12 Desember 2011

REDENOMINASI RUPIAH , Kebijakan atau Akal Bulus Penguasa?

(MAHASISWA NUKLIR BICARA EKONOMI part 1)



Satu lagi kebijakan para penguasa yang kontroversial. Meskipun masih berupa ‘rancangan’, wacana ini sudah menimbulkan beragam sikap dari pengamat politik dan ekonomi (termasuk saya sendiri, V(^o^)b hihihi). Di satu sisi, redenominasi rupiah akan menghapuskan anggapan rupiah sebagai mata uang sampah di mata dunia. Di lain sisi, hal ini pun bisa menjadi pemicu timbulnya inflasi. Jika sudah terjadi, krisis ekonomi pun sudah tidak dapat dihindari lagi.



Definisi

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukar uang tersebut. Dalam usulan yang akan ajukan BANK INDONESIA (BI) Desember ini, redenominasi akan dilakukan dengan memangkas 3 digit angka pada mata uang rupiah yang selama ini beredar. Maksudnya, uang pecahan Rp 5.000,- saat mengalami redenominasi akan berubah menjadi Rp 5,- . Lah kok bisa ? Bisa donk ! Tapi jangan khawatir, harga jual-belinya tetap sama kok ! Misal saja, dengan uang Rp5.000,- saat ini anda bisa membeli sebuah buku tulis. Kemudian, saat kebijakan redenominasi ini benar-benar dilakukan maka dengan uang Rp.5,- saat itu anda juga bisa membeli buku yang sama (Gimana, udah ngerti kan maksudku ? :D).


Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kebijakan redenominasi ini juga dapat menjadi pemicu timbulnya inflasi. " inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang". (http://id.wikipedia.org)

Selain dua istilah diatas, adalagi ‘sanering’ yang juga masih berhubungan dengan redenominasi dan inflasi. Setelah nanya mbah google , dapat diketahui bahwa : pengertian Sanering berbeda dengan redenominasi, senering merupakan proses pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang tetapi hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang maka proses ini akan menurunkan daya beli masyarakat.

Jika pada peristiwa redenominasi, anda dapat membeli buku dengan uang pecahan Rp. 5,-. Namun tidak sama halnya pada sanering. Walaupun uang Rp. 5.000,- anda sudah ditukar dengan Rp. 5,- oleh pemerintah. Namun untuk membeli buku anda harus mengumpulkan Rp.5,- + Rp.5,- +Rp.5,-+….. sampai berjumlah Rp.5.000,- untuk bisa membeli buku. Alhasil daya beli anda dan masyarakat pun menurun drastis.


Rupiah, Mata Uang Sampah ?

Jika di bandingkan dengan mata uang Negara-negara lain, Rupiah memiliki pecahan yang cukup besar. Sampai saat ini, uang kertas bewarna merah cerah dengan foto 2 orang pendiri bangsa ditambah dengan gambar gedung kerja para anggota dewan dibaliknya, masih merupakan salah satu pecahan uang kertas terbesar.

Pecahan ini relatif besar bila dibandingkan dengan Negara-Negara lain. Seakan gak mau kalah saing, Negara komunis tetangga kita, Vietnam malah pernah mencetak 500.00 Dong. Lebih ekstrim lagi, Zimbabwe pernah mencetak uang kertas senilai 100 miliar dollar Zimbabwe. Tetapi tahukah anda, dengan uang tersebut kita hanya mampu membeli 3 buah telor. (aneh kan, hihihihi). Hal ini terjadi karena di Negara tersebut terjadi krisis pemerintahan yang berdampak pula pada krisis ekonomi.




Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org


Nilai dollar Zimbabwe terus merosot tajam selama tiga dekade pemerintahan Presiden Mugabe. Padahal, Saat merdeka dari Inggris tahun 1980, nilai satu dollar Zimbabwe setara dengan nilai satu poundsterling. Namun sampai saat ini inflasi pun terjadi. Para pelaku ekonomi seenaknya menaikkan harga local barang yang disesuaikan dengan harga standar perdagangan internasional. Hal ini juga menimbulkan anjlkonya kurs valuta asing dollar Zimbabwe. Bayangkan saja, berdasarkan sumber yang saya peroleh, pada bulan februari lalu $1 US dollar yang setara dengan kurang lebih Rp.9000,- itu bernilai $700.000.000 zimbabwe dollar. Bisa dibayangkan jika kamu hanya memilki uang pecahan $10.000 dollar zimbawe. Maka berapa banyak uang yang kamu harus bawa ke money changer untuk mendapatkan selembar kertas $1 US dollar.



Ilustrasi gambar oleh http://www.esc-creation.org

Hal seperti inilah yang dimata dunia disebut sebagai mata uang sampah. Parahnya, rupiah pun dianggap menjadi salah satu diantaranya. Sedikit kisah, saya sempat diceritakan oleh dosen PLTN & Pembangkit Konvensional di kampus, bahwa saat beliau berkunjung ke maroko dan singgah di UEA, beliau sedikit kesusahan untuk mendapatkan mata uang yang dapat dibelanjakan. Semua tempat money changer menolak menukar uang yang mereka miliki dengan pecahan rupiah (T.T). Oleh sebab itulah, timbullah wacana dari Bank Indonesia untuk redenominasi rupiah. Redenominasi rupiah ini juga memang diharapkan bisa menyederhanakan sistem akuntansi dan pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

REDENOMINASI pemicu INFLASI RUPIAH ?

Jika dicermat lebih lanjut, sebenarnya redenominasi secara teori tidak berpengaruh langsung dalam menimbulkan inflasi. Walaupun nilai pecahannya diturunkan, tetapi harga jual-belinya tetap sama. Lain halnya, dengan sanering yang berpengaruh langsung pada timbulnya inflasi. Namun, secara praktik, Inflasi itu dapat saja muncul dalam proses redenominasi rupiah, sebagai kekhawatiran masyarakat terhadap adanya peningkatan harga secara tiba-tiba dan dilakukan oleh sepihak, serta turunnya nilai mata uang. Untuk itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi dalam memberikan pengertian bahwa yang akan diterapkan nanti adalah redenominasi bukannya sanering (pemotongan nilai mata uang).

Dinar dan Dirham solusi terbaik



Ilustrasi gambar oleh outletdinar.com


Menurut analisaku yang terakadang masih salah dalam menyusun laporan praktikum kuliah (merendah mode). Redenominasi atau sanering yang dapat saja menimbulkan inflasi dan berujung krisis ekonomi, timbul sebagai akbat penggunaan uang kertas oleh sebuah Negara (termasuk Indonesia T.T). Pemerintah dengan seenaknya menambahkan atau mengurangi jumlah digit pada selembar kertas yang disebut uang. Berkaca dari negera-negara arab yang menggunakan uang dinar dan dirham, terbukti tidak berpengaruh langsung menimbulkan inflasi, karena memiliki nilai intrinsik dari bahan pembuatnya yaitu emas dan perak. Bukan hanya dari nilai nominal yang tertera pada mata uang kertas. Berdasarkan referensi yang saya peroleh, terbukti bahwa dari jaman Nabi Muhammad dulu sampai sekarang, harga ayam = 1 Dirham dan harga kambing = 1 Dinar.



Sekian dulu tulisan kali ini,
Sedikit curhat, sore ini lagi niat banget nulis masalah ekonomi samape panjang kayak gini. Semoga bermanfaat aja deh ! Itung-itung ngabuburit di depan laptop, sambil nunggu adzan maghrib. (hihihihi)





Note : Tulisan ini hanyalah analisa dari sudut penulis sebagai mahasiswa teknofisika nuklir. JIka anda mahasiswa jurusan ekonomi atau orang yang lebih paham menyangkut masalah ekonomi dan menemukan kesalahan dalam tulisan ini, harap dikoreksi ! Kritik dan saran sangat Diterima :) :) :)


Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Artikel Yang Berhubungan



4 komentar:

Agen Poker Terbaik mengatakan...

nice info gan, Thanks yah gan. Keep update dan sukses selalu gan

Agen Poker mengatakan...

Terima kasih Informasinya gan , Sangat Membantu dan di tunggu artikel berikutnya^^


Poker Online Terpercaya
agen poker terbaik

Rosnida Zainab mengatakan...

Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

Royalewin Indonesia mengatakan...

Sungguh Artikel Yang Menarik Gan, Thank Sekali

Agen Bola Terbaik
Agen Bola
Agen Bola Online
Judi Bola
Taruhan Bola
Agen Bola Terpercaya
Taruhan Bola Terpercaya
Bandar Bola Online

Posting Komentar

Pengunjung blogku yang terhormat,
Sebagai pengunjung yang baik, tidak salahnya anda memberikan kritik, saran maupun opini yang bersifat membangun, untuk kebaikan di masa yang akan datang.
atas perhatiannya dan komentarnya saya ucapkan, terima kasih....