19 Desember 2009

Laporan Penelitian Biologi Pengaruh Jenis Nutrient Terhadap Kecepatan Tumbuh pada Tanaman Kacang Hijau

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 .Latar belakang

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel; dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.

Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal. Pertama, pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titik tumbuh) di titik tumbuh primer dan sekunder. Kedua, pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel. Misalnya penyerapan air ke dalam vakuola yang menyebabkan sel membesar serta terbentuknya jaringan, organ, dan individu melalui proses diferensiasi sel dan atau / spesialisasi.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan perkecambahan biji. Kemudian kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna, yang kemudian tumbuh membesar.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan atas faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan adalah gen dan hormon. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan adalah air, suhu, kelembapan, oksigen cahaya dan makanan.

Makanan atau nutrient adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Nutrient yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya karbondioksida dan air tetapi juga unsur mineral baik makro maupun mikro elemen. Ada 9 makroelemen atau bahan organik yaitu karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalsium, kalium, dan magnesium. Sedangkan mikroelemen terdiri atas zat besi (Fe), klorin, tembaga, magnesium, seng, molibdenum, boron dan nikel. Mikroelemen berfungsi sebagai kofaktor reaksi enzimatik dalam tumbuhan.

Pada umumnya tumbuhan mendapatkan mineral tersebut dari dalam tanah. Namun tidak semua tanah mengandung unsur mineral yang cukup untuk tumbuhan tersebut. Padahal tumbuhan sangat memerlukan mineral-mineral tersebut untuk menunjang pertumbuhannya. Jika hal ini terjadi, tumbuhan akan mengalami defisiensi yang mengakibatkan pertumbuhan terganggu dan jika berkelanjutan akan menyebabkan kematian. Untuk itu, agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik diperlukan adanya tambahan nutrient yang sesuai.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas terdapat masalah yang hendak di cari jawabannya :
1. Apakah terdapat perbedaan kecepatan tumbuh antara tumbuhan kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak ?
2. Apakah jenis nutrient mempengaruhi kecepatan tumbuh pada kacang hijau ?
3. Jenis nutrient manakah yang membuat kecepatan tumbuh kacang hijau lebih baik dan cepat ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui perbedaan kecepatan tumbuh antara tumbuhan kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak.
2. Untuk mengetahui perbandingan kecepatan tumbuh kacang hijau antara jenis nutrient yang satu dengan yang lain.
3. Untuk mengetahui jenis nutrient yang tepat agar kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik.

1,4 Hipotesis
1. Terdapat perbedaan kecepatan tumbuh kacang hijau antara kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak. Dimana kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat bila di beri tambahan nutrient berupa pupuk.
2. Jenis nutrient mempengaruhi kecepatan tumbuh kacang hijau. Masing-masing nutrient memberikan hasil yang berbeda.
3. Jenis nutrient yang tepat agar kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik adalah pupuk bokashi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kacang Hijau
2.1.1.Klasifikasi Kacang hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (±60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram, atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut ini.
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Fabales

Famili: Fabaceae

Genus: Vigna

Spesies: V. radiate
2.1.2 Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya, cabangnya menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Polong kacang hijau berbentuk silendris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam. Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.
2.1.3 Syarat Tumbuh
Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi
2.2 Tanah
Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
Secara umum, tanah dapat dinyatakan sebagai tempat di permukaan bumi, tempat tanaman bisa tumbuh dan berkembang biak. Untuk usaha pertanian tanah harus terdiri atas :
• Sisa-sisa tanaman yang mengalami pelapukan.
• Mikroflora / fauna dan serangga yang masih hidup maupun yang sudah mati dan meninggalkan sisa-sisa tubuhnya.
• Atmosfer tanah, yang terdiri dari zat lemas (nitrogen) dan zat asam arang (karbon doksida)
• Air yang bebas maupun yang terikat pada bagian-bagian tanah.
• Zat-zat hara dalam bentuk anorganis dan organis.
2.3. Pupuk sebagai nutrisi pertumbuhan
Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah akibat adanya pengurangan persediaan zat mineral dari dalam tanah tersebut. Pemupukan tidak dapat langsung diberikan tanpa adanya penelitian terlebih dahulu. Banyak factor yang mempengaruhi untuk menentukan banyaknya pupuk diperlukan. Faktor-faktor itu antara lain :
o Kesuburan tanah itu sendiri
o Keasaman tanah
o Kelembapan tanah
o Tinggi rendahnya bahan organis dalam tanah
2.3.1 Jenis-jenis pupuk
Pupuk dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Pupuk anorganik / buatan
2. Pupuk organic / alami
 Pupuk anorganik dibedakan dalam 2 kelompok yaitu :
• Pupuk tunggal, pupuk yang hanya mengandung satu jenis zat hara.
• Pupuk majemuk, pupuk yang mengandung lebih dari satu zat hara.
 Pupuk organis berfungsi untuk mengemburkan tanah, meningkatkan populasi jasadrenik, daya serap dan daya simpan air. Adapun beberapa contoh pupuk organis yaitu :
• Pupuk kandang
• Pupuk hijau
• Humus
• Kompos
• Bokashi
2.3.2 Pupuk urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.
Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintes.
2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
3. Menambah kandungan protein tanaman
4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan
Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen
1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan
2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas
4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya
2.3.2 Pupuk Kandang
Pupuk kandang merupakan sumber unsur hara bagi tanaman yang murah dan mudah diperoleh. Macam-macam pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Selain mengandung unsur hara, pupuk kandang juga membantu dalam penyimpanan air, terutama pada saat musim kemarau.

Pupuk kandang dibagi menjadi dua macam: a) pupuk padat dan b) pupuk cair. Susunan hara pupuk kandang sangat bervariasi tergantung macamnya dan jenis hewan ternaknya. Nilai pupuk kandang dipengaruhi oleh: 1) makanan hewan yang bersangkutan, 2) fungsi hewan tersebut sebagai pembantu pekerjaan atau dibutuhkan da¬gingnya saja, 3) jenis atau macam hewan, dan 4) jumlah dan jenis bahan yang digunakan sebagai alas kandang.

2.3.2 Pupuk Bokashi

Bahan bokashi sangat banyak terdapat di sekitar lahan pertanian, seperti misalnya jerami, pupuk kandang, rumput, pupuk hijau, sekam padi, sebuk gergaji, dan lain-lain. Semua bahan organik yang akan difermentasi oleh mikroorganisme fermentasi dalam kondisi semi anaerobik pada suhu 40-500 C. Hasil fermentasi bahan organik berupa senyawa organik mudah diserap oleh perakaran tanaman.

Manfaat Bokashi
Untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murah dan mudah bagi petani. Tehnologi tersebut dituntut ramah lingkungan dan dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada dilingkungan pertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian.

Penggunaan pupuk bokashi merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada pertanian saat ini. Pupuk bokashi adalah pupuk organik (dari bahan jerami, pupuk kandang, samapah organik, dll) hasil fermentasi dengan yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, sehingga efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Bagi petani yang menuntut pemakaian pupuk yang praktis, bokashi merupakan pupuk organik yang dapat dibuat dalam beberapa hari dan siap dipakai dalam waktu singkat. Selain itu pembuatan pupuk bokashi biaya murah, sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani padi, palawija, sayuran, bunga dan buah dalam peningkatan produksi tanaman.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan waktu penelitian
• Tempat penelitian : Rumah penulis
• Waktu penelitian : 18 - 25 November 2008

3.2. Populasi dan sampel penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman palawija.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kacang hijau.

3.3. Variable penelitian
1. Variabel bebas : Tanah dengan tambahan nutrient berupa
Pupuk bokashi, pupuk kandang dan
pupuk kimia (urea).
2. variabel terikat : Kecepatan tumbuh kacang hijau
3. Variabel kontrol : Tanah tanpa pemberian nutrient (pupuk) /
tanah normal

3.4 Alat dan bahan penelitian
Alat :
1. 4 buah polybag
2. kertas label
3. Penggaris

Bahan :
1. Tanah
2. 16 butir kacang hijau
3. pupuk kimia (urea)
4. pupuk kandang (kambing)
5. pupuk Bokashi
6. air

3.5. Cara kerja
Cara kerja penelitian :
1. Menyediakan masing-masing 4 buah polybag yang diberi label A, B, C dan D. Dimana polybag A akan berisi tanah, polybag B akan berisi tanah dan pupuk kandang, polybag C berisi tanah dan pupuk urea dan polybag D berisi tanah dan pupuk Bokashi.
2. mengambil 4 bagian tanah untuk dimasukkan ke masing-masing polybag tersebut, sebanyak @ 750 gram.
3. Memasukkan 1 bagian tanah ke polybag A.
4. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk kandang sebanyak ¼ bagian (187,5 gram) dan memasukkannya pada polybag B.
5. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk urea sebanyak ½ sendok teh dan memasukkannya pada polybag C.
6. Mencampur 1 bagian tanah dengan pupuk Bokashi sebanyak ¼ bagian (187,5 gram) dan memasukkannya pada polybag D.
7. menabur benih / biji kacang hijau kepada masing-masing pot 4 biji, pada kedalaman 2,5 cm.
8. memberikan air pada masing – masing pot, 2 X sehari air secukupnya.
9. mengamati dan mengukur pertumbuhan kacang hijau tiap harinya selama 7 hari.

3.6. Rancangan tabulasi data penelitian
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
Rata-rata



BAB IV
DATA dan PEMBAHASAN

4.1. Data
Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah Normal

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,7 0,9 0,0 1,0 0,65
3 Jum'at, 21 November 2008 7,0 7,4 6,3 8,0 7,18
4 Sabtu, 22 November 2008 9,9 10,0 9,6 10,3 9,95
5 Minggu, 23 November 2008 11,7 11,5 11,0 12,0 11,55
6 Senin, 24 November 2008 12,7 12,8 12,5 14,0 13,00
7 Selasa, 25 November 2008 13,5 14,4 13,8 14,5 14,05
Rata-rata 7,93 8,14 7,60 8,54

Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan
pupuk kandang

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,0 1,6 1,2 0,6 0,85
3 Jum'at, 21 November 2008 6,3 7,9 7,4 6,5 7,03
4 Sabtu, 22 November 2008 10,3 10,7 10,6 10,5 10,53
5 Minggu, 23 November 2008 11,8 14,5 14,0 13,4 13,43
6 Senin, 24 November 2008 13,3 15,5 15,0 14,8 14,65
7 Selasa, 25 November 2008 13,0 16,0 15,5 15,3 14,95
Rata-rata 7,81 9,46 9,10 8,73

Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan
Pupuk Urea

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 1,2 1,2 0,8 1,4 1,15
3 Jum'at, 21 November 2008 7,0 7,2 4,3 7,8 6,58
4 Sabtu, 22 November 2008 10,0 11,5 7,5 11,8 10,20
5 Minggu, 23 November 2008 12,5 14,6 9,0 14,6 12,68
6 Senin, 24 November 2008 13,0 15,6 11,9 15,8 14,08
7 Selasa, 25 November 2008 13,4 15,8 12,3 16,0 14,38
Rata-rata 8,16 9,41 6,54 9,63



Tabel Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Pada Tanah dan bokasi

No. Hari/Tanggal Tinggi Kacang Hijau (dalam cm) Rata-rata

1 Rabu, 19 November 2008 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
2 Kamis, 20 November 2008 0,0 0,7 0,5 1,3 0,63
3 Jum'at, 21 November 2008 4,3 6,0 5,8 7,5 5,90
4 Sabtu, 22 November 2008 10,0 10,5 10,3 12,2 10,75
5 Minggu, 23 November 2008 13,0 14,6 13,0 14,8 13,85
6 Senin, 24 November 2008 14,2 15,0 14,0 16,0 14,80
7 Selasa, 25 November 2008 13,8 17,0 15,0 17,5 15,83
Rata-rata 7,90 9,11 8,37 9,90

Perbandingan rata-rata tinggi kacang hijau dalam Cm
No. Hari penanaman normal kandang urea bokasi

1 1 0,00 0,00 0,00 0,00
2 2 0,65 0,85 1,15 0,63
3 3 7,18 7,03 6,58 5,90
4 4 9,95 10,53 10,20 10,75
5 5 11,55 13,43 12,68 13,85
6 6 13,00 14,65 14,08 14,80
7 7 14,05 14,95 14,38 15,83


4.2 Pembahasan
Pada hari ke-1 semua tanaman kacang hijau belum terlihat tumbuh di atas permukaan tanah. Semua tanaman kacang hijau yang tumbuh baik di polybag A, polybag B, maupun Polybag C dan D sama-sama mulai tumbuh dan muncul di permukaan tanah pada hari ke-2. Akan tetapi, tanaman kacang hijau yang diberi pupuk baik pupuk urea maupun pupuk kandang kecuali pupuk bokashi, tinggi rata-rata kacang hijau sedikit lebih tinggi daripada tinggi rata-rata kacang hijau yang tidak di beri pupuk (tanah normal). Walaupun, perbedaan tingginya tidak terlihat jelas.
Pada hari ke-3 belum juga terlihat jelas perbedaan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau. Tanaman kacang hijau yang diberi tambahan nutrient berupa pupuk urea tumbuh lebih cepat, terlihat dari tingginya yang lebih tinggi dari pada tanaman kacang hijau lainnya. Selain itu, tidak seperti hari sebelumnya, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal lebih tinggi dari pada tanaman kacang hijau yang di beri pupuk kandang maupun pupuk bokashi.
Pada hari ke-4 terjadi perubahan, dimana tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi terukur paling tinggi diantara lainnya. Namun, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk urea maupun pupuk kandang, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal.
Pada hari ke-5 tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi kembali terukur lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau lainnya baik itu tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang, urea maupun pada tanah normal.
Seperti pada hari sebelumnya, pada hari ke-6 dan ke-7 tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi terukur paling tinggi diantara lainnya. Selain itu, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal dan pupuk urea. Tidak hanya itu, tinggi rata-rata tanaman kacang hijau yang diberi pupuk urea, terukur masih lebih tinggi dibanding dengan tinggi rata-rata tanaman kacang hijau pada tanah normal.
Selama tujuh hari waktu pengukuran tanaman kacang hijau, tanaman kacang hijau yang diberi tambahan nutrient baik pupuk bokashi, urea maupun pupuk kandang kecepatan tumbuhnya diatas kecepatan tumbuh tanah normal (tanah tanpa pupuk). Hal ini ditandai dengan tinggi rata-ratanya yang lebih tinggi dibanding tinggi rata-rata tanah normal.
Perbedaan tinggi kacang hijau pada masing-masing polybag mulai terlihat jelas pada hari ke emapat. Dimana tanaman kacang hijau yang diberi pupuk bokashi memiliki tinggi rata-rata 10,75 Cm, di susul pupuk kandang dengan tinggi 10,53 Cm, dan pupuk urea dengan tinggi rata-rata 9,95 Cm. Urutan tinggi rata-rata ini tidak berubah samapia pada hari akhir pengamatan (hari 7).
Dari tabel dan digram di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan kacang hijau yang baik adalah kacang hijau yang di berikan tambahan nutrisi pertumbuhan berupa pupukbokashi. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan kacang hijau pada hari ke 4, 5, 6 dan 7 yang diberi pupukbokashi lebih tinggi dibanding pertumbuhan kacang hijau yang hanya di beri air maupun pupuk urea dan kandang. Hal ini membuktikan pemberian nutrient yang benar dan jenis nutrient dapat berpengaruh pada pertumbuhan kacang hijau.

BAB V
KESIMPULAN dan SARAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
 Kecepatan tumbuh kacang hijau mempunyai perbedaan antara kacang hijau yang diberi tambahan nutrient dengan yang tidak. Dimana kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat bila di beri tambahan nutrient berupa pupuk.
 Perbedaan jenis nutrient terbukti dapat mempengaruhi kecepatan tumbuh tanaman kacang hijau. Dimana masing-masing nutrient memberikan hasil yang tidak sama atau berbeda.
 Jenis nutrient yang cocok untuk kecepatan tumbuh kacang hijau lebih cepat dan baik adalah pupuk bokashi.
5.2 SARAN
Adapun saran penulis yaitu :
 Penelitian ini di buat dengan waktu yang singkat (±7 hari), maka perlu diadakan penelitian lanjutan seperti ini yang memerlukan waktu lebih banyak agar hasil penelitian dapat dikatakan sempurna.
 Pengamatan dalam penelitian ini, masih terbatas hanya melihat ataupun mengukur tinggi tanaman kacang hijau setiap harinya Sehingga diperlukan penelitian selanjutnya agar juga dapat melihat factor pertambahan besar batang tanaman.

Daftar Pustaka

Langkah sembiring, dkk. 2005. Biologi Kelas XII jilid 3a SMA. Jakarta; Sunda kelapa pustaka.
Pratiwi D.A, sri maryati, srikini, Suharno, Bambang S. 2007 . Biologi untuk SMA kelas XII. Jakarta: Erlangga.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau - 23k –
http://nasih.staff.ugm.ac.id/p/007%20p%20o.html
http://pusri.wordpress.com/2007/09/22/mengenal-pupuk-urea/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/08/dasar-agronomi-kacang-hijau.html

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Artikel Yang Berhubungan



1 komentar:

Terapi Ion mengatakan...

Thanks yaa gan buat infonya..
Jangan lupa mampir blok ane gan :D

Peluang Usaha Rumahan
Manfaat Terapi Ion Elektrik
Peluang Usaha Modal Kecil

Poskan Komentar

Pengunjung blogku yang terhormat,
Sebagai pengunjung yang baik, tidak salahnya anda memberikan kritik, saran maupun opini yang bersifat membangun, untuk kebaikan di masa yang akan datang.
atas perhatiannya dan komentarnya saya ucapkan, terima kasih....