Dalam postingan kali ini, aku gak akan menuliskan tentang biografi beliau. Karena saya lihat di blog-blog lain udah banyak yang menjelaskan mengenai hal itu. Disini saya akan menjelaskan tentang reaktor nuklir, karya anak bangsa yang di beri nama K A R T I N I. Lokasi reaktor itu sendiri berada satu kompleks dengan kampusku (STTN-BATAN) di lingkungan PTAPB (Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan) BATAN Yogyakarta. Mahasiswa STTN juga, pada semester atas sering menggunakan reaktor ini untuk praktikum. Nah untuk lebih jelasnya simak ulasan saya berikut :
Reaktor Kartini memiliki daya 100 kW dan terletak di kawasan nuklir Yogyakarta dengan luas lahan sekitar 8,5 ha. Di samping Reaktor Kartini, kawasan ini juga memiliki fasilitas perangkat subkritik, laboratorium penelitian bahan murni, akselerator, laboratorium penelitian D2O, laboratorium fisika dan kimia nuklir, fasilitas keselamatan kerja dan kesehatan, perpustakaan, fasilitas laboratorium untuk pendidikan, Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, serta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN).
Kenapa kartini?
Dari sekian banyak nama yang keren. Dipilihlah kartini sebagai nama dari reakator tersebut. why? Usut punya usut, reaktor ini dulunya dibangun pada tahun 80-an, dengan kerja keras anak-anak terbaik bangsa ini loh. Kata pak dosenku sih, yang berjasa dalam pembangunan reaktor ini adalah senior-senior dari teknik nuklir UGM. Karena merupakan kawasan nuklir, otomatis daerah sekitar reaktor di jaga ketat. Di sekeliling reaktor di pasang CCTV. Tidak sembarang orang boleh masuk ke reaktor kartini. Termasuk saya sendiri yang merupakan mahasiswa STTN-BATAN. Sekedar sharing, untuk dapat masuk ke rekator, para mahasiswa harus menggunakan seragam + badge (semacam kartu pengenal) khusus. Tidak sampai di situ, setiap keluar-masuk kawasan PTAPB mahasiswa STTN harus mengisi buku tamu (semacam buku tamu di acara nikahan). Bedanya, kalo di acara nikahan, selesai mengisi buku tamu kita langsung memberi amplop atau bingkisan atau mempelai. Nah, kalo disini, setelah mengisi buku tamu, kita harus menitipkan tas atau barang-barang yang sekiranya tidak diperlukan selama berada di kawasan nuklir.
Supaya gak penasaran, nih aku kasih beberapa foto yang sempat aku ambil saat berada di reaktor nuklir kartini.

Berpose bareng aji, di depan reaktor nuklir kartini

narsis abis, hihihhihi

Bareng pak peneliti, berpose di gedung reaktor
Baca Selengkapnya....