24 Agustus 2012

Pesona Gua Akbar dan Masjid Agung yang Syarat Nilai Sejarah



Sudah pernah berkunjung ke gua? Terpencil, sempit, gelap, basah, pengap adalah imej jika anda berkunjung ke gua. Namun, sedikit berbeda dengan gua yang satu ini. Gua akbar namanya ! Letaknya ditengah-tengah kota, bahkan ditengah keramaian. Gua Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Ramainya aktifitas jual beli di pasar sungguh sangat kontras dengan suasana hening diselingi gemercik air saat berada di dalam gua ini.


Seperti kebayakan gua lainya, gua ini terbentuk dengan sendirinya melalui proses yang alami. Jangan heran keindahan batu-batu stalakmit dan stalaktit langsung menyapa anda begitu anda masuk ke mulut gua. Didalam gua ini juga dibangun sebuah kolam air tawar dengan menempatkan ikan mas didalamnya, otomatis hal ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini. Pokoknya TOP dah !

Berawal dari keisengan mengisi akhir pekan, saya di ajak rekan mengunjungi gua akbar dan masjid agung Tuban. Lumayanlah, setelah sepekan disibukkan dengan agenda kerja praktik yang cukup padat, akhirnya bisa rehat sejenak sembari bertamasya. Cuaca yang cukup terik siang itu diakhir-akhir bulan Ramadhan, tidak menyurutkan semangat kami ber-enam untuk mengunjungi gua yang juga penuh history itu. Tetapi perjuangan belum usai kawan ! Untuk sampai ke lokasi, kami harus melewati pasar rakyat yang luar biasa padatnya.


Kesemerawutan sudah bisa anda rasakan semenjak melewati jalan protokol yang membelah pusat jual-beli sayuran dan buah rakyat itu. Tidak adanya terminal buat angkutan umum, memaksa para supir me-ngetem dan menaik-turunkan penumpang ditengah pasar senaknya. Belum lagi para pedagang yang bongkar-muatan barang daganganya ikut memblokade jalan 2 arah yang mempunyai lebar tidak lebih dari 7 meteran.

Tiket masuknya cukup murah, anda cukup membayar Rp.5000,-/orang dan bisa langsung merasakan sensasi menelusuri lorong yang remang-remang sambil berfoto ria. Jika anda hendak mengunjungi gua akbar, saya tidak merekomendasikan anda untuk berkunjung di jam-jam keramaian pasar (09.00-13.00). Kecuali jika anda menggunakan sepeda motor dan telah mahir menyelinap di sela-sela keramaian kendaraan roda 4 yang beradu untuk dapat maju lebih dulu.



Dari info yang saya peroleh, gua akbar erat kaitanya dengan sejarah penyebaran agama islam yang dibawa oleh wali songo. Diceritakan bahwa Sunan Bonang melihat gua ini saat diajak oleh Sunan Kalijogo. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini sangat kecil pintunya. Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Oleh masyarakat sekitar dipercaya prosesi membungkuk ini memiliki makna filosofis yang tinggi, yakni pengunjung diingatkan bahwa di depan mata Allah semua harus merendahkan diri.



Di beberapa sisi, ada juga lubang-lubang di langit-langit goa hingga cahaya matahari masuk dalam bentuk jalur cahaya yang jelas. Sepanjang jalur gua anda dapat menemukan stalaktit dan stalagmit yang juga seakan menjadi hiasan ruangan.




Anda tidak perlu takut gelap, jatuh tergelincir atau tersesat di dalam gua akbar.Rute jalan telah dibuat untuk pengunjung dengan pembatas pagar besi. Cukup ikuti jalur yang telah dibuat tersebut otomatis seluruh bagian gua bisa dinikmati. Di berbagai tempat dipasang lampu-lampu warna-warni yang walau kurang bisa menunjukkan tekstur goa, namun cukup membuat suasana nyaman. Tempatnya pun cukup romantis. Saat menyusuri gua, jangan heran jika anda banyak mendapati pasangan muda-mudi yang tengah asyik menikmati keindahan gua ini.


Belum puas menyusuri gua akbar, kami pun bergerak menuju alun-alun kota tuban. Bisa dibilang disini jantung kota tuban. Di area sini terdapat bangunan-bangun vital, seperti gedum pemerintahan daerah, obyek wisata rohani makam sunan bonang, museum, dan tempat yang kami kunjungi untuk shalat dan istirahat sejenak, masjid agung Tuban.




Selain arsitekturnya yang unik, dengan warna cat yang cukup mencolok, masjid ini, syarat akan sejarah. Didrikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo (Syeh Abdurrahman), Bupati Tuban ke-7. Dimana saat itu ialah awal permulaan pemerintahan Islam. Belum selesai pembangunannya, pada tahun 1894 M pada masa pemerintahan Bupati Raden Tumenggung Kusumodigdo masjid kembali dibangun untuk kedua kalinya. Arsitektur bangunan masjid dibuat oleh Toewan Opzichter B.O.W.H.M. Toxopeus.





Pembangunan masjid ini akhirnya selesai dan diresmikan pada tanggal 28 Juli 1894. Masjid ini selain sebagai sarana ibadah juga digunakan sebagai sarana penyebaran agama islam di Pulau jawa. Dan tahukah anda? Kabupaten Tuban merupakan kbupaten pertama pada masa pemerintahan Mojopahit yang bupatinya memeluk agama Islam loh !. Peran penting Tuban yang saat itu menjadi bandar perdagangan Internasional yang banyak dikunjungi pedagang dari penjuru dunia termasuk pedagang dari Persia, Irak, India yang membawa penyebar agama Islam.

Oh ya, saat berkunjung ke masjid Agung, anda tidak diperbolehkan membawa balita loh. Tanda larangan ini terpampang di arah pintu masuk sisi kiri masjid.Mungkin dikhawatirkan menganggu kekusyukan orang yang beribadah kali ya?.

Jika anda berkunjung ke Kota Tuban, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mengunjungi kedua objek wisata ini.Objek wisata yang sama-sama memiliki nilai religius+sejarah. Sambil menyelam minum air, selain berwisata anda pun dapat belajar tentang sejarah penyebaran islam di kota Tuban.









Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit

Artikel Yang Berhubungan



9 komentar:

Fivitria mengatakan...

"saya di ajak rekan mengunjungi gua akbar dan masjid agung Tuban".....?????

g salah...???

bukannya kita ya yang dipaksa untuk ikut jalan2...???
wkwkwkwk.... :p

so far...
tulisannya lumayan bagus mas menurutku... b(^^,)
'lumayan' loh 'lumayan'....
jangan besar kepala dulu y..
hehe..

Fivitria mengatakan...

oh nambah lagi comment-nya...

wah, pelanggaran ini, masa' masang fotoku gak ijin dulu..

ckckckck... :@

argo satrio mengatakan...

he, awalnya aku yang malah di ajak bang reza loh!
xp
trus kata bang reza, flynda saranin ke gua akbar. Nah, karena aku teman yang baik hati, gemar menabung dan tidak sombong, maka aku ajak sampean juga.
ngono fit, ceritane..
hehehe

wah, baru tahu ya? kemarin anda KP dengan seorang penulis berbakat loh. Udah dapat tanda tanganku kan?
ya 11-12 lah ma adnan oktar..
wkwkwwk

Arabia Tunru mengatakan...

nice blog Astro_23 !!

join my site y..(www.mozaikh.blogspot.com)

Argo Satrio mengatakan...

siap ara
b(^^,)

Rico Pratama mengatakan...

go,ayo kita foto masjid kauman
kunjungi punyaku ya
www.ketikkan.wordpress.com

hilda mengatakan...

Guanya keren bgt sob, jadi ingat waktu kecil pas jalan" ke gua. tapi gua apa y lupa.hehe

Firma mengatakan...

makasih infonya sangat membantu dalam menambah tulisan saya, jangan lupa mampir di web saya juga yaa gan

antown mengatakan...

speertinya saya hanya numpang lewat di masjid ini, baru tahu kalau ada wisata gua akbar. jadi pingin ksana lain kali jika ada kesempatan

Poskan Komentar

Pengunjung blogku yang terhormat,
Sebagai pengunjung yang baik, tidak salahnya anda memberikan kritik, saran maupun opini yang bersifat membangun, untuk kebaikan di masa yang akan datang.
atas perhatiannya dan komentarnya saya ucapkan, terima kasih....