompartmen II dan O–Sepa Separator cooling. Mill Vent dan Water Spray mengontrol temperatur produk yang keluar mill agar dijaga 107, C. Selanjutnya pendinginan dilakukan selama pemisahan di dalam O–Sepa Separator, sehingga temperatur produk akhir semen tipe 1 berkurang menjadi 96 oC.


5.Proses Pengisian (Unit Packing)

Tahap ini bertugas melaksanakaan pengisian, penyimpanan, pengiriman dan pengeluaran semen dari tiap-tiap silo. Dari silo material dihembus oleh udara untuk dibawa dengan air slide menuju vibrating screen untuk memisahkan semen dengan material asing. Setelah diayak material dibawa ke bin pusat yang berjumlah 2 buah dan pemasukan material ini dilakukan bergantian. Aliran material setelah bin pusat terbagi menjadi 2 aliran yaitu aliran untuk semen curah dan aliran untuk semen yang dijual kantongan.

Aliran semen curah masuk ke air slide, kemudian ke bin semen curah lalu dialirkan ke truck dan dibawa ke konsumen. Aliran semen kantong setelah melewati bin pusat semen dibawa ke air slide ke bin roto packer kemudian ke rotary feeder dan akhirnya ke roto packer. Pada alat ini terdapat spot tube semacam suntikan untuk memasukkan semen ke dalam kantong. Pemasukan semen kedalam kantong diatur dengan rentang berat 49,25 – 50,75 kg. Jika berat semen < 49,25 maka akan terpantau oleh penimbang dan akan dikeluarkan dengan semen ke bag reject. Semen yang tidak lolos uji akan dikembalikan ke bucket elevator. Sementara semen yang lolos uji dibawa belt conveyor ke truck dan distribusikan ke konsumen.





Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....

11 Agustus 2012

Keutamaan Bulan Ramadhan dari Sisi Astronomi dan Geografis

10 komentar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Pernahkah terpikir oleh anda, mengapa kita (sebagai orang beriman kepada Allah SWT) diwajibkan untuk berpuasa di bulan ramadhan? Mengapa tidak dibulan Agustus saja disetiap tahunnya ya? Kan dibulan itu ada momentum kemerdekaan bangsa kita? 67 tahun lalu pun, para founding father's memproklamirkan kemerdekaan Negara ini dalam suasana puasa kan?

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Telah datang pada kalian Ramadhan bulan yang diberkahi. Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan atas kalian untuk puasa di bulan ini. Pada bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka serta dibelenggu setan-setan yang sangat jahat. Pada bulan ini Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang diharamkan untuk mendapatkan kebaikan malam itu maka sungguh ia telah diharamkan.” (HR. Ahmad, 2/385, An-Nasa`i no. 2106)

Jika diamati, ramadhan setiap tahunnya tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama, pada kalender yang kita gunakan sehari-hari. Dibalik penetapan waktu puasa pada bulan ramadhan yang mengikuti sistem kalender umat islam (hijriyah), dan bukan sistem kalender masehi yang digunakan di Negara Indonesia, ternyata ada hikmah yang luar biasa bagi kepentingan umat Islam diseluruh penjuru dunia. Hal ini tentunya sudah menjadi kehendak Allah SWT. (Subhanallah ...). Ayo simak ulasan saya sebagai berikut :



Berkenalan dengan sistem Kalender Masehi dan Hijriyah

Dalam Alqur’an sendiri, telah memberi gambaran tentang perbedaan antara penanggalan dengan hitungan matahari yang biasa kita kenal dengan tanggalan Syamsiyah atau tahun masehi. Maupun penanggalan dengan hitungan bulan yang dikenal dengan tahun Qomariyah atau tahun Hijriyah.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah (9): 36)




gambar perubahan fase bulan 

ilustrasi oleh http://mustofaabihamid.blogspot.com 


Sistem penanggalan pada kalender Hijriyah didasarkan pada perubahan fase bulan dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya. Satu periode hilal sama dengan satu periode sinodis bulan, lamanya 29,5306 hari.

Berbeda dari kalender Masehi yang digunakan di seluruh dunia untuk kepentingan administrasi, kalender bulan umumnya digunakan untuk keperluan ritual agama dan tradisi. Kedua kalender, satu tahun sama-sama terdiri dari 12 bulan. Satu tahun Hijriyah memiliki 12 periode sinodis bulan atau 354,366 hari. Dibulatkan pada 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat.

Kalender Masehi didasarkan atas peredaran bumi mengelilingi matahari dari satu titik tertentu yang disebut solstis atau equinox kembali ke titik itu. Lama perjalanan bumi mengelilingi matahari 365,2422 hari -disebut satu tahun tropis, dibulatkan menjadi 365 hari atau 366 hari untuk tahun kabisat.

Perbedaan jumlah hari dalam satu tahun Hijriyah dan Masehi menyebabkan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhon, selalu maju 10-12 hari dari tahun sebelumnya.Alhasil hasil kita dapat berpuasa ramadhan di bulan-belan berbeda di tahun masehi. Lalu apa hikmah dari semua ini ?

Umat Muslim Tersebar dihampir Seluruh Penjuru Dunia

Saat ini persebaran pemeluk agama islam telah meluas ke hampir seluruh penjuru bumi. Kita sebagai umat muslim yang berdomisili di Indonesia, patut bersyukur. Berada di wilayah sekitar khatulistiwa dengan iklim tropis yang memiliki 2 musim (kemarau dan penghujan), juga tidak mengalami perubahan panjang siang-malam yang ekstrem. Kondisi seperti ini tentunya tidak akan terlalu mengganggu ibadah puasa kita selama sebulan penuh.

Lain halnya dengan saudara-saudara muslim kita yang hidup dan beraktifitas di daerah-daerah beriklim sub tropis yang memiliki 4 musim di setiap tahunnya, seperti musim dingin, panas, gugur dan semi. Dimana musim-musim ini mengikuti pola perubahan bulan di tahun masehi. Sebagai contoh, musim dingin selalu terjadi pada akhir tahun masehi (biasanya bulan desember) dan ditandai dengan turunnya salju. Durasi atau panjang antara siang dan malam pun berbeda untuk setiap musimnya. Untuk musim panas, matahari bersinar lebih panjang dibanding hari-hari di musim lainnya. Sebaliknya, malam akan terasa lebih panjang saat musim dingin.


Bisa dibayangkan, jika umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh di salah satu bulan di tahun masehi. Sudah dapat dipastikan, akan mengalami stagnasi, sebagaimana dialami oleh orang-orang yang ibadahnya menggunakan kalender tersebut. Sebagai contoh, jika di bulan Desember maka umat Islam di Indonesia akan mengalami puasa selalu dalam musim hujan. Sementara saudara kita di belahan bumi lain yang mengalami musim salju di bulan Desember, mereka akan senantiasa berpuasa di bulan yang bersalju, dan hal itu akan terulang terus dari tahun ke tahun hingga akhir zaman.

Kemudian untuk, Negara-negara dengan perubahan panjang siang-malam ekstrem (daerah-daerah sekitar kutub). Saat ibadah puasa dilakukan rutin pada musim panas, maka waktu puasa & juga shalat tetap sesuai dgn aturan baku dalam syariat Islam. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02.00 dinihari. Dan waktu berbuka tetap pd saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.

Sebagai gambaran lain, seorang muslim yang menjalankan puasa Ramadhan di Negara-negara eropa, tatkala Ramadhan hadir di puncak musim panas, waktu berpuasa jauh lebih panjang dibandingkan waktu berpuasa di Indonesia. Pada bulan Juli hingga September, matahari baru terbenam sekitar pukul 21.00, sementara waktu imsak jatuh pada pukul 04.00. Ini berarti umat Islam di negara-negara Eropa berpuasa selama sekitar 17 jam.

Sebagai Umat,dalam Soal Ibadah Kita Selalu dipermudah !

Bulan Qomariyah beredar di antara berbagai musim selama setahun. Terkadang jatuh di musim dingin, lain kali di musim panas, saat lain lagi di musim semi dan musim gugur. Juga terkadang datang pada hari-hari yang dingin, di lain kali pada hari-hari yang panas, saat lain lagi di hari-hari yang sejuk. Hari-hari pun terkadang panjang, terkadang pendek, di saat lain sedang.

Dengan menggunakan kalender Qomariyah, kaum muslimin menunaikan ibadah puasa di semua musim, terkadang di musim panas, di saat lain di musim dingin. Demikian juga terkadang berpuasa di hari yang panjang, di saat lain di hari yang pendek. Dengan demikian terdapat keadilan Islam di satu sisi, dan menetapkan tugas ketaatan dan peribadatan kepada Allah SWT di semua kondisi dan musim di sisi lain.

Tiada kata lain yang patut di ucap, selain Subhanallah ! :)

ps: Ini adalah materi ceramah yang saya bawakan saat mengisi kultum (padahal lebih dari tujuh menit, hehehe) shalat tarawih di masjid miftahul jannah korem 173/pvb biak, tahun lalu. Kalo ditanya tentang perasaan saat itu, cukup deg-degan ! Walau sudah sering bicara depan umum, itu kali pertama saya membawa materi keislaman dan tampil depan para jamaah, bapak-bapak dan ibu-ibu yang usia dan pengalamannya jauh di atas saya. Hihihi

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Baca Selengkapnya....